Pidato Politik Ketua Umum PRD Di HUT PRD Ke-24
https://www.berdikarionline.com/pidato-ketua-umum-prd-di-hut-prd-ke-24/
* HEADLINES <https://www.berdikarionline.com/headlines/>
* KABAR RAKYAT <https://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/>
* OPINI <https://www.berdikarionline.com/opini/>
* /22 JULI 2020 | 20:38
* /NO COMMENT
<https://www.berdikarionline.com/pidato-ketua-umum-prd-di-hut-prd-ke-24/#respond>
* /1693 VIEWS
<https://plus.google.com/share?url=https%3A%2F%2Fwww.berdikarionline.com%2Fpidato-ketua-umum-prd-di-hut-prd-ke-24%2F>
*Berikut ini adalah pidato Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik
(PRD), Agus Jabo Priyono, pada puncak peringatan HUT PRD ke-24, 22
Juli 2020. Pidato ini disiarkan langsung di halaman facebook:Partai
Rakyat Demokratik <https://www.facebook.com/partairakyatdemokratik>.*
/Assalamualaikum Wr/. /Wb/
Salam Rakyat Adil Makmur
Kepada seluruh Kader, Anggota dan Simpatisan PRD, baik di dalam maupun
di luar negeri, Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik,
mengucapkan selamat HUT PRD, selalu bersama rakyat, dengarkan dan
rasakan apa yang rakyat rasakan, itulah energi perjuangan kita, menuju
Indonesia yang adil makmur dan dunia yang damai.
Tidak ada kata henti dalam perjuangan, selama di sekitar kita masih
banyak persoalan.
Berjuanglah dengan penuh semangat dan penuh kegembiraan.
Saudara-saudaraku,
Seni, Sastra, Filsafat dan ilmu Pengetahuan telah membimbing bangsa
Eropa, menuju zaman baru, zaman modernisasi, keluar dari abad tengah
dengan humanisme sebagai pandangan hidup.
Humanisme adalah anak kandung Renaisance, satu paham yg menempatkan
manusia sebagai subyek kehidupan, yang bertujuan menghidupkan rasa
perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yg lebih baik.
Penemuan kompas, mesin cetak dan mesiu, membawa kehidupan bangsa Eropa
melompat jauh ke depan, ilmu pengetahuan berkembang secara massif,
dimulailah penjelajahan yang disertai dengan penaklukan umat manusia.
Mesin telah menggantikan tenaga manusia, modernisasi mengubah peradaban,
meletus revolusi industri di Inggris, revolusi filsafat di Jerman dan
revolusi politik di Perancis.
Feodalisme dengan monarchi absolutnya runtuh, muncul sistem baru,
penguasa baru, Kapitalisme dengan demokrasi liberalnya.
Walaupun terjadi perubahan revolusioner, dari Feodalisme ke Kapitalisme,
secara fundamental belum mengubah kehidupan umat manusia, bentuknya saja
yang berubah, isinya tidak, hanya kekuasaan saja yang berubah,
masyarakatnya tidak, penindasan serta penghisapan manusia terhadap
manusia masih terus terjadi, bahkan sampai zaman digital sekarang ini.
Humanisme yang digaungkan oleh Bangsa Eropa dengan semboyan kebebasan,
persamaan dan persaudaraan, pada kenyataanya menjadi pedang bermata dua,
hanya kaum kapital yang menikmati kehidupan, di sisi lain justru
bersifat ekspansif, eksploitatif dan diskriminatif.
Terjadilah penjajahan bangsa atas bangsa dan penjajahan manusia atas
manusia.
Kapitalisme, walau terus menerus melakukan reformasi-reformasi tetap
tidak mengubah hakekatnya sebagai sistem yang rakus.
Kita semua menyaksikan serta merasakan begitu rapuhnya Kapitalisme, saat
Pandemi Covid 19 melumpuhkan aktivitas ekonomi mereka.
Saudara-saudaraku,
Semua manusia yang hidup di alam dunia ini menginginkan kebahagiaan
serta kedamaian, baik lahir maupun batin, baik material maupun spiritual.
Demikian juga dengan bangsa Indonesia, kebahagiaan serta kemerdekaan
hidup yang mestinya dinikmati di tengah kekayaan serta kesuburan
alamnya, cukup lama diinterupsi oleh penjajahan.
