https://indopos.co.id/read/2020/07/15/242232/pesawat-garuda-terancam-ditarik-leasing/



Pesawat Garuda Terancam Ditarik Leasing
Editor Achmad Sukarno
<https://indopos.co.id/read/author/5bc73e59c28ec1539784281-achmad-jpg/> Rabu,
15 Juli 2020 - 10:11

ndopos.co.id <https://indopos.co.id/> – Direktur Utama PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk Irfan Setiaputra sempat mengancam perusahaan “leasing” (sewa)
atau “lessor” pesawat jika tak kunjung menyetujui restrukturisasi sewa
pesawat di tengah pandemi COVID-19 ini.

“Diskusi kita dengan ‘lessor’ hampir 3 bulan, kita diskusi apapun sampai
kita mengancam lah istilahnya. Kalau lo enggak mau ngikutin gue, ambil aja
lah itu pesawatnya,” kata Irfan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan
Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa.
Baca Juga :

Neraca Perdagangan RI Surplus USD1,27 Miliar
<https://indopos.co.id/read/2020/07/15/242312/neraca-perdagangan-ri-surplus-usd127-miliar/>

Namun, ia menuturkan pihak “lessor” akhirnya tidak ada yang menarik kembali
armada pesawat Garuda karena situasi yang sulit ini.

Irfan menyebutkan total biaya sewa yang disetorkan tiap bulannya berkisar
70 juta dolar AS, namun pihaknya masih mengupayakan penurunan di level
15-20 juta dolar AS per bulan.
Baca Juga :

Cegah Penyebaran Covid-19, Presiden Tekankan Pentingnya Pengendalian Lalu
Lintas di Perbatasan
<https://indopos.co.id/read/2020/07/13/241887/cegah-penyebaran-covid-19-presiden-tekankan-pentingnya-pengendalian-lalu-lintas-di-perbatasan/>

“Ini kalau kita kalikan 12 kita akan sampai 200 juta dolar AS ‘saving’
(penghematan) hanya dari ‘lessor’ ini,” katanya.

Total pesawat yang disewa Garuda, yakni 155 pesawat dari 26 perusahaan
“leasing” di antaranya untuk pesawat Boeing-777, Boeing-737, CRJ-1000 serta
ATR-72.
Baca Juga :

Presiden Instruksikan Kampanye Masif Protokol Pencegahan COVID-19
<https://indopos.co.id/read/2020/07/13/241894/presiden-instruksikan-kampanye-masif-protokol-pencegahan-covid-19/>


Selain restrukturiasasi sewa pesawat, Garuda juga mengembalikan 18 unit
armada pesawat Bombardier CRJ-1000 dan Airbus yang dinilai tidak cocok.

“Yang kedua adalah pesawat yang tidak cocok buat Garuda kita kembalikan.
Kontraknya ada yang 10 tahun, 12 tahun,” katanya.

Untuk pesawat Bombardier CRJ-1000 terdapat 18 unit yang akan dikembalikan.

“CRJ ada 18 pesawat, hari ini ‘full grounded’ (dikandangkan total). Ini
yang kita sedang lagi coba ‘possibility’ (kemungkinan) dikembalikan ke
mereka,” katanya.

Untuk pesawat Airbus, Irfan mengaku adanya ketidaksesuaian dalam kontrak
yang merugikan Garuda, karena itu pihaknya meminta bantuan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia serta pemerintah Inggris untuk menuntut ganti
rugi.

“Kita dalam proses mita ganti kerugian Airbus lewat pemerintah Inggris
dengan bantuan Kumham sudah menyampaikan surat. Mereka sudah mengetahui
ketidakpatutan dalam pembuatan. Ini yang kita sedang dalam proses
mendapatkan pengembalian,” katanya.(ant)
Garuda Indonesia <https://indopos.co.id/read/tag/garuda-indonesia/>Running
Text <https://indopos.co.id/read/tag/running-text/>

Kirim email ke