Badan Statistik Nasional: Ekonomi Tiongkok Akan Terus Pulih
http://indonesian.cri.cn/20200716/f94fc83c-2c0b-949f-b9cf-2fb3f3213ac3.html
2020-07-16 18:01:59
Badan Statistik Nasional Tiongkok hari ini (16/7) merilis data statistik
ekonomi pada paro pertama tahun ini. Produk Domestik Bruto (PDB) pada
paro pertama tahun ini sebesar 45,6 triliun yuan, menurun 1,6 persen
jika dihitung dengan harga konstan.
Dengan rinciannya PDB pada triwulan pertama menurun 6,8 persen, tapi
melonjak pada triwulan kedua untuk meningkat 3,2 persen.
Juru bicara pers Biro Statistik Nasional Liu Aihua menyatakan, dilihat
dari indikator ekonomi pada paro pertama tahun ini, khususnya data pada
triwulan kedua, pemulihan ekonomi Tiongkok pada paro kedua tahun ini
berpotensi kuat.
Liu Aihua mengatakan peramalannya tersebut didukung tiga unsur utama.
Pertama, banyak indikator ekonomi pada Maret mengalami pemulihan
signifikan atau penurunannya mengalami kontraksi. Tren tersebut
mengindikasikan bahwa imbas wabah virus corona secara keseluruhan dalam
kondisi terkontrol, apa lagi perekonomian Tiongkok bersifat kuat
adaptasi diri.
Unsur kedua adalah munculnya bisnis dan usaha baru selama wabah virus
corona berkelanjutan, hal ini akan memberikan dukungan kuat bagi
pemulihan ekonomi. Pada paro pertama tahun
ini,/telecommuting/atau/teleworking,/pendidikan daring, konstruksi
berdasarkan AI dan layanan antar tanpa kontak telah secara efektif
mengatasi kesulitan yang muncul dalam kehidupan. Kini teknologi baru
seperti cloud computing, Big Data dan kecerdasan buatan mengalami
perkembangan pesat. Ekonomi digital, manufaktur berdasarkan kecerdasan
buatan dan industri kesehatan telah menciptakan semakin banyak titik
pertumbuhan yang baru, yang bakal menyediakan lebih banyak dukungan bagi
pertumbuhan ekonomi pada tahap selanjutnya.
Ketiga, pada paro pertama tahun ini, pemerintah pusat telah mengambil
paket kebijakan untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Rangkaian
kebijakan tersebut secara menyeluruh mengedepankan penciptaan lowongan
kerja dan pemberian dukungan di bidang perjaka dan keuangan. Kini
kebijakan-kebijakan makro tersebut sudah mulai menunjukkan efeknya yang
semakin meningkat.
Badan Statistik Nasional: Berusaha Tingkatkan Konsumsi
2020-07-16 17:59:04
Juru bicara Badan Statistik Nasional Tiongkok Liu Aihua dalam jumpa pers
di Beijing hari ini (16/7) menyatakan, usaha ritel barang konsumsi
dewasa ini masih dalam kondisi pemulihan dan perlu ditingkatkan pada
paro kedua tahun ini.
Liu Aihua mengatakan, pada paro pertama tahun ini, omzet penjualan
eceran barang konsumsi Tiongkok masih dalam tren menurun, yaitu menurun
11,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan
bahwa konsumsi masyarakat masih dalam kondisi terbatas, khususnya di
tengah upaya pencegahan penularan virus corona, kegiatan-kegiatan
konsumsi yang berkerumun atau berkontak tetap dibatasi. Kini penjualan
eceran tetap dalam kondisi pemulihan.
Mengenai momentum perkembangan pasar konsumsi pada paro kedua tahun ini,
Liu Aihua mengatakan, sejalan dengan terkontrolnya wabah virus corona,
kemudahan konsumsi terus mengalami perbaikan. Di pihak lain, sejalan
dengan pelaksanaan reformasi struktural sisi penawaran, penawaran
konsumsi juga terus mengalami pengoptimalan.
Badan terkait Tiongkok baru-baru ini merilis pemberitahuan tentang
pelonggaran protokol kesehatan di sejumlah daerah dengan risiko
penularan rendah. Bioskop akan dibuka kembali kepada publik mulai dari
20 Juli mendatang. Sementara itu, perjalanan wisata lintas kota dan
provinsi juga akan dibuka kembali secara berangsur-angsur, dengan
praysarat berbagai langkah pencegahan dan pengendalian wabah terus
dilaksanakan secara efektif.
Badan Statistik Nasional: Berusaha Maksimal Ciptakan Lapangan Kerja
2020-07-16 17:58:38
Juru bicara Badan Statistik Nasional Tiongkok, Liu Aihua dalam jumpa
pers 16 Juli menyatakan, lapangan kerja Tiongkok pada semester pertama
telah mengalami perubahan positif, akan tetapi ketenagakerjaan masih
menghadapi tekanan besar karena dampak wabah virus corona.
Liu Aihua mengatakan, pada paro pertama tahun ini, penambahan lowongan
kerja di kota menurun sebanyak 1,73 juta orang dibanding periode sama
tahun lalu. Pada triwulan kedua, tenaga kerja migran pedesaan berkurang
4,96 juta orang, atau menurun 2,7 persen dibanding masa sama tahun lalu.
Sementara itu, tingkat pengangguran bagi lulusan perguruan tinggi
mencetak rekor baru. Data statistik menunjukkan, pada Juni lalu, tingkat
pengangguran untuk kelompok tenaga kerja pada usia 20-24 tahun mencapai
19,3 persen.
Liu Aihua mengatakan, ke depannya pemerintah perlu berusaha keras
memperluas lapangan kerja. Pertama, harus benar-benar melaksanakan
kebijakan terkait keringanan pajak, keringanan atau pembebasan pungutan
biaya jaminan hidup dan tarif sewa properti, membantu penyelenggara
utama pasar mengatasi kesulitan. Kedua, merealisasi penempatan kerja
para lulusan perguruan tinggi melalui marketisasi, atau menambah
penerimaan lebih banyak mahasiswa untuk melanjutkan studi pasca sarjana,
dalam rangka menyelesaikan masalah penempatan kerja tamatan universitas.