Indonesia-China fokuskan diplomasi TTI
Rabu, 19 Agustus 2020 06:40 WIB
Indonesia-China fokuskan diplomasi TTI
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun (kanan) bertemu Wakil
Presiden China Gezhouba Group Internasional Engineering Co Ltd, Hu Peng,
di Beijing pada pertengahan Mei 2020. Gezhouba merupakan BUMN China yang
telah mengerjakan 12 proyek pembangunan di Indonesia sejak tahun 2006,
termasuk pembangkit listrik di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan
Kalimantan Barat. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Ini bagian upaya kami untuk mendukung tugas Tim Percepatan Pemulihan
Ekonomi (TPPE) yang dibentuk Kementerian Luar Negeri kita,
Jakarta (ANTARA) - Hubungan Indonesia dengan China lebih difokuskan
kepada diplomasi ekonomi untuk tiga sektor, yakni perdagangan,
pariwisata, dan investasi (TTI) dengan memanfaatkan berbagai peluang
yang ada.
Kemitraan dagang dan investasi antara Indonesia dan China menunjukkan
adanya pemulihan di tengah pandemi global COVID-19 yang masih
berlangsung. Hanya sektor pariwisata yang sampai saat ini belum
menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
"Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif dan Bali Tourism Board terus melakukan promosi
pariwisata Indonesia, antara lain dengan menyiapkan materi promosi
digital Work from Bali dan mempersiapkan destinasi wisata dengan
protokol kesehatan," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun
kepada ANTARA, Rabu.
*Baca juga:Investasi China di Indonesia meroket, defisit perdagangan
melebar
<https://www.antaranews.com/berita/1254740/investasi-china-di-indonesia-meroket-defisit-perdagangan-melebar>
Baca juga:Ningbo tawarkan ruang promosi kepada Indonesia
<https://www.antaranews.com/berita/1132147/ningbo-tawarkan-ruang-promosi-kepada-indonesia>*
Ia menyebutkan pada semester I/2020, kunjungan wisatawan asal China ke
Indonesia melalui berbagai pintu masuk hanya 202.204 orang atau menurun
80,74 persen dibandingkan semester I/2019.
Dalam dua bulan terakhir, sektor pariwisata di China sudah mulai
menggeliat. Demikian pula dengan kegiatan MICE, termasuk pameran sudah
mulai banyak digelar secara langsung. Terakhir, pameran mobil berskala
internasional digelar di Wuhan yang dikunjungi ribuan orang per hari
dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Perubahan cara hidup masyarakat dalam situasi pandemi ini sebenarnya
membuka peluang kerja sama baru Indonesia-Tiongkok," kata Dubes.
Kedutaan Besar RI di Beijing juga telah beberapa kali mengadakan
kegiatan diplomasi ekonomi di bidang TTI dengan memanfaatkan platform
digital dan/influencer/.
"Ini bagian upaya kami untuk mendukung tugas Tim Percepatan Pemulihan
Ekonomi (TPPE) yang dibentuk Kementerian Luar Negeri kita," ujarnya.
KBRI Beijing, lanjut dia, juga mendorong peningkatan kerja sama di
bidang ekonomi digital dan industri bernilai tambah, khususnya di sektor
kesehatan dan kendaraan listrik.
Indonesia juga merintis dan menjalin kerja sama e-dagang, teknologi
keuangan, dan infrastruktur digital dengan perusahaan-perusahaan
terkemuka di China, seperti ByteDance, Meituan Inc, Alibaba Ant
Financial, Jumore, JD.com, Baidu Inc, dan Tencent Holdings Ltd.
"Saat ini sudah ada lima unicorn dan satu decacorn di Indonesia yang
sebagian di antaranya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan
Tiongkok," kata Djauhari.
Seperti diberitakan ANTARA sebelumnya, pada paruh pertama tahun ini
total perdagangan kedua negara telah mencapai 35,6 miliar dolar AS
(Rp527 triliun).
Beberapa produk unggulan Indonesia mencatat kenaikan nilai ekspor ke
China secara signifikan, seperti batubara, besi dan baja, sarang burung
walet, ikan beku, buah tropis, buah dalam kemasan, ikan kalengan,
sepatu, perkakas rumah tangga, kayu olahan, dan elektronik.
China masih kukuh di peringkat kedua sebagai negara asal investasi asing
terbesar di Indonesia setelah Singapura pada periode tersebut dengan
nilai 2,4 miliar dolar AS (Rp35,5 triliun) atau naik 9 persen
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
*Baca juga:Terdampak COVID-19, China yakin hubungan ekonomi dengan
Indonesia kuat
<https://www.antaranews.com/berita/1469385/terdampak-covid-19-china-yakin-hubungan-ekonomi-dengan-indonesia-kuat>
Baca juga:Perdagangan global China turun, impor dari Indonesia justru
naik
<https://www.antaranews.com/berita/1342306/perdagangan-global-china-turun-impor-dari-indonesia-justru-naik>*
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto