*Tentu bisa saja akan lolos, tetapi apakah lolos tanpa beban ataukah dengan
beban berat, sepeti hutang dan  pengangguran besar untuk diatasi ?*

https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/21441/stafsus_presiden_optimistis_indonesia_lolos_dari_resesi


Stafsus Presiden Optimistis Indonesia Lolos dari ResesiSenin , 10 Agustus
2020 | 11:50

AKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Arif Budimanta optimistis
Indonesia bakal lolos dari resesi ekonomi, jika pada kuartal III 2020, laju
ekonomi domestik bisa kembali bergerak ke zona positif, seperti yang
terjadi di kuartal I 2020.

“Indonesia masih bisa menghindari resesi jika pertumbuhan ekonomi kita pada
kuartal III ini secara tahunan (y-o-y) dapat mencapai nilai positif,” ujar
Arif di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Menurut Arif, laju ekonomi negatif pada kuartal II 2020 telah diprediksi
sebelumnya sebagai konsekuensi dari adanya pandemi COVID-19, yang
menyebabkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Di kuartal III, Arif meyakini, Indonesia berpeluang membawa laju Produk
Domestik Bruto (PDB) ke level positif setelah bergeraknya lagi aktivitas
perekonomian dengan protokol adaptasi kebiasaan baru.

“Pertumbuhan negatif atau kontraksi ekonomi ini tidak hanya terjadi di
Indonesia, hampir seluruh negara mengalami hal serupa bahkan dengan
kontraksi yang lebih tajam seperti yang terjadi di Uni Eropa dengan -14,4
persen, Singapura -12,6 persen, Amerika Serikat -9,5 persen, Malaysia -8,4
persen,” ujar dia.

Menurut Arif, hal itu menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia relatif lebih
baik dibandingkan dengan beberapa negara lain, karena sejak awal Presiden
Joko Widodo menginstruksikan penerapan kebijakan kontra-siklus (counter
cyclical) untuk mendorong ekonomi domestik, khususnya konsumsi masyarakat
agar tidak terjadi kontraksi lebih dalam.

Pada Juli 2020 atau awal kuartal III 2020, Arif menyebut sudah ada
sinyalemen pemulihan ekonomi, yang tercermin dari kinerja industri
manufaktur dan pertumbuhan kredit perbankan. Oleh karena itu jika momentum
pemulihan bisa terus berlanjut, maka di kuartal III 2020, ekonomi Indonesia
bisa segera pulih.

“PMI (Prompts Manufacturing Index) yang meningkat dari 39,1 pada bulan Juni
menjadi 46,9 pada bulan Juli dan diharapkan bulan ini sudah bisa di atas
50. Demikian juga pertumbuhan kredit perbankan yang mulai ada tanda
perbaikan pada bulan Juli lalu,” ujar dia.

Istana memandang potensi ekonomi dalam negeri harus terus dioptimalkan
untuk dapat menopang perekonomian agar dapat tumbuh positif. Konsumsi
masyarakat, belanja pemerintah maupun investasi domestik harus digencarkan
agar roda-roda perekonomian dapat bergerak.

“Inilah yang juga menjadi concern (perhatian) Presiden agar stimulus yang
ada dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) segera dilakukan,
bantuan sosial, program padat karya, bantuan pembiayaan, dan stimulus
lainnya akan dilakukan dengan cepat, agar masyarakat dan pelaku usaha
segera merasakan manfaatnya dan Indonesia terhindar dari ancaman resesi
ekonomi,” ujarnya. *(E-3)*

Kirim email ke