Desa Yumai Tibet Berhasil Menjadi Kampung Sejahtera Moderat

http://indonesian.cri.cn/20200928/289f5fb3-6b94-9eaa-b866-43d1cd7f87e9.html
2020-09-28 16:06:52

Desa Yumai Tibet Berhasil Menjadi Kampung Sejahtera Moderat_fororder_yumai1

Desa Yumai Kabupaten Longzi Tibet terletak di daerah perbatasan Tibet.  Pada abad yang lalu, di desa itu hanya ada 3 orang penghuni. Selama beberapa tahun ini, dengan dukungan pemerintah pusat dan seluruh negeri, Desa Yumai kini mengalami perubahan dan menjadi kampung sejahtera modern di kaki Pegunungan Himalaya.

Warga Desa Yumai Kabupaten Longzi Kota Shannan Tibet Solang Deji menyatakan, tiap malam kalau tidak curah hujan, para warga Desa paling menari karena senang hati.

Desa Yumai Tibet Berhasil Menjadi Kampung Sejahtera Moderat_fororder_yumai2

Pada paro pertama tahun ini, Jalan Raya Qiuyu sepanjang 33 kilometer dari Yumei menuju dunia luar itu diresmikan sehingga kehdiupan terisolasi itu tiada lagi. Di Yumai, tiap keluarga tinggal di rumah baru dan juga telah direalisasi pensuplaian sayur-sayuran musiman.

Desa Yumai Tibet Berhasil Menjadi Kampung Sejahtera Moderat_fororder_yumai3

Kepala Desa Yumai Hu Xuemin mengatakan, sebelumnya di Yumai hanya ada satu titik pengajaran. Kini sudah ada sekolah dasar dan Taman Kanak-kanak. Sebelumnya klinik sangat kecil dan kini sudah diperbaiki. Di sana selain dapat diadakan pemeriksaan scan, juga dapat diambil obat-obatan.

Dalam suatu kurun waktu yang cukup lama, di Yumai hanya ada satu keluarga, yaitu Sanjie Qiuba dan anak-anak puterinya yaitu Zuoga dan Yangzong. Yumai disebut dunia luar sebagai Desa Tiga Orang. Di wilayah seluas 3 ribu kilometer Desa Yumai, keluarga ayah dan anak itu menjaga perbatasan selama hampir setengah abad.

Desa Yumai Tibet Berhasil Menjadi Kampung Sejahtera Moderat_fororder_yumai4

Pada Oktober 2017, pemimpin tertinggi Tiongkok dalam suratnya kepada kakak-adik Zuoga dan Yongzong mengharapkan mereka terus menjaga perbatasan dan membangun kampung halamanya yang berbahagia.

Kini, dalam jajaran yang menjaga perbatasan telah ditambah banyak teman yang baru. Di Desa Yumai sekarang ada penduduk 234 orang dari 67 keluarga.

Desa Yumai Tibet Berhasil Menjadi Kampung Sejahtera Moderat_fororder_yumai5

Desa Yumai kini berupaya menambah pendapatan baru dengan mengembangkan pariwisata. Yumai juga aktif mengembangkan peternakan kolektif. Dengan dukungan dana 6,5 juta yuan, Yumai membangun basis industri babi wangi Tibet seluas 500 mu. 53 keluarga Yumai dengan suka rela bergabung dalam peternakan dan pembagian saham.

Kepala Desa Yumai Hu Xuemin menyatakan, pihaknya akan terus menciptakan syarat dan menambah berbagai ketrampilan demi menaikkan pendapatan kaum warga agar mereka menempuh kehidupan yang semakin baik.



 Zheng Wentai Yang Rajin Menjaga Lingkungan Hidup

http://indonesian.cri.cn/20200928/65472711-5e61-11d3-89cb-e6f69247a3f9.html
2020-09-28 16:03:17

