Obyek Wisata Lembah Fenglingu di Kabupaten Otonom Etnis Manchu
2020-08-08 18:22:21
http://indonesian.cri.cn/20200808/b16167a4-b907-c603-fa23-3b777526cbfc.html
Obyek Wisata Lembah Fenglingu di Kabupaten Otonom Etnis Manchu_fororder_8
Lembah Fenglingu di Kabupaten Otonom etnis Manchu Hengren adalah sebuah
taman dengan hutan belantara dan gunung tinggi, di sana terdapat
hamparan rerumputan subur dan sungai yang malang melintang. Suhu udara
rata-rata daerah ini hanya berkisar pada 23 derajat Celsius.
“Ketika saya masuk kerja di sini pada 1981, penebangan pohon dilakukan
setiap hari, dan merasa hal itu sangat normal. Sekarang tidak tega
melihat sebatang pohon yang jatuh,” demikian dituturkan Li Hongsheng
pada pagi 26 Juli 2020 ketika melakukan patroli di hutan Li Hongsheng
adalah seorang pelindung hutan konservasi yang berusia 58 tahun.
Pada 8 tahun yang lalu, hutan sini adalah tempat utama penghasil kayu di
kabupaten Hengren. Pohon demi pohon ditebang, namun gaji bulannya hanya
sebesar 1.500 yuan. Sekarang daerah ini diubah menjadi obyek wisata atau
taman hutan kelas 4A yang dikunjungi banyak turis setiap tahun.
“Pekerjaan ini lumayan, tidak melelahkan, tapi gajinya berkali lipat,”
kata Pak Li.
“Dulu kami hanya tahu menebang pohon. Setiap tahun sebanyak 8000 batang
pohon yang ditebang. Akhirnya hutan belantara ditebang habis, dengan
gajinya sayup-sayup.”
Dulu 80 persen keluarga di sekitarnya adalah keluarga miskin dengan gaji
bulanannya hanya ratusan yuan.
Pada 2002, kabupaten Hengren memberhentikan usaha penebangan pohon untuk
tujuan komersial.
Perubahan terjadi sejak Wang Ligong dilantik sebagai Direktur Jawatan
Kehutanan Kabupaten Hengren. Atas sarannya, hutan belantara dijadikan
tempat konservasi dan taman hutan.
Sejak itulah penghijauan dilakukan secara besar-besaran di pegunungan.
Dibangun pula jalan dan tempat parkir tanpa merusak hutan.
Pada 6 September 2013, Taman Hutan dengan namanya Lembah Fenglingu resmi
dibuka dengan penghasilannya pada tahun itu mencapai 2 juta yuan. Sejak
Taman Fenglingu diresmikan sebagai obyek wisata tingkat nasional kelas
4A, semakin banyak wisatawan yang tertarik ke sini, sehingga
penghasilannya meningkat berkali lipat. Hingga 2019, pendapatan yang
diperoleh taman ini sebesar 53 juta yuan.
Perkembangan taman itu juga membawa perkembangan daerah di sekitarnya.
Beberapa tahun yang lalu, Desa Xiangyang dan Desa Heping di sekitarnya
masih diidentifikasi sebagai dua desa termiskin, namun sekarang warga di
kedua desa itu sudah menjadi kaya dengan terdorong industri pariwisata.
Pada 2019, dari 1801 warga setempat terdapat 1.243 orang yang terlibat
dalam usaha pariwisata setempat. Pendapatan per kapita seluruh desa pada
2013 mencapai 23 ribu yuan dari 5000 yuan semula.
Menurut keterangan, pada 2019, total 23 desa miskin melakukan kerja sama
dengan obyek wisata Taman Fenglingu. Penghasilan yang diperoleh
desa-desa itu sebesar 633 ribu yuan, dengan 838 orang dari 419 keluarga
mendapat manfaat. Pada 2020, ditambah lima kecamatan yang melakukan
kerja sama dengan taman tersebut, dengan total dana pengentasan
kemiskinan sebesar 21,36 juta yuan. Diperkirakan sebanyak 1000 kepala
keluarga akan mendapat keuntungan dari kerja sama tersebut.
Selain itu, taman Fengligu masih berencana memperluas kerja samanya
dengan semakin banyak desa yang miskin, dengan harapan memberikan
manfaat kepada semua penduduk miskin di daerah di sekitarnya.