Kemenlu Tiongkok:
Membangun Bersama Dunia Pasca Wabah Yang Damai, Stabil, Terbuka,
Pluralistik,
dan Bekerja Sama demi Menang Bersama
http://indonesian.cri.cn/20200811/fcb64c3b-f9f6-70e5-8aba-393cd9e7d966.html
2020-08-11 11:01:58
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa
pers yang digelar di Beijing kemarin (10/08) memaparkan kerja titik
berat diplomasi Tiongkok yang akan difokus pada tahap selanjutnya.
Dikatakannya, Tiongkok akan bersama berbagai negara di dunia dengan
aktif memperluas jalan pergaulan diplomatik, meningkatkan koordinasi
kebijakan makro, berkerja sama menangani resesi ekonomi global,
membangun bersama suatu dunia pasca wabah yang damai, stabil, terbuka,
pluralistic dan bekerja sama demi menang bersama, bergandengan tangan
mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.
Zhao Lijian mengatakan, sejak tahun ini, wabah Covid-19 merebak di
seluruh dunia, menimpa dunia di segala aspek. Diplomasi Tiongkok dengan
sekuat tenaga melayani pencegahan dan pengendalian serta pemulihan
ekonomi dalam negeri. Tiongkok memprakarsai pembangunan komunitas
kesehatan umat manusia, dengan tegas membela kedaulatan, keamanan dan
kepentingan negara, berupaya mempraktekkan asas tujuan diplomasi
mengabdi rakyat. Tiongkok selalu berpegang teguh pada kebijakan
diplomatik yang independen,mandiri dan damai, selalu menjadi pembangun
perdamaian dunia, kontributor dalam pembangunan dunia dan pemelihara
tata tertib internasional.
Menanggapi kerja titik berat diplomasi Tiongkok tahap selanjutnya, Zhao
Lijian mengatakan, Tiongkok akan lebih lanjut meningkatkan kerja sama
internasional di bidang pencegahan dan pengontrolan wabah, dengan aktif
menjajaki pembentukan mekanisme pencegahan dan pengontrolan bersama
dengan berbagai negara, mengadakan kerja sama di bidang penelitian dan
produksi obat-obatan dan vaksin, menyediakan bantuan dalam batas
kemampuan dirinya kepada negara yang membutuhkannya, mendorong
penanganan kesehatan publik global. Tiongkok akan lebih aktif
mengantisipasi reformasi dan penyempurnaan pengelolaan dunia,
mengembangkan peranaan inti PBB, menaati undang-undang international dan
patokan pokok hubungan internasional, bergandengan tangan dengan
berbagai negara memajukan pembangunan komunitas senasib sepenanggungan
umat manusia.
Zhao Lijian menyatakan, Tiongkok dengan tegas menentang hegemonisme dan
politik kekuasaan, berdasarkan semangat tidak berkonfrontasi, saling
menghormati, dan bekerjas sama demi menang bersama, bersedia bersama
Amerika Serikat membangun hubungan Tiongkok-AS yang koperatif, bekerja
sama dan stabil.
Media Asing: Program “Jaringan Bersih” AS Memecahbelahkan Internet Global
http://indonesian.cri.cn/20200811/41468fe7-195f-7182-f8f3-2b15eebbd28b.html
2020-08-11 14:02:50
Isu Amerika Serikat (AS) melarang operasional aplikasi media sosial Tik
Tok di AS terus mengamuk. Belakangan ini, Presiden AS Donald Trump
menandatangani perintah administratif untuk melarang individu atau
perusahaan AS melakukan transaksi apapun dengan Wechat beserta Tencent
setelah 45 hari printah tersebut ditandatangani. Sementara itu, Menteri
Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan akan mengintensifkan pelaksanaan
Program Jaringan Bersih agar mencapai tujuan apa yang disebut
“pemeliharaan keamanan harta benda Amerika Serikat”. Tindakan AS
tersebut disangsikan oleh masyarakat internasional.
Media Asing: Program “Jaringan Bersih” AS Memecahbelahkan Internet
Global_fororder_0811微信2
Bloomberg AS berpendapat, Tiongkok merupakan salah satu pasar yang
paling penting bagi perusahaan Apple yang menanam modal besar di pasar
Tiongkok , maka Apple akan sangat tertimpa oleh perintah pelarangan
Wechat oleh Donald Trump.
Media Asing: Program “Jaringan Bersih” AS Memecahbelahkan Internet
Global_fororder_0811微信1
Bloomberg AS berpendapat, Wechat adalah kunci kehidupan digitalisasi
Tiongkok. Perintah Trump tersebut akan melarang semua transaksi terkait
Wechat, sehingga pengguna Apple tidak bisa download Wechat dari App
Store dan menggunakannya.
Kalau tanpa Wechat, konsumen di Tiongkok dan daerah lain di Asia mungkin
tidak ingin membeli lagi ponsel Apple. Suatu hasil polling menunjukkan,
proporsi yang melepaskan ponsel Apple atau Wechat adalah 20:1.
Bloomberg berpendapat, karena Donald Trump selalu menyangkal apa yang
dikatakannya dulu, dan perintah administratif tersebut akan berlaku 45
hari kemudian, dan masih terdapat banyak masalah yang tak terselesaikan,
maka dalam kurun waktu ini, perubahan mungkin akan terjadi lagi
sewaktu-waktu.
Bloomberg akhirnya menganalisa, bahwa kalau perintah administratif
tersebut terlaksana, sedangkan Apple tidak mampu menyelesaikan
masalahnya, jadi konsumen Tiongkok mungkin pindah memilih ponsel cerdas
lokal tingkat tinggi, misalnya Huawei. oleh Karena itulah, yang akhirnya
beruntung adalah perusahaan lokal Tiongkok.
BBC Inggris melaporkan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan,
AS akan melaksanakan program Jaringan Bersih, dengan mengeluarkan
perusahaan Tiongkok dari jaringan internet AS. Tokoh-tokoh mengkritik
bahwa, apa yang disebut Program Jaringan Bersih AS itu akan mendatangkan
lebih banyak pembatasan terhadap jaringan internet global, yang akhirnya
akan terpecah belah, bukanlah jaringan internet yang terbuka dan tanpa
batas negara.
Sementara itu, masalah Program PRISM Amerika Serikat yang terjadi
beberapa tahun yang lalu dibincang-bincang pula oleh sejumlah tokoh
Eropa, pemerintah AS dituding sebagai penjahat yang selalu memantau
seluruh dunia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin menyatakan,
segelintir politikus AS termasuk Pompeo berkali-kali sewenang-wenang
menggunakan kekuatan negaranya untuk menghantam perusahaan teknologi
tinggi Tiongkok dengan dalih memelihara keamanan negara. pemerintah
Tiongkok menentang keras tindak laku Amerika Serikat tersebut. Perbuatan
AS tersebut sama sekali tidak mempunyai bukti apapun, sama sekali adalah
penodaan dengan maksud jahat dan manipulasi politik, pada hakekatnya
ditujukan untuk memelihara status monopoli teknologi tingginya, sama
sekali melanggar prinsip pasar dan prinsip ekonomi dan perdagangan
internasional, secara serius mengancam keamanan rantai produksi dan
rantai suplai global, adalah perubatan hegemonis yang tipikal. Dirinya
AS serba kotor, malah menguak-uak isu apa yang disebut “Jaringan
Bersih”. Perbuatan ini sangat tidak masuk akal dan merupakan lelucon melulu.