AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global

http://indonesian.cri.cn/20200906/2dc48011-7250-243d-be1c-33fad7359e10.html
2020-09-06 13:35:54

AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global_fororder_as12

AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global_fororder_as6

Amerika Serikat menyatakan tidak akan ikut serta dalam upaya kerjasama internasional untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih terkait rencana negara-negara di dunia menyiapkan Fasilitas Akses Global Vaksin Covid-19 atau COVAX di bawah supervisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global_fororder_as1


 Kerjasama COVAX memungkinkan 170 lebih negara memanfaatkan portofolio vaksin potensial untuk memastikan warganya segera tercakup oleh vaksin dari negara manapun yang dianggap efektif.

WHO mengatakan, melalui COVAX pemerintah yang membuat kesepakatan dengan pembuat vaksin individu akan mendapat manfaat karena ketersediaan vaksin cadangan jika kesepakatan yang dibuat melalui kesepakatan bilateral dengan produsen tidak berhasil.

AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global_fororder_as9

AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global_fororder_as8

AS menolak bergabung dalam COVAX, inilah serangan tak beralasan lagi kepada WHO setelah AS mengumumkan penghentian pendanaan dan pengunduran diri dari WHO. Virus tidak mengenal ras atau batas negara. Pandemi akan menjadi ancaman seluruh dunia apabila tidak bisa ditanggulangi secara keseluruhan. Mana mungkin AS terisolasi sendiri dari pandemi kali ini? Lagipula, sebagai satu-satunya negara super besar di dunia, AS bertanggungjawab dan berkewajiban untuk membantu negara lain dalam perlawanan pandami Covid-19.

AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global_fororder_as7

AS Semakin Egoistis dalam Pencegahan Pandemi Global_fororder_as10

Tingkah laku AS kini semakin mirip dengan “lonely giant baby”, bersikeras bermusuhan dengan seluruh dunia. Negara ini tidak ingin bersolidaritas dan bekerja sama dengan berbagai negara, melainkan terus menimpakan kesalahan, membikin rumor dan menfitnah serta menghasut kepada negara lain, bahkan membatalkan kontrak dan mengundurkan diri dari perjanjian global. Tindakan AS yang memutarbalikkan sejarah itu, tidak hanya merugikan kepentingan negara lain, juga akan merugikan negara dan rakyat dirinya sendiri.

Kirim email ke