Hasto: Pilkada momentum kepala daerah bantu warga terdampak COVID-19
Minggu, 9 Agustus 2020 23:18 WIB
Hasto: Pilkada momentum kepala daerah bantu warga terdampak COVID-19
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam diskusi daring Taruna
Merah Putih (TMP) bertema "Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19", Jakarta,
Minggu (9/8/2020). (ANTARA/HO-DPP PDIP)
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto
Kristiyanto menyatakan pilkada serentak 2020 adalah momentum bagi para
calon kepala daerah menunjukkan komitmen dan pikirannya membantu
masyarakat menghadapi pandemi covid-19.
"Pilkada juga momentum untuk mendorong belanja yang saat ini menjadi
concern terkait penurunan ekonomi salah satunya dipicu penurunan
konsumsi domestik," kata Hasto dalam diskusi daring Taruna Merah Putih
(TMP) bertema "Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19", Jakarta, Minggu malam.
Menurut Hasto, pihaknya mendukung sikap Pemerintah dan DPR yang tetap
melaksanakan pilkada serentak 2020 di tengah desakan penundaan akibat
pandemi COVID-19.
Sebab bagi PDIP, lanjut dia, pilkada adalah pematangan demokrasi
sehingga rakyat bisa memilih siapa pemimpinnya.
Di sisi lain, harus diakui bahwa melaksanakan pilkada di tengah pandemi
covid adalah bukan perkara mudah. Namun justru karena pandemi itu pula,
maka periodisasi kepemimpinan di daerah tak boleh ditunda.
"Rakyat harus mendapatkan kepastian. Tak boleh pemimpin daerah kosong
karena pilkada ditunda. Maka PDI Perjuangan mendorong pilkada harus
dilaksanakan. Karena itulah jawaban kita atas rakyat," kata Hasto dalam
keterangan tertulisnya.
Sehingga pilkada adalah ujian bagi para calon kepala daerah untuk
menunjukkan komitmen dan kedisiplinannya dalam menghadapi pandemi
COVID-19. Mereka harus mampu menyajikan kepada rakyat apa saja solusi
yang mereka miliki sebagai jawaban atas berbagai permasalahan rakyat
akibat dampak pandemi.
"Jadi pilkada ini sekaligus momen bagaimana calon kepala daerah memiliki
agenda prorakyat terkait isu sosial, ekonomi, dan lain-lain," ujar pria
kelahiran Yogyakarta itu.
Hasto mengatakan pandemi COVIDd-19 telah menyebabkan kesulitan berkaitan
dengan banyaknya pengangguran dan peningkatan kemiskinan. Semua
mengetahui Pemerintahan Jokowi terus mengambil langkah komprehensif
sehingga negara hadir membantu rakyat.
Oleh karena itu, tambah dia, pilkada ini menjadi momentum bagi para
calon kepala daerah untuk mendorong agenda perubahan struktural di dalam
kehidupan perekonomian rakyat.
*Baca juga:PDIP kembali umumkan pasangan calon Pilkada 2020 pada 11
Agustus
<https://www.antaranews.com/berita/1658154/pdip-kembali-umumkan-pasangan-calon-pilkada-2020-pada-11-agustus>*
Sementara itu, Pengamat Politik dari Indikator Indonesia Burhanuddin
Muhtadi mengatakan bahwa dirinya setuju jika pelaksanaan pilkada
serentak memang bisa memiliki dampak baik terkait pembelanjaan domestik
yang meningkat.
Namun di sisi lain, 63 persen responden dari survei Indikator Indonesia
menunjukkan mereka masih berpikir pilkada harus ditunda.
Burhanuddin sendiri mengatakan pilkada masih memungkinkan dilaksanakan
tahun ini, namun dengan sejumlah catatan.
Pertama, Pemerintah, DPR, serta lembaga penyelenggara pemilu harus
menunjukkan sinyal solid, bahwa apa yang dihadapi dalam kondisi covid
ini bisa dimitigasi dengan protokol kesehatan ketat.
"Jadi ketika ada pelanggaran disiplin dan sanksi, harus tegas. Apalagi
sudah ada Inpres 6/2020. Dengan begitu, dari responden yang meminta
penundaan, bisa merubah pikirannya," kata Burhanuddin.
*Baca juga:Pakar politik: Pilkada Surabaya sebaiknya ada calon perempuan
<https://www.antaranews.com/berita/1658146/pakar-politik-pilkada-surabaya-sebaiknya-ada-calon-perempuan>
Baca juga:KPK ingin Pilkada 2020 berjalan adil tanpa politik uang
<https://www.antaranews.com/berita/1653730/kpk-ingin-pilkada-2020-berjalan-adil-tanpa-politik-uang>
Baca juga:Golkar fokuskan Sulawesi sebagai basis pemenangan wilayah
timur
<https://www.antaranews.com/berita/1658338/golkar-fokuskan-sulawesi-sebagai-basis-pemenangan-wilayah-timur>*
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ruslan Burhani