Zheng Wentai Yang Rajin Menjaga Lingkungan Hidup Di Kota Wanning Provinsi Hainan terdapat Taman Tropis Xinlong Kota Wanning. Taman Tropis Xinlong seluas 5.800 mu termasuk areal danau 600 mu itu merupakan sebuah cagar alam hutan hujan tropis yang memadukan alam raya, homaniora, seni taman dan lingkungan hidup, dan merupakan salahsatu daerah yang paling potensial perlindungan keaneka-ragaman hayati daerah tropis Tiongkok. Pemandangan sebelumnya sulit dibayangkan anda. Publik sebelumnya lemah kesadaran pelestarian lingkungan hidup dan demi kepentingan ekonomi jangka pendek, mereka mengadakan reklamasi dengan menghancurkan hutan sehingga lingkungan hidup terusak dengan serius dan pencemaran juga sangat parah. Hayatinya tidak banyak, ditambah dirongrong hama sehingga tanah mengalami degenerasi. Namun, Zhen Wentai yang dijuluki sebagai penjaga lingkungan hidup selalu mencurahkan tenaga dalam pelestarian lingkungan dan ia rajin bekerja dalam waktu 28 tahun. dengan kerja rajinnya, tanah mandul itu menjadi tanah hijau yang makmur. Zhen Wentai adalah seorang perantau Tionghoa kelahiran di Indonesia tahun 1945 dan kembali di Tiongkok pada tahun 1960. Pada tahun 1964, ia datang di Kebun Perantau Tionghoa Xinlong Wanning dan belajar jurusan botani di Universitas Perantau Tionghoa dan sejak itu ia menjalin hubungan erat dengan Xinlong. Sejak tahun 1971, Zhen Wentai sempat memperdalam studi arsitektur di London Inggeris dan sempat bergerak di sektor usaha desain arsitektur dan pengelolaan perhotelan. Ia menjadi seorang agen properti yang sukses. Ia pernah ikut serta dalam renovasi Bandara Beiyun Guangzhou. ZhenWentai yang sukses di bidang perhotelan dan properti sadar bahwa itu sulit berkelanjutan kalau ingin mengupayakan perkembangan ekonomi dengan mengorbankan lingkungan hidup. Pada tahun 1992, ia pernah jatuh sakit parah dan nyaris meninggal. Ia setelah sembuh mengambil sebuah keputusan, yaitu menjual hartanya dan menginvestasikan harta senial i100 juta yuan dalam pekerjaan perbaikan hutan hujan tropis dan perlindungan keaneka-ragaman hayati. Sejak itu, Zhen Wentai memulai riwayat hidup yang baru. Ia siang malam bekerja di taman hutan. Untuk menbangun taman hutan itu, ia amengundang sejumlah besar pakar terkenal mancanegara. Untuk memulihkan lingkungan hidup, ia memutuskan untuk menghentikan bisnis pariwisata di taman hutan dan menolak undangan agen properti lain utnuk mengembangkan proyek real estate taman hutan. Melalui kerja rajin selama sekitar 30 tahun, Taman Hutan Tropis Xinling menjadi basis pendidikan pengetahuan kaum remaja Provinsi Hainan, basis perlindungan keaneka-ragaman hayati dan juga salahsatu gudang gen hayati. Taman tersebut direkomendasi pemerintah Tiongkok sebagai proyek pemilihan “500 Besar Pelestarian Lingkungan Global” PBB. Zhen Wentai mengatakan, ia mencurahkan tenaga seumur hidupnya dalam usaha ini dan inilah usaha Tiongkok juga usaha segenap manusia. Ia menganggap itulah hal yang harus dilakukan seorang warga Tiongkok._fororder_yugong1

Di Kota Wanning Provinsi Hainan terdapat Taman Tropis Xinlong Kota Wanning. Taman Tropis Xinlong seluas 5.800 mu termasuk areal danau 600 mu itu merupakan sebuah cagar alam hutan hujan tropis yang memadukan alam raya, homaniora, seni taman dan lingkungan hidup, dan merupakan salahsatu daerah yang paling potensial perlindungan keaneka-ragaman hayati daerah tropis Tiongkok.

Pemandangan sebelumnya sulit dibayangkan anda. Publik sebelumnya lemah kesadaran pelestarian lingkungan hidup dan demi kepentingan ekonomi jangka pendek, mereka mengadakan reklamasi dengan menghancurkan hutan sehingga lingkungan hidup terusak dengan serius dan pencemaran juga sangat parah. Hayatinya tidak banyak, ditambah dirongrong hama sehingga tanah mengalami degenerasi.

