Penanaman Bunga Daylily Bantu Terwujudnya Pengentasan Kemiskinan di
Yunzhou
http://indonesian.cri.cn/20200716/232c4245-bd8b-d9bb-1ab5-cf616bc2a6ee.html
2020-07-16 17:57:27
图片默认标题_fororder_daylily3
Kota Yunzhou, Provinsi Shanxi kerap kali dijuluki kampung halaman bunga
Daylily karena petani lokal sudah menanam sayur Daylily selama 600 tahun
lebih. Bunga atau sayur Daylily dianggap memiliki banyak manfaat dan
ampuh menangkis penyakit dan menawarkan rasa sakit, maka Daylily juga
adalah salah satu sayuran kering dari "empat sayuran kering besar
Tiongkok" bersama dengan jamur, jamur kuping merah dan rebung.
Pada tahun 2011, Yunzhou menetapkan industri pengolahan Dalily sebagai
industri utamanya, mendirikan perhimpunan pengusaha bunga Daylily, dan
menginvestasi 410 juta yuan RMB untuk membantu perkembangan industri
Daylily. Antara lain membangun lahan pertanian berstandar tinggi untuk
penanaman Daylily, menyediakan subsidi senilai 1.000 yuan RMB kepada
petani, melengkapi fasilitas irigasi, membangun lapangan penjemuran
bunga, membeli asuransi bagi petani yang terlibat dalam penanaman maupun
pengolahan bunga Daylily, serta menyediakan kredit dan dana khusus bagi
petani yang menanam bunga Daylily.
图片默认标题_fororder_daylily2
Kota Yunzhou juga memanfaatkan industri penanaman dan pengolahan bunga
Daylily untuk mengembangkan pariwisata ramah lingkungan, menanam modal
sejumlah 30 juta yuan RMB membangun Kompleks Taman Bunga Daylily,
mendirikan 23 obyek wisata desa yang bertema dengan bunga Daylily.
Ketika menginspeksi pangkalan penanaman bunga Daylily organik pada bulan
Mei tahun ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengharapkan industri bunga
Daylily dapat dikembangkan menjadi industri besar dan merek terkenal di
seluruh Tiongkok, dan mendorong bunga ini menjadi bunga yang
menyejahterakan petani setempat.
图片默认标题_fororder_daylily
Dewasa ini, areal tanaman bunga Daylily seluas 11333 hektar, nilai
produksi tahunannya mencapai 700 juta yuan RMB. Pertambahan pendapatan
per kapita di Yunzhou mencapai 5000 yuan, dan membantu 15 ribu petani
terangkat dari kemiskinan.
ASEAN Menjadi Mitra Perdagangan Pertama Tiongkok, Seperti Apa Kisahnya?
2020-07-16 15:22:44
http://indonesian.cri.cn/20200716/5895204e-fcee-4cc2-c3fa-f2ec97daf969.html
图片默认标题_fororder_asean2
Selama pandemi COVID-19 terus merebak di seluruh dunia, kemitraan
perdagangan ASEAN-Tiongkok terus meningkat, pada paruh pertama tahun
2020, ASEAN menjadi mitra perdagangan pertama Tiongkok. Sebagai
informasi, ASEAN menjadi mitra perdagangan kedua Tiongkok setelah
mengganti posisi AS pada tahun 2019.
Data yang diumumkan Pabean Tiongkok menunjukkan, pada paruh pertama
tahun ini, nilai ekspor impor Tiongkok-ASEAN tercatat 2,09 triliun Yuan
RMB, proporsi ASEAN dalam nilai total perdagangan luar negeri Tiongkok
mencapai 14,7 persen. Sementara itu, ekspor impor Tiongkok-Uni Eropa
tercatat 1,99 triliun Yuan, menurun 1,8 persen, ekspor impor Tiongkok-AS
sebesar 1,64 triliun Yuan, menurun 6,6 persen.
图片默认标题_fororder_asean图片默认标题_fororder_asean3
Pada kenyataannya, setelah diumumkannya data ekspor dan impor pada dua
bulan pertama tahun ini, publik sudah mencatat, ASEAN untuk pertama kali
menjadi mitra perdagangan pertama Tiongkok, proporsi nilai ekspor impor
bilateral dalam volume total perdagangan luar negeri Tiongkok pada dua
bulan pertama menduduki 14,4 persen. Proporsi ini masih terus bertambah
setelah data pertengahan tahun diumumkan.
Mengapa ASEAN menjadi mitra perdagangan pertama Tiongkok? Menurut
analisa Juru Bicara Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok Li Kuiwen, hal
ini tercapai sejalan dengan membaiknya situasi pencegahan wabah di
kawasan ini. Selama tahun-tahun belakangan ini, kerjasama ASEAN-Tiongkok
semakin mendalam, sinergi rantai industri semakin erat, perdagangan
bilateral terus meningkat.