Catatan sejarah perjalanan hidup bangsa Indonesia dirampas, mentalitas
bangsa pun dihancurkan. Kebanggaan serta kepercayaan diri bangsa
Indonesia dihilangkan agar tetap tunduk dan bisa dikontrol oleh
Penjajahan dengan segala macam bentuknya.
Saudara-saudaraku,
Sebagai bangsa Timur, Indonesia tidak hanya menempatkan rasionalitas
objektif sebagai landasan hidup, maka konsep untuk membangun bangsa,
baik raga maupun jiwa, harus berangkat dari kenyataan tersebut.
Jika bangsa Barat dengan modernisasi dan humanismenya melahirkan konsep
individualisme, kebebasan dan kapitalisme, sedangkan Timur lebih condong
kepada semangat gotong royong, dengan menempatkan kepentingan bersama di
atas kepentingan pribadi.
Maka lahirlah Pancasila yang bersumber dari kepribadian bangsa
Indonesia, yang kemudian disepakati menjadi konsep dalam membangun
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila lahir sebagai bentuk perlawanan atas sistem liberal
kapitalistik, termaktub dalam Preambule UUD Proklamasi 1945, sudah
semestinya menjiwai isi UUD 1945 beserta Haluan Negara.
Di dalam Pasal 33 UUD 1945 sudah sangat jelas, bahwa prinsip ekonomi
Indonesia bukanlah ekonomi liberal kapitalistik, tetapi ekonomi
kekeluargaan yang menempatkan sumber daya alam digunakan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Konsep itulah yang mestinya disusun oleh kepemimpinan nasional dalam
membangun ekonomi nasional.
Saudara-saudaraku,
Saat ini modernisasi telah masuk ke alam tekhnologi digital, apakah
kemudian secara otomatis umat manusia menikmati kebahagiaan dan kedamaian?
Ternyata belum, karena konsep akumulasi dan sentralisasi kapital di
tangan segelintir orang masih terus berlanjut.
Kapitalisme, mau berubah wujud seperti apapun selama meletakkan
individualisme dengan liberalisme sebagai prinsip kehidupan, maka siapa
yang kuat akan menguasai yang lemah, kesenjangan akan tajam, perlawanan
dan kekerasan tak kunjung padam.
Kapitalisme selain merusak hubungan kemanusiaan, juga merusak alam.
Saudara-saudaraku,
Situasi dunia sedang tidak baik, selain menghadapi pandemi Covid 19,
krisis ekonomi dan keresahan masyarakat terjadi di banyak negara di dunia.
Dunia sedang terseok-seok dalam rotasinya. Banyak Negara termasuk negara
besar sebagai pusat Kapitalisme, mengalami dampak yang sangat berat.
Saat ini guncangan resesi sudah mulai terasa dan akan melemparkan
kehidupan umat manusia ke dalam kesulitan yang akut.
Untuk itu Indonesia membutuhkan keseriusan dalam memahami persoalan yang
terjadi saat ini, dengan merumuskan konsep dan skema yang utuh yang
mampu menjawab persoalan, baik di saat darurat, maupun situasi normal.
Tindakan darurat adalah menyelamatkan kehidupan rakyat, dengan
ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat, dengan membuka lahan
baru, memanfaatkan lahan kosong, serta intensifikasi lahan yang sudah
ada, dengan melibatkan tenaga kerja yang ter PHK.
Sebagai negara agraris yang subur dan maritim yang luas mustahil bahwa
kita akan kekurangan bahan pangan.
Saudara-saudaraku,
Banyak orang menyatakan bahwa Pancasila sudah final, tetapi sudah sejauh
apa pelaksanaanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
Problem pelaksanaan Pancasila itu justru berada di tingkat elit. Elit
politik seringkali memanipulasi Pancasila untuk mengamankan
perselingkuhan mereka dengan sistem yang bertentangan dengan Pancasila,
indikatornya adalah produk UU yg cenderung bertentangan dengan Pancasila.
Ada yang memanfaatkan Pancasila hanya untuk menutupi kepentingan
kelompok, golongan dan individu.
Ada juga yang berpandangan Pancasila sebagai alat perekat persatuan saja.
Saudara-saudaraku,
Di saat gelombang besar menerjang kehidupan…… masyarakat dan juga negara
sedang bertarung mempertahankan hidup, perlu satu terobosan untuk
menyelamatkan kehidupan serta membangun kembali Indonesia.