Zheng Wentai Yang Rajin Menjaga Lingkungan Hidup Di Kota Wanning Provinsi Hainan terdapat Taman Tropis Xinlong Kota Wanning. Taman Tropis Xinlong seluas 5.800 mu termasuk areal danau 600 mu itu merupakan sebuah cagar alam hutan hujan tropis yang memadukan alam raya, homaniora, seni taman dan lingkungan hidup, dan merupakan salahsatu daerah yang paling potensial perlindungan keaneka-ragaman hayati daerah tropis Tiongkok. Pemandangan sebelumnya sulit dibayangkan anda. Publik sebelumnya lemah kesadaran pelestarian lingkungan hidup dan demi kepentingan ekonomi jangka pendek, mereka mengadakan reklamasi dengan menghancurkan hutan sehingga lingkungan hidup terusak dengan serius dan pencemaran juga sangat parah. Hayatinya tidak banyak, ditambah dirongrong hama sehingga tanah mengalami degenerasi. Namun, Zhen Wentai yang dijuluki sebagai penjaga lingkungan hidup selalu mencurahkan tenaga dalam pelestarian lingkungan dan ia rajin bekerja dalam waktu 28 tahun. dengan kerja rajinnya, tanah mandul itu menjadi tanah hijau yang makmur. Zhen Wentai adalah seorang perantau Tionghoa kelahiran di Indonesia tahun 1945 dan kembali di Tiongkok pada tahun 1960. Pada tahun 1964, ia datang di Kebun Perantau Tionghoa Xinlong Wanning dan belajar jurusan botani di Universitas Perantau Tionghoa dan sejak itu ia menjalin hubungan erat dengan Xinlong. Sejak tahun 1971, Zhen Wentai sempat memperdalam studi arsitektur di London Inggeris dan sempat bergerak di sektor usaha desain arsitektur dan pengelolaan perhotelan. Ia menjadi seorang agen properti yang sukses. Ia pernah ikut serta dalam renovasi Bandara Beiyun Guangzhou. ZhenWentai yang sukses di bidang perhotelan dan properti sadar bahwa itu sulit berkelanjutan kalau ingin mengupayakan perkembangan ekonomi dengan mengorbankan lingkungan hidup. Pada tahun 1992, ia pernah jatuh sakit parah dan nyaris meninggal. Ia setelah sembuh mengambil sebuah keputusan, yaitu menjual hartanya dan menginvestasikan harta senial i100 juta yuan dalam pekerjaan perbaikan hutan hujan tropis dan perlindungan keaneka-ragaman hayati. Sejak itu, Zhen Wentai memulai riwayat hidup yang baru. Ia siang malam bekerja di taman hutan. Untuk menbangun taman hutan itu, ia amengundang sejumlah besar pakar terkenal mancanegara. Untuk memulihkan lingkungan hidup, ia memutuskan untuk menghentikan bisnis pariwisata di taman hutan dan menolak undangan agen properti lain utnuk mengembangkan proyek real estate taman hutan. Melalui kerja rajin selama sekitar 30 tahun, Taman Hutan Tropis Xinling menjadi basis pendidikan pengetahuan kaum remaja Provinsi Hainan, basis perlindungan keaneka-ragaman hayati dan juga salahsatu gudang gen hayati. Taman tersebut direkomendasi pemerintah Tiongkok sebagai proyek pemilihan “500 Besar Pelestarian Lingkungan Global” PBB. Zhen Wentai mengatakan, ia mencurahkan tenaga seumur hidupnya dalam usaha ini dan inilah usaha Tiongkok juga usaha segenap manusia. Ia menganggap itulah hal yang harus dilakukan seorang warga Tiongkok._fororder_yugong2

Namun, Zhen Wentai yang dijuluki sebagai penjaga lingkungan hidup selalu mencurahkan tenaga dalam pelestarian lingkungan dan ia rajin bekerja dalam waktu 28 tahun. dengan kerja rajinnya, tanah mandul itu menjadi tanah hijau yang makmur.

Zhen Wentai adalah seorang perantau Tionghoa kelahiran di Indonesia tahun 1945 dan kembali di Tiongkok pada tahun 1960. Pada tahun 1964, ia datang di Kebun Perantau Tionghoa Xinlong Wanning dan belajar jurusan botani di Universitas Perantau Tionghoa dan sejak itu ia menjalin hubungan erat dengan Xinlong.

Sejak tahun 1971, Zhen Wentai sempat memperdalam studi arsitektur di London Inggeris dan sempat bergerak di sektor usaha desain arsitektur dan pengelolaan perhotelan. Ia menjadi seorang agen properti yang sukses. Ia pernah ikut serta dalam renovasi Bandara Beiyun Guangzhou.

ZhenWentai yang sukses di bidang perhotelan dan properti sadar bahwa itu sulit berkelanjutan kalau ingin mengupayakan perkembangan ekonomi dengan mengorbankan lingkungan hidup. Pada tahun 1992, ia pernah jatuh sakit parah dan nyaris meninggal. Ia setelah sembuh mengambil sebuah keputusan, yaitu menjual hartanya dan menginvestasikan harta senial i100 juta yuan dalam pekerjaan perbaikan hutan hujan tropis dan perlindungan keaneka-ragaman hayati.

