*Mengapa resisi bulan depan? Apakah resesi itu bisa ditentukan waktunya? *

https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/22408/mahfud_md__bulan_depan_resesi__tapi_tidak_ada_krisis_ekonomi


*Mahfud MD: Bulan Depan Resesi, Tapi Tidak Ada Krisis Ekonomi*

Minggu , 30 Agustus 2020 | 10:59


YOGYAKARTA--Menkopolhukam Mahfud MD menyebut Indonesia akan dilanda resesi
ekonomi  <https://www.detik.com/tag/resesi-ekonomi>bulan depan. Kendati
demikian, resesi  <https://www.detik.com/tag/resesi>itu tidak akan membuat
Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Mahfud mengatakan, imbauan Pemerintah untuk hidup normal kembali dengan
menyadari COVID-19 kurang efektif karena saat ini masih banyak masyarakat
yang tidak mengenakan masker, berkerumun seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Padahal virus Corona ini sangat nyata sebagai musuh atau dapat membahayakan
kehidupan sehari-hari.


"Sementara kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat
dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi
<https://www.detik.com/tag/resesi-ekonomi> di Indonesia," katanya saat
memberikan sambutan dalam acara temu seniman dan budayawan Yogya di Warung
Bu Ageng, Jalan Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu
(29/8).

Namun, dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir. Mengingat resesi
bukanlah krisis ekonomi.

"Resesi itu teknis, sebenarnya, tidak berbahaya, aman. Karena resesi itu
artinya pertumbuhan ekonomi itu minus atau di bawah 1 selama 2 kuartal
berturut-turut," ucapnya, seperti dikutip *detik.com <http://detik.com>.*

Terlebih, Indonesia memiliki ekonomi kerakyatan yang mampu menanggulangi
resesi. "Tetapi resesi  <https://www.detik.com/tag/resesi>itu bukan krisis,
beda resesi dengan krisis. Karena kita di Indonesia itu punya bahan-bahan
lokal, ekonomi rakyat kalau itu bisa digunakan, dinormalkan lagi kehidupan
ekonomi rakyat maka resesi yang pasti terjadi itu tidak akan menimbulkan
krisis," imbuh Mahfud.



Sumber Berita: Detik.com

Kirim email ke