Menunggu Efektivitas Sinovac Setelah Relawan Vaksin Positif COVID-19
Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 07:06 WIB
2 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5170879/menunggu-efektivitas-sinovac-setelah-relawan-vaksin-positif-covid-19?single=1#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5170879/menunggu-efektivitas-sinovac-setelah-relawan-vaksin-positif-covid-19?single=1>
AS mulai melakukan uji coba vaksin virus Corona pada manusia. Dibutuhkan
waktu hingga beberapa bulan ke depan hingga vaksin itu dapat tersedia
untuk umum.Ilustrasi suntik vaksin. (AP Photo/Ted S. Warren)
*Jakarta*-
Ratusan orang sudah merelakan dirinya menjadi targetuji vaksin COVID-19
Sinovac <https://www.detik.com/tag/uji-vaksin-sinovac>di Bandung sejak
Agustus lalu. Ada satu orang yang kemudian bepergian sampai Semarang dan
terjangkit virus Corona. Kini masyarakat Indonesia menunggu efektivitas
vaksin ini sampai setengah tahun ke depan.
Tanparelawan <https://www.detik.com/tag/relawan-vaksin-corona>ketahui,
tidak semua dari mereka mendapat suntikan vaksin virus Corona. Ada pula
yang hanya mendapat suntikan obat kosong alias plasebo. Begitulah metode
uji klinis dijalankan. Yang relawan ketahui hanyalah mereka sudah
disuntik. Inilah prinsip/observer blind//tersamar dalam uji klinis.
"Dalam uji klinis ini terdapat dua kelompok, ada yang mendapat plasebo
dan ada yang mendapat vaksin," kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin
COVID-19 dari Unpad Prof Kusnandi Rusmil dalam keterangan pers, Sabtu
(12/9/2020).
*Baca juga:*Relawan Vaksin di Bandung Kena COVID-19, Diduga Dapat
Suntikan Plasebo
<https://news.detik.com/berita/d-5170502/relawan-vaksin-di-bandung-kena-covid-19-diduga-dapat-suntikan-plasebo>
Bagi yang kebetulan mendapat suntikan vaksin asli, kekebalan tubuh
terhadap virus Corona diharapkan terbentuk paling cepat dua minggu
setelah suntikan kedua. Namun bagi yang kebetulan mendapatkan suntikan
plasebo, tentu saja dia tidak akan kebal terhadap virus Corona.
*Menunggu hasil uji efektivitas Sinovac*
Seorang relawan
<https://www.detik.com/tag/relawan-vaksin-corona-kena-covid_19>di
Bandung ada yang terjangkit virus Corona. Berdasarkan catatan Kusnandi,
si relawan ini bepergian dari Bandung ke Semarang setelah suntikan
pertama. Kabar ini diketahui luas pada tengah pekan kemarin. Apa ini
berarti bukti bahwa vaksin Sinovac tidak efektif?
"Kalau (si relawan) dapat plasebo bagaimana? Mungkin dapat plasebo, saya
tidak tahu," kata Kusnandi Rusmil.
*Baca juga:*Relawan Vaksin Kena COVID-19, Apa Sinovac Masih Efektif
Tangkal Corona?
<https://news.detik.com/berita/d-5170391/relawan-vaksin-kena-covid-19-apa-sinovac-masih-efektif-tangkal-corona>
Lewat pemantauan sembilan hari, si relawan itu diketahui dalam keadaan
baik meski sempat positif COVID-19. Tim uji klinis menerapkan pemantauan
ketat terhadap relawan yang positif COVID-19.
Kusnandi Rusmil menduga bisa saja si relawan itu kebetulan mendapat
suntikan plasebo. Namun, untuk kepastiannya, masyarakat perlu menunggu
satu semester lagi. Saat itulah momentum pengumuman efektivitas
vaksinSinovac<https://www.detik.com/tag/sinovac>disampaikan kepada
publik, termasuk soal apakah si relawan tersebut mendapat suntikan
plasebo atau suntikan vaksin betulan.
Untuk benar-benar mengetahui apakah vaksin ini efektif atau tidak
menangkal COVID-19, tunggulah jawabannya enam bulan lagi.
"Nanti diketahui pada akhir penelitian. Nanti diungkap pada akhir
penelitian yang dapat plasebo berapa, yang dapat vaksin berapa. Nanti
dihitung jumlah orangnya. Termasuk nama-namanya juga tahu," kata dia.
Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
(Unpad) Prof Kusnandi RusmilKetua Tim Riset Vaksin dari Fakultas
Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Kusnandi Rusmil (Yudha
Maulana/detikHealth)
Kenapa sih harus ada suntikan plasebo segala? Bukankah lebih baik semua
disuntik vaksin asli saja supaya semuanya kebal Corona?
Suntikan plasebo diujikan seiring dengan suntikan vaksin agar peneliti
tahu efektivitas vaksin yang sesungguhnya. Bila tidak ada plasebo,
penguji akan sulit mencari perbandingan apakah vaksin tersebut
benar-benar efektif atau sebenarnya efeknya sama dengan pemberian
suntikan kosong.
"Plasebo untuk membandingkan efektivitas vaksin tersebut," kata Kusnandi.
Sudah Bisa Daftar Lho! Ini Syarat Jadi Relawan Uji Vaksin Corona
SinovacSudah bisa daftar! Ini syarat jadi relawan uji vaksin Corona
Sinovac (Foto: infografis detikHealth)
*Kronologi soal si relawan*
Soal kasus relawan yang kena COVID-19 itu, berikut adalah kronologi yang
disampaikan oleh Kusnandi selaku Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin
COVID-19 dari Unpad, tertanggal 10 September 2020.
1. Setelah mendapatkan 'suntikan' (tidak diketahui vaksin atau plasebo)
pertama pada kegiatan penelitian vaksin COVID-19, bepergian ke luar kota.
2. Pada kunjungan 'suntikan' selanjutnya (kedua), relawan secara klinis
dinyatakan sehat dan diberi 'suntikan' kedua.
3. Keesokan harinya, relawan menjalani program
pemeriksaan/swab/nasofaring dari dinkes karena ada riwayat ke luar kota.
Oleh petugas, dilakukan pengambilan bahan dari apus hidung dan kemudian
dikirimkan ke laboratorium BSL2 (Dinas Kesehatan) dengan hasil positif.
4. Hasil yang positif tersebut harus disampaikan kepada yang bersangkutan.
*Baca juga:*Relawan Vaksin Sinovac Positif COVID-19, Tim Riset Jelaskan
soal Plasebo
<https://news.detik.com/berita/d-5170214/relawan-vaksin-sinovac-positif-covid-19-tim-riset-jelaskan-soal-plasebo>
Pada dasarnya, semua relawan diimbau menerapkan protokol pencegahan
COVID-19. Untuk relawan yang positif COVID-19 tersebut, tim tetap memantau.
"Uji klinis ini masih panjang jalannya, agar kita bersama-sama dapat
menjaga privasi sukarelawan," kata Kusnandi dalam keterangan tertulis.
*(dnu/dnu)*