Simak, Alunan Gitar yang Sentuh Hatimu
http://indonesian.cri.cn/20200809/9d79b82c-b11f-2ea6-e489-648cac817009.html
2020-08-09 16:31:22
Lagu yang dilantun anak-anak ini berjudl Kampung Halaman. Walaupun
dinyanyikan dalam bahasa Tibet, tapi menarik juga, bukan? Anak-anak yang
ikut serta dalam pertunjukan adalah siswa di Sekolah Menengah Kabupaten
Saga, Kota Shigatse, Tibet.
Kota Shigatse adalah sebuah kota kuno yang terletak di dataring tinggi
pada 4468 meter di atas permukaan laut. Sekolah Shigatse ini membuka
pengajaran kepada 41 kelas yang berada di 3 tingkat, dengan tenaga
gurunya 166 orang dan muridnya sebanyak 2059 orang.
Di perpusataan sekolah, seorang siswa bernama Minzhuo tengah membaca
buku secara daring. Ia mengatakan, ke depannya ia mau menjadi seorang
guru untuk mengajar mata kuliah bahasa Inggris. Guru yang mengajar
bahasa Inggris di sekolah itu, Dawa Ciren mengatakan, semua kelas di
sekolahnya, baik di tingkat I, II dan III telah membuka kuliah bahasa
Inggris. Tujuannya adalah mendidik sejumlah siswa yang berpengaruh di
sosial agar bisa melangkah maju ke dunia pada masa depan.
Di ruang kelas untuk pendidikan ilmiah, beberapa anak tengah bertugas
sebagai relawan pemandu. Siswa bernama Pubu Zhenla yang berada di
tingkat III tengah memberikan keterangan tentang/Brachistochrone
Problem//./Sebelum diadakan uji coba, kita tentu tidak tahu mengapa bola
kecil di jalur ini paling awal bergulir ke bawah. Mari kita melihatnya.
Mengapa bola kecil di jalur tengah ini pertama bergulir ke titik paling
bawah? Itulah apa yang disebut Brachistochrone Problem, yang mahir
dikuasai oleh tukang zaman kuno dalam pembangunan gedung. Dengan
perancangan serupa, droplet air hujan akan tergulir dari atap rumah
dengan kecepatan tertinggi. Demikian pemaparan pemandu cilik tersebut.
Guru untuk mata kuliah Etika dan Hukum, Cilamu mengatakan, “Sekarang
kami memiliki fasilitas pengajaran yang memuaskan. Suasana pun lumayan.
Saya suka bekerja di sekolah ini, dan rela mencurahkan semua kekuatan
saya di sini.”
Kuil Saga di sekitar Sekolah Menengah Kabupaten Shigatse adalah sebuah
kuil utama aliran Saga agama Buddha dengan sejarahnya dapat dilacak
hingga seribu tahun yang lalu. Dengan koleksi buku dan lukisan dinding
yang indah, kuil ini juga diberikan predikat sebagai “Dunhuang Kedua”.
Sekolah menengah ini membuka banyak klub yang membidangi kebudayaan
tradisional untuk diikuti oleh para siswa.
Solong Duoji adalah seorang guru yang mengajar seni rupa. Ia tamat dari
Universitas Tibet. Ia pandai melukis lukisan khas Tibet. Pada 2019, ia
memimpin siswa menciptakan lukisan dinding Kampung Halaman. Ia
mengatakan harapannya adalah mewariskan sejarah dan kebudayaan Tibet
secara turun-temurun melalui bentuk keseneian. Ia ingin memberitahukan
kepada anak-anak bahwa itulah warisan yang dibanggakan.
Etnis Tibet adalah etnis yang pandai menyanyi dan menari. Ketika membawa
iring-iringan tari dan lagu, tentu tak terpisahkan dari permainan
alat-alat musik, misalnya Zhanianqin, yang menurut anak-anak telah
mendatangkan banyak kegembiraan kepada mereka.
Sekolah di kabupaten Shigatse ini berusaha membuka semakin banyak kulaih
yang berciri khas etnis Tibet. Hal ini telah meningkatkan kegairahan
para siswa untuk belajar kebudayaan ulung etnisnya.
Wajah Senyum Warga Tibet
2020-08-09 15:53:03
*Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200806_IMG_2558.JPG*
Ini adalah Biara Tashilhunpo di Kota Shigatse , seorang anak yang
berlalu tiba-tiba senyum di hadapan kamera wartawan kami.
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200806_IMG_2555.JPG
Kecamatan Payang, Shigatse, pernah mengalami kerusakan besar dalam gempa
dahsyat Nepal pada 24 April 2015. Saat ini, beberapa gadis bermain
dengan wartawan kami di depan rumah yang baru dibangun pasca gempa.
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200725_IMG_1735.JPG
Yang Maolu, berasal dari Provinsi Shaanxi, dia menanam labu seberat 100
kilo di daerah Ali yang ketinggian di atas 4500 meter dari permukaan laut.
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200806_IMG_2556.JPG
Tashi adalah seorang peternak di Basis Peternakan Domba Qomolangma,
Kabupaten Dingri, Shigatse. Domba Tibet selalu makan rumput herbal,
sistem kelenjar keringat domba dan sapi di dataran tinggi lebih rendah
dari pada hewan di dataran rendah, maka dagingnya tidak berbau.
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200806_IMG_2561.JPG
Sepasang kekasih di Istana Budala, Lahsa, inilah cinta kasih sewajarnya
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200806_IMG_2554.JPG
Satu Keluarga yang berziarah ke Danau Maphamgyumtsho, satu dari tiga
danau suci dalam Agama Budha Tibet. Bapak Laba mengatakan, ini ketiga
kalinya dia datang di Maphamgyumtsho, sangat gembira.
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200727_IMG_1948.JPG
Di kaki Gunung Dewa Gunung Kangrinboqe, penduduk etnis Tibet yang
berziarah menari bersama.
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_20200728_IMG_2017.JPG
Ini Nenek berusia 90 tahun di samping Biara Kejia, Kabupaten Pulan,
Daerah Ali.
Muka Senyum Penduduk Tibet_fororder_IMGL5231.JPG