Zheng Wentai Yang Rajin Menjaga Lingkungan Hidup Di Kota Wanning Provinsi Hainan terdapat Taman Tropis Xinlong Kota Wanning. Taman Tropis Xinlong seluas 5.800 mu termasuk areal danau 600 mu itu merupakan sebuah cagar alam hutan hujan tropis yang memadukan alam raya, homaniora, seni taman dan lingkungan hidup, dan merupakan salahsatu daerah yang paling potensial perlindungan keaneka-ragaman hayati daerah tropis Tiongkok. Pemandangan sebelumnya sulit dibayangkan anda. Publik sebelumnya lemah kesadaran pelestarian lingkungan hidup dan demi kepentingan ekonomi jangka pendek, mereka mengadakan reklamasi dengan menghancurkan hutan sehingga lingkungan hidup terusak dengan serius dan pencemaran juga sangat parah. Hayatinya tidak banyak, ditambah dirongrong hama sehingga tanah mengalami degenerasi. Namun, Zhen Wentai yang dijuluki sebagai penjaga lingkungan hidup selalu mencurahkan tenaga dalam pelestarian lingkungan dan ia rajin bekerja dalam waktu 28 tahun. dengan kerja rajinnya, tanah mandul itu menjadi tanah hijau yang makmur. Zhen Wentai adalah seorang perantau Tionghoa kelahiran di Indonesia tahun 1945 dan kembali di Tiongkok pada tahun 1960. Pada tahun 1964, ia datang di Kebun Perantau Tionghoa Xinlong Wanning dan belajar jurusan botani di Universitas Perantau Tionghoa dan sejak itu ia menjalin hubungan erat dengan Xinlong. Sejak tahun 1971, Zhen Wentai sempat memperdalam studi arsitektur di London Inggeris dan sempat bergerak di sektor usaha desain arsitektur dan pengelolaan perhotelan. Ia menjadi seorang agen properti yang sukses. Ia pernah ikut serta dalam renovasi Bandara Beiyun Guangzhou. ZhenWentai yang sukses di bidang perhotelan dan properti sadar bahwa itu sulit berkelanjutan kalau ingin mengupayakan perkembangan ekonomi dengan mengorbankan lingkungan hidup. Pada tahun 1992, ia pernah jatuh sakit parah dan nyaris meninggal. Ia setelah sembuh mengambil sebuah keputusan, yaitu menjual hartanya dan menginvestasikan harta senial i100 juta yuan dalam pekerjaan perbaikan hutan hujan tropis dan perlindungan keaneka-ragaman hayati. Sejak itu, Zhen Wentai memulai riwayat hidup yang baru. Ia siang malam bekerja di taman hutan. Untuk menbangun taman hutan itu, ia amengundang sejumlah besar pakar terkenal mancanegara. Untuk memulihkan lingkungan hidup, ia memutuskan untuk menghentikan bisnis pariwisata di taman hutan dan menolak undangan agen properti lain utnuk mengembangkan proyek real estate taman hutan. Melalui kerja rajin selama sekitar 30 tahun, Taman Hutan Tropis Xinling menjadi basis pendidikan pengetahuan kaum remaja Provinsi Hainan, basis perlindungan keaneka-ragaman hayati dan juga salahsatu gudang gen hayati. Taman tersebut direkomendasi pemerintah Tiongkok sebagai proyek pemilihan “500 Besar Pelestarian Lingkungan Global” PBB. Zhen Wentai mengatakan, ia mencurahkan tenaga seumur hidupnya dalam usaha ini dan inilah usaha Tiongkok juga usaha segenap manusia. Ia menganggap itulah hal yang harus dilakukan seorang warga Tiongkok._fororder_yugong3

Sejak itu, Zhen Wentai memulai riwayat hidup yang baru. Ia siang malam bekerja di taman hutan. Untuk menbangun taman hutan itu, ia amengundang sejumlah besar pakar terkenal mancanegara. Untuk memulihkan lingkungan hidup, ia memutuskan untuk menghentikan bisnis pariwisata di taman hutan dan menolak undangan agen properti lain utnuk mengembangkan proyek real estate taman hutan.

Melalui kerja rajin selama sekitar 30 tahun, Taman Hutan Tropis Xinling menjadi basis pendidikan pengetahuan kaum remaja Provinsi Hainan, basis perlindungan keaneka-ragaman hayati dan juga salahsatu gudang gen hayati. Taman tersebut direkomendasi pemerintah Tiongkok sebagai proyek pemilihan “500 Besar Pelestarian