Shenzhen Peringati Genap Satu Tahun Zona Percontohan Pembangunan
 Sosialisme Berkarakteristik Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20200819/f92c43e5-5aaf-cfcb-e4fe-27e5b6b3f5f2.html
2020-08-19 13:25:59

Kota Shenzhen memperingati genap satu tahun berdirinya Zona Pionir Percontohan Pembangunan Sosialisme Berkarakteristik Tiongkok pada 18 Agustus kemarin. Sehari sebelumnya, Shenzhen mengumumkan telah selesai membangun sebanyak 46 ribu base transceiver stadion atau BTS untuk layanan telekomunikasi generasi kelima, sehingga kota Shenzhen menjadi kota pertama di dunia dengan seluruh wilayahnya tercakup layanan jaringan 5G yang beroperasi di atas dasar/networking/independen.

Sementara itu, tidak lama lagi Zona Khusus Ekonomi Shenzhen bakal merayakan hari ulang tahun ke-40 peresmiannya. Selama 40 tahun terakhir, Shenzhen selalu berperan sebagai pionir atau kota pertama di Tiongkok dalam melakukan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar. Kini kota Shenzhen sudah berkembang dari sebuah kabupaten yang terbelakang menjadi metropolitan inovasi tipe baru dan penuh dinamika. Sekarang Shenzhen kembali berangkat dalam perjalanan membangun kawasan percontohan sosialisme berkarakteristik Tiongkok.

Masyarakat masih ingat, pada Oktober 2018, pemimpin tertinggi Tiongkok, Xi Jinping, dengan bertempat di Shenzhen, mengumumkan kepada dunia bahwa Tiongkok tidak akan menghentikan langkahnya dalam perjalanan reformasi dan keterbukaan. Ia menunjukkan, “Tiongkok pasti akan memperlihatkan keajaiban yang baru yang mengagumkan dunia”. Pada Agustus 2019, Dewan Negara Tiongkok merilis dokumen tentang pemberian dukungan kepada Shenzhen dalam pembangunan Kawasan Pionir Percontohan Sosialisme Berkarakteristik Tiongkok. Boleh dikatakan, pembangunan kawasan percontohan tersebut adalah wujud konkret reformasi dan keterbukaan Tiongkok dari titik tolak yang lebih tinggi dan lebih mendalam dengan targetnya yang menjangkau jauh.

Kali ini Shenzhen tidak sekedar berperan sebagai pionir, tapi juga berkapasitas percontohan. Pada semester pertama tahun ini, produk domestik bruto (PDB) Shenzhen mengalami pertumbuhan positif yang lebih tinggi 0,1 persen daripada periode sama tahun lalu, dan merupakan kota besar pertama Tiongkok yang mewujudkan pertumbuhan positif di tengah wabah virus corona dan dampak-dampak negatif lainnya. Dengan menjajaki sebab-sebab di baliknya, kita akan semakin mudah mengerti mengapa Shenzhen dapat dijadikan kota percontohan, dan mengapa Tiongkok kembali berangkat dalam perjalanan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar.

Shenzhen melaksanakan strategi pembangunan dengan berlandaskan pada “inovasi”, yang mendongkraknya mencapai hasil-hasil yang mengagumkan. Keberhasilannya tidak hanya memberikan peluang kepada dunia untuk memantau perkembangan bermutu tinggi Tiongkok, tapi juga menyatakan bahwa “inovasi mandiri” merupakan titik terpenting dalam reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Sementara itu, Shenzhen terus memperdalam reformasi dan berusaha menciptakan iklim bisnis yang berdasarkan pasar dan tata hukum serta kelaziman internasional. Yang patut diperhatikan ialah, Shenzhen sangat mengedepankan perlindungan hak atas kekayaan intelektual. Shenzhen pantas disebut “kota percontohan” karena selalu berada di barisan depan dalam pemberian layanan administratif daring maupun pembinaan tata hukum. Shenzhen kini menargetkan keterbukaan pada level yang lebih tinggi dengan memanfaatkan peluang pembangunan Kawasan Teluk Raya Guangdong-HK-Makau.

Dalam pembangunan kawasan percontohan sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok, Shenzhen tidak hanya memainkan peranan sebagai pionir di bidang ekonomi, tapi juga di bidang-bidang kebudayaan, sosial dan ekosistem.

