*Mungkin sekeli beberapa tahun lagi Vietnam akan mengekspor lobster ke NKRI
yang bangkrut kekayaan alamnya,demikian ramalan pakar Jayabisnos.
hehehehehehe*

https://bisnis.tempo.co/read/1368456/susi-pudjiastuti-baru-tahu-benih-lobster-dijual-ke-vietnam-setelah-jadi-menteri


Susi Pudjiastuti Baru Tahu Benih Lobster Dijual ke Vietnam Setelah Jadi
Menteri
Reporter: Francisca Christy Rosana
Editor: Kodrat Setiawan
Kamis, 23 Juli 2020 16:2

TEMPO.CO, Jakarta – Susi Pudjiastuti
<https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti> mengklaim baru tahu adanya
perdagangan benih lobster <https://www.tempo.co/tag/lobster> atau benur ke
Vietnam <https://www.tempo.co/tag/vietnam> setelah menjadi Menteri Kelautan
dan Perikanan periode 2014-2019. Kala itu, ia mendapati sejumlah perusahaan
memperoleh kuota ekspor ke negara tersebut.

“Dulu saya enggak tahu sampai akhirnya jadi menteri dan baru tahu bibit
lobster dikirimkan ke Vietnam. Lalu dilarang, bukan saya yang larang, tapi
Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tutur Susi dalam diskusi virtual
Bahtsul Masail bertajuk ‘Telaah Kebijakan Ekspor Benih Lobster’, Kamis, 23
Juli 2020.

Susi mendapati bahwa benur yang dikirimkan ke Vietnam merupakan jenis
lobster mutiara dan pasir yang keduanya tergolong komoditas mahal. Dengan
memperoleh pasokan dari Indonesia, Vietnam yang sudah memiliki sistem
budidaya lebih dulu akhirnya dapat menyuplai komoditas ke Jepang dan Cina
dalam skala besar.

Kondisi ini menyebabkan harga lobster mutiara dan pasir anjlok. Di samping
itu, nelayan akhirnya menangkap benur dengan jumlah yang banyak untuk
memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya lantaran saat itu bibit lobster
dihargai Rp 30-60 ribu per ekor.

Tak hanya merusak harga komoditas, pengiriman benur turut menyebabkan
jumlah tangkapan nelayan terhadap lobster dewasa melorot tajam. Susi
berkisah, pada 1996, sempat menjadi pengusaha pengekspor ikan, salah
satunya lobster dewasa.

Pada masa itu, dia dapat memperoleh volume tangkapan 2-6 ton per hari pada
musim panen. Namun, sejak era 2000-an, dia mendapati komoditas lobster
makin tiris hingga menjadi 2-3 kuintal per hari.

Dengan ancaman menyusutnya jumlah lobster di laut karena maraknya
penangkapan benur, Susi khawatir nelayan-nelayan skala kecil akan
terdampak. Musababnya, jarak tangkapan lobster akan semakin jauh.

“Padahal di Pangandaran, lobster ini bisa ditangkap hanya dengan pakai ban
dalam, jadi nelayan yang hidup di pesisir sehari menangkap dua lobster bisa
dapat Rp 300-400 ribu,” ucapnya.

Adapun Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Tebe Ardi Yanuar
mengatakan larangan penangkapan benur hingga budidaya justru menyebabkan
ekonomi nelayan anjlok. Karena itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy
Prabowo membuka izin benih lobster.

“Nelayan tidak dapat nilai ekonomi, tapi lobster tetap diambil,
penyelundupan tetap terjadi. Jadi Peraturan Menteri Nomor 12 ini
mengakomodasi semua,” ucapnya.


FRANCISCA CHRISTYU ROSANA

Kirim email ke