Dewasa ini, wabah COVID-19 masih merebak di dunia, situasi pencegahan
wabah di Amerika tetap serius. Akan tetapi, berkat tindakan koordinasi
regional, pencegahan wabah di ASEAN telah mencapai hasil bernas.
Misalnya, ASEAN dan Tiongkok, Jepang, Korea Selatan membuka konferensi
luar biasa pejabat tinggi kesehatan secara virtual jauh pada 3 Februari
yang lalu. Konferensi Khusus Menlu Tiongkok-ASEAN terkait Penanganan
Pandemi COVID-19 digelar pada 20 Februari. Setelah itu Konferensi Khusus
Pemimpin ASEAN+3 pun berhasil digelar pada 14 April, di mana berbagai
pihak mengeluarkan pernyataan bersama, para pemimpin ASEAN menyusun
jadwal pekerjaan mengenai pencegahan wabah dan operasi ekonomi. Setelah
itu, telah diadakan rangkaian konferensi tingkat menteri untuk
pelaksanaan resolusi terkait.
Masalah kemacetan logistik dan berhentinya operasi perusahaan akibat
wabah COVID-19 sudah diselesaikan melalui konsultasi politik lapisan
tinggi. Dapat dikatakan, daya aksi politik menjadi pendukung dasar
pemulihan ekonomi Tiongkok dan ASEAN.
Bisnis utama Perseroan terbatas Transportasi Peti Kemasi SITC di kota
Shanghai berpusat di kawasan ASIA. Presiden SITC cabang Nanning Wei
Renguo mengatakan: “Meskipun pada bulan Maret ketika wabah virus relatif
merajalela, SITC membuka lagi lin pelayaran menuju ke negara-negara
ASEAN. ” Pesanan yang diterima SITC terkait pelayaran ke ASEAN pada
triwulan pertama meningkat 30 persen.
Di latar belakang data pertengahan tahun ini, terdapat usaha bersama
Tiongkok-ASEAN selama puluhan tahun khususnya pada belasan tahun
belakangan ini. Sejak didirikannya kemitraan dialog pada tahun 1991,
khususnya penggalangan hubungan kemitraan strategis pada tahun 2003, isi
kerja sama terus dimakmurkan, level kerja sama terus ditingkatkan, kerja
sama semakin erat.
Misalnya, dalam data statistik perdagangan pada paro pertama tahun ini,
ekspor impor di sektor elektronik meningkat dengan tajam. Sebagai bagian
rantai industri manufaktur elektronik global, Tiongkok bekerja sama
dengan erat dengan negara-negara ASEAN termasuk Vietnam, Malaysia dan
Singapura. Pada paro pertama tahun ini, Tiongkok impor sirkuit terpadu
(IC) senilai 220 miliar Yuan dari ASEAN dengan meningkat 20 persen lebih.
Sementara itu, hubungan yang erat antara Tiongkok dan ASEAN juga
mendorong meningkatnya volume perdagangan. Pada Oktober 2019,
Persetujuan Peningkatan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN berlaku
secara menyeluruh di semua anggota peserta persetujuan.
Menurut data Kementerian Perdagangan, telah dicabut pajak bagi 7 ribu
macam produk, lebih dari 90 persen barang dagang mewujudkan non pajak
dalam kerangka Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN. Ketika Zona
Perdagangan Bebas dimulai pembangunannya pada tahun 2002, volume
perdagangan antara kedua pihak hanya tercatat 54,8 milyar dolar AS, tapi
menerobos 600 milyar dolar AS pada tahun 2019.
Saat ini, kerja sama antara kedua pihak sedang diperluas dari bidang
perdagangan tradisional ke bidang moneter lintas batas, ekonomi digital,
telekomunikasi 5G dan navigasi satelit.
Menengok kembali masa lampau, baik krisis moneter Asia tahun 1997 maupun
krisis moneter global tahun 2008, Tiongkok dan ASEAN mempunyai kerja
sama yang lebih kuat pasca setiap krisis. Wabah virus corona tahun 2020
juga membuat Tiongkok dan ASEAN lebih mengenal pentingnya pembangunan
komunitas senasib sepenanggungan manusia.
Menurut pengaturan sebelumnya, Persetujuan RECEP yang melibatkan
Tiongkok, ASEAN, Jepang dan Korsel akan ditandatangani pada tahun 2020,
ini akan mendatangkan prospek lebih cerah kepada kerja sama antara
Tiongkok dan ASEAN di bidang ekonomi dan perdagangan.