“Membangun kawasan pionir percontohan yang berkarakteristik Tiongkok dan menjadi kota percontohan dalam pembangunan Tiongkok sebagai negara kuat sosialis” adalah target yang ditetapkan kota Shenzhen. Ke depannya dunia akan menyaksikan Shenzhen yang baru dan lebih dinamis, sekaligus Tiongkok yang lebih makmur yang mampu menciptakan lebih banyak peluang kepada dunia.



 Mari Kita Hemat Bahan Makanan Setiap Hari.

http://indonesian.cri.cn/20200819/2492e7a2-7c80-7442-ee2e-a5ad8f9d87b6.html
2020-08-19 15:50:29

Peribahasa berbunyi “hemat pangkal kaya” dan “berhemat sebelum habis”. Mari kita hemat bahan makanan dari setiap hari._fororder_jieyue4

Baru-baru ini penghematan bahan makanan semakin giat dilakukan oleh masyarakat. Langkah-langkah yang diterapkan pun beraneka ragam dengan slogannya berbunyi “memerangi pemborosan dari mulut”.

Adapun siasat dan taktik yang umum adalah sebagai berikut:

Peribahasa berbunyi “hemat pangkal kaya” dan “berhemat sebelum habis”. Mari kita hemat bahan makanan dari setiap hari._fororder_jieyue5

Pertama, memesan makanan dengan pola “N-1”, dengan misalnya saat 10 orang makan bersama, pesanlah porsi makanan hanya untuk 9 orang saja, dengan harapan penghematan bahan makanan bisa dilakukan dari sumbernya. Menurut statistik tidak lengkap, pola pemesanan makanan “N-1” sudah mulai populer di banyak kota besar, seperti Fuzhou, Taiyuan, Ganzhou, Zhuzhou dan Chaohu.

Kedua, membawa pulang makanan sisa tanpa dipungut ongkos kotak-bungkus, bahkan diberi bonus.

Peribahasa berbunyi “hemat pangkal kaya” dan “berhemat sebelum habis”. Mari kita hemat bahan makanan dari setiap hari._fororder_jieyue6

Pada 12 Agustus, Komisi Suaka Konsumen Provinsi Jiangsu menganjurkan restoran dan warung yang mampu agar memberikan dorongan kepada para pengunjung untuk membawa pulang sisa makanan dengan pemberian bonus atau diskon harga apabila semua makanan dimakan habis tanpa adanya sisa makanan.

Anjuran tersebut telah mendapat sambutan baik komisi suaka konsumen kota lainnya.

Peribahasa berbunyi “hemat pangkal kaya” dan “berhemat sebelum habis”. Mari kita hemat bahan makanan dari setiap hari._fororder_jieyue3

Ketiga, restoran atau tempat makan menawarkan sajian dalam porsi kecil supaya makanannya pas dan tidak akan berlebihan.

Pada 12 Agustus, persatuan restoran dan katering Provinsi Henan memprakarsai agar restoran dan warung menawarkan menu dengan porsinya hanya separuh dari porsi semula.

Peribahasa berbunyi “hemat pangkal kaya” dan “berhemat sebelum habis”. Mari kita hemat bahan makanan dari setiap hari._fororder_jieyue2

Menurut statistik PBB, setiap tahun kurang lebih sepertiga bahan makanan bukan dimakan, melainkan diboroskan dengan jumlahnya sebanyak 1,3 miliar ton. Dari populasi total sebanyak 7,633 miliar jiwa di seluruh dunia, tercatat 820 juta orang yang masih kelaparan, atau setara setiap dari 9 orang di dunia kelaparan. PBB memperingatkan, jumlah orang yang kelaparan tahun ini akan bertambah 80 juta orang untuk menjadi 130 juta orang.

Peribahasa berbunyi “hemat pangkal kaya” dan “berhemat sebelum habis”. Mari kita hemat bahan makanan dari setiap hari._fororder_jieyue

Menghemat bahan makanan berarti setiap orang tidak boleh terkecuali. Asal seluruh masyarakat beraksi kompak, tren menghemat bahan makanan pasti akan menjadi populer.

Kirim email ke