Peninjauan Xi Jinping di Anhui
http://indonesian.cri.cn/20200819/e4a39dbf-3ae2-985d-b559-b631cc47a79a.html
2020-08-19 17:10:36
Presiden Xi Jinping mulai mengadakan peninjauan di Provinsi Anhui,
Tiongkok pada 18 Agustus lalu yang tertimpa bencana banjir. Xi Jinping
meninjau di Sungai Huaihe dengan mendatangi di Bendungan Wangjiaba. Xi
Jinping juga menengok masyarakat dan menyatakan simpati kepada penduduk
setempat yang mengalami bencana banjir.
“Saya rindu pada massa yang tertimpa bencana banjir”
Data statistik menunjukkan, hingga akhir bulan Juli lalu, bencana banjir
mengakibatkan sebanyak 54,81 juta orang di 27 provinsi, kota dan daerah
terdampak, dengan kerugian ekonomi mencapai 144,4 miliar Yuan. Xi
Jinping baru-baru ini menekankan, penanggulangan bencana berkaitan
langsung dengan keselamatan jiwa dan keamanan harta rakyat, berkaitan
dengan ketahanan bahan pangan dan keamanan negara.
Peninjauan Xi Jinping di Anhui_fororder_xkct3
Peninjauan Xi Jinping di Anhui_fororder_xx1
Kemarin sore, Xi Jinping datang di Zhuangtai Xitianpo, Mengwa untuk
menengok massa yang mengalami bencana air. Massa memberitahukan Xi
Jinping, air minum, listrik dan barang sehari-hari terjamin di masa
kebanjiran. Saat ini, bencana air telah berlalu, mereka sedang menanam
tanaman yang baru. Xi Jinping dengan gembira mengatakan, saya selalu
merindukan massa di daerah bencana, ketika melihat kehidupan dan
pekerjaan anda sekalian aman dan berharapan, saya merasa lega hati.
Ketika melihat jalan di Zhuangtai yang bersih, kehidupan petani yang
teratur, Xi Jinping mengatakan, dalam proses perjuangan melawan bencana,
bangsa Tionghoa telah berjuang ribuan tahun lamanya, dan akan berjurang
terus. Perjuangan tidak berarti melawan alam semesta, melainkan berarti
manusia hidup secara harmonis dengan alam raga, hendaknya menaati
kodrat alam, sementara meningkatkan daya penanggulangan bencana.
*Kunjungi Pabrik: Seorang Pun Tak Boleh Absen di jalan penanggulangan
kemiskinan*
Peninjauan Xi Jinping di Anhui_fororder_xkct1
Peninjauan Xi Jinping di Anhui_fororder_xkct2
Di PT Tas dan Koper Hongliang di Kecamatan Wangjiazhen, Xi Jinping telah
meninjau pemulihan produksi pasca bencana. PT Tas dan Koper Hongliang
adalah perusahaan kepadatan tenaga kerja yang mempunyai 97 pekerja,
termasuk 48 orang yang sangat miskin. Penanggung jawab pabrik ini
mengatakan, banjir kali ini mengakibatkan perusahaannya berhenti operasi
15 hari lamanya, kerugiannya mencapai 200 ribu Yuan, tapi uang tunjangan
kepada pekerja tetap diberikan secara normal.
Tahun ini adalah tahun terwujudnya masyarakat sejahtera dan tahun
menanggulangi kemiskinan. Xi Jinping khusus meninjau pabrik di daerah
bencana untuk memperlihatkan tekad yang kukuh bahwa seorang pun tak
boleh absen di jalan penanggulangan kemiskinan.
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe
2020-08-19 17:23:57
Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Selasa kemarin (18/08) menginspeksi di
Provinsi Anhui, bagian tengah Tiongkok. Tempat pertama yang diinspeksi
oleh Presiden Xi ialah Sungai Huaihe yang disebut sebagai garis
demarkasi utara-selatan geografis Tiongkok dan penunjuk arah angin
pencegahan banjir.
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz1
Pertimbangan Jangka Panjang Presiden Xi mengenai Pencegahan Bencana
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz2
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz3
Tempat pertama yang diinspeksi oleh Presiden Xi kemarin adalah Bendungan
Wangjiaba yang dijuluki “bendungan pertama Sungai Huaihe”. Bendungan
Wangjiaba yang terletak di titik demarkasi bagian hulu dan tengah Sungai
Huai selesai dibangun pada tahun 1953.
Titik permukaan air setinggi 29,3 meter adalah batas ketinggian air yang
bisa ditampung Bengungan Wangjiaba. Kalau ketinggian Sungai Huaihe
melampaui ketinggian tersebut, bendungan ini akan dibuka pintu sorongnya
untuk menyalurkan air banjir dari bagian hulu sungai ke bagian tengah
dan hilir. Sejak tahun 1954 sampai 2007, totalnya Bengungan Wangjiaba
dibuka 15 kali, dan ke-16 kali baru terjadi satu bulan lalu.
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz4
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz5
Sesudah memasuki musim banjir tahun ini, Presiden Xi berkali-kali
menginstruksikan berbagai tempat dan badan terkait untuk selalu
memprioritaskan kepentingan rakyat dan keselamatan jiwa,
mengkoordinasikan pekerjaan penanggulangan wabah dan pencegahan bencana
banjir, dengan semaksimal menjamin keselamatan jiwa dan harta benda
rakyat. Dia berpesan kepada berbagai daerah agar mengadakan persiapan
dini untuk mengantisipasi bencana banjir.
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz6
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz7
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz8
Bendungan Wangjiaba, bersiap dan berguna. Pada pukul 8:30 20 Juli lalu,
ketinggian air Bengungan Wangjiaba mencapai 29,75 meter, melampaui 0,45
meter daripada batas ketinggian air, Wangjiaba menerima perintah
pemerintah pusat untutk membuka sorong pintu bendungan. Semalam sebelum
dibukanya bendungan, 2017 orang dari 681 keluarga yang tinggal di tempat
yang rendah di Mengwa dipindahkan ke tempat aman secara darurat hanya
dalam waktu 7 jam. Sebanyak 3000 ekor ternak besar, 100 ribu unggas
serta barang-barang yang tersimpan di 15 toko juga ditampung secara
layak, dengan demikian kerugian harta benda diturunkan sampai paling
titik terendah.
Terhitung sampai pukul 13:00 tanggal 23 Juli, area penampungan banjir
telah menyimpan air sebanyak 375 juta meter kubik. Rakyat di area
penampungan banjir di Mengwa mengorbankan rumah sendiri demi keselamatan
masyarakat, inilah semangat Wangjiaba.
Pada pukul 00:00 18 Agustus, ketinggian air di sungai Huaihe menurun ke
bawah ketinggian air peringatan. Fungsi Bendungan Wangjiaba dalam
penanggulangan banjir kali ini luar biasa besar.
Presiden Xi Menginspeksi Bengkel Pengentasan Kemiskinan
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz9
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz10
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz11
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz12
Tempat Inspeksi Pertama Xi Jinping di Anhui, Sungai Huaihe_fororder_sz13
Presiden Xi Jinping selanjutnya menginspeksi Perusahaan Tas Hongliang di
Kecamatan Wangjiaba, untuk mengenal keadaan pemulihan produksi sesudah
bencana.
Perusahaan Tas Hongliang adalah bengkel pengentasan kemiskinan padat
karya yang dioperasi oleh warga setempat. Bengkel yang mempekerjakan 97
karyawan ini utamanya memproduksi koper, tas dan pakaian pelindung,
antara lain 48 orang dari keluarga miskin. Menurut keterangan, pembukaan
pintu sorong bendungan kali ini mengakibatkan perusahaannya berhenti
operasi selama 15 hari dan kerugian ekonomi melampaui 200 ribu yuan RMB,
namun subsidi pemerintah telah disalurkan kepada kaum buruh dengan
seutuhnya dan tepat pada waktu.
Liuzhou: Kudapan pinggir jalan membantu 4000 keluarga miskin terlepas
dari kemiskinan
2020-08-19 17:58:40
http://indonesian.cri.cn/20200819/2b63440a-f03e-3737-f4a9-9d356dca1e95.html
Secara berangsur-angsur, kudapan pinggir jalan “luosifen” diminati
semakin banyak pencinta kuliner dan penjualannya pun laris manis. Apa
yang disebut “luosifen” ternyata adalah semacam hidangan bakmi terbuat
dari tepung beras dengan campuran daging siput kecil. Sejak kudapan
bakmi “luosifen” menjadi laris di kota Liuzhou, Guangxi, pembudidayaan
siput pun mengalami pertumbuhan pesat. Sebagai catatan, sepanjang 2019
pembudidayaan siput di Liuzhou seluas 767 hektar, dengan produksinya
sebesar 1,5 ton. Hingga akhir Juli lalu, areal pembudidayaan siput di
Liuzhou mencapai 3.200 hektar dengan produksi diperkirakan akan mencapai
20 ribu ton dan nilai produksinya akan menembus 200 juta yuan. Kini
sebanyak 4.000 keluarga miskin terangkat dari kemiskinan setelah
terlibat dalam pemeliharaan siput air tawar.
Di pangkalan pembudidayaan percontohan ekologis seluas 21 hektar di
kecamatan Ligaozhen, para pembudidaya tengah sibuk menabur pakan ke
kolam siput. Tan Liuxian dan sekeluarganya empat orang mencari naskah
hidup dengan menggaduhkan tanah kepada orang lain untuk ditanam padi dan
dipelihara ulat sutra. Tahun lalu keluarganya dinyatakan terlepas dari
kemiskinan. Tahun ini dia dan istrinya mulai membudidayakan siput air
tawar di sawahnya sendiri untuk menambah penghasilan.
Qin Liuxian: “Setelah memotong ongkos produksi, saya bisa untung
sebanyak 10 ribu yuan setiap tahun.”
Pada beberapa tahun terakhir ini, pemerintah setempat berusaha keras
membantu para petani untuk membudidayakan siput air tawar.
Sejak pembudidayaan siput dikembangkan di Ligaozhen, daerah lain di
sekitarnya juga tertarik untuk memelihara siput untuk menambah
pendapatan petani.
Lan Jianyong, kepala pangkalan pembudidayaan ekologis Ligaozhen
mengatakan, “Kami menawarkan bibit siput kepada petani tanpa memungut
biaya, apalagi kami juga memberikan bimbingan teknis. Setelah musim
panen tiba, siput yang dipelihara petani akan kami beli secara terpusat.
Melalui pembudidayaan siput, rata-rata setiap keluarga akan mendapat
laba sebesar 4000 hingga 5000 yuan per unit seluas 666 meter persegi.