Ini momentum untuk meninggalkan alam lama yang menindas, yang rakus,
curang, yang menyebabkan kemiskinan, kesenjangan, pembodohan,
polarisasi, kebencian, kekerasan.
Modernisasi ala Kapitalisme terbukti telah gagal membangun keadilan,
kesejahteraan dan perdamaian dunia.
Dengan segenap kekuatan yang kita miliki, mari kita bangkit, bangun
tatanan baru. Satu tatanan yang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan,
Kemanusiaan, Persaudaraan, Keadilan, Kemakmuran dan Perdamaian.
Tatanan yang menjadikan masyarakat banyak sebagai tulang punggung
ekonomi nasional dalam bentuk koperasi dan UKM, selain BUMN dan Swasta
Nasional.
Itu yg kami namakan sebagai membangun dunia kembali dengan filosofi,
dasar dan bintang arah Pancasila.
Saudara-saudaraku,
Di tengah kesenjangan sosial yang sangat tajam, kekayaan hanya
tersentralisasi kepada segelintir orang, jangan ada individu atau
kelompok manapun yang merasa dirinya paling Pancasilais.
Dan jangan sekali-kali menjadikan Pancasila sebagai alat politik
kekuasaan semata dan mempersempit makna Pancasila sebagai alat persatuan
yang kaku dan semu, karena Pancasila sebagai dasar dan bintang arah
Bangsa Indonesia, adalah kekuatan untuk menyatukan dan sekaligus
mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
Karena Pancasila milik seluruh bangsa Indonesia, bahkan ke depan bisa
saja menjadi bintang penunjuk arah bagi umat manusia di seluruh dunia
untuk membangun kehidupan yang damai.
Untuk itu kami memiliki pandangan sebagai berikut :
Pertama, untuk keluar dari kegentingan saat ini, musyawarah mufakat
adalah prinsip yang harus selalu dijunjung tinggi, saat ini ada
kemendesakan melaksanakan konsensus nasional, untuk menegaskan kembali
Pancasila sebagai filosofi, dasar, bintang arah bangsa Indonesia dalam
mencapai tujuannya, yaitu masyarakat yang adil makmur.
Kedua, Pancasila sebagai dasar negara sudah final, tidak relevan untuk
diperdebatkan lagi, tetapi tafsir tunggal terhadap Pancasila akan
bertentangan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan demokrasi,
karena pada hakekatnya Pancasila juga bersifat dinamis.
Ketiga, setiap warga negara memiliki hak untuk berpolitik dengan
menjadikan sila Pertama, sila Kedua, sila Ketiga, sila Keempat maupun
sila Kelima dari Pancasila menjadi azas perjuangannya, selama dilakukan
dengan cara demokratis, konstitusional dan tidak keluar dari konsensus
nasional Pancasila sebagai dasar negara, seperti yang termaktub dalam
Preambule UUD 1945.
Keempat, harus ada kesepahaman bahwa sistem liberal kapitalistik secara
filosofis, idiologis dan secara ekonomi politik bertentangan dengan
Pancasila.
Kelima, merumuskan arah pembangunan nasional, sebagai haluan negara,
yang sesuai dengan Pancasila.
Keenam, Penyusunan kembali Konsep Kepemimpinan Nasional yang kuat dan
mandiri.
Saudara-saudaraku,
Dunia terus bergerak, zaman terus berubah, kami kaum muda Indonesia,
merasa berkewajiban untuk menyumbangkan pemikiran dan tenaga kami demi
kemajuan, kebahagiaan serta kedamaian hidup umat manusia.
Mari dengan Pancasila, kita sampaikan ke dunia bahwa di antara batas
negara, batas kepercayaan dan bangsa, demi ketentraman hidup, ada
nilai-nilai kehidupan yang harus dijunjung tinggi secara bersama-sama,
yaitu Kemanusiaan, Keadilan, Persaudaraan. Agar tercipta perdamaian dunia.
BHINEKA TUNGGAL IKA, TAN HANA DHARMA MANGRWA.
BANGUN PERSATUAN NASIONAL
WUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
MENANGKAN PANCASILA
SALAM RAKYAT ADIL MAKMUR
Wassalamu’alaikum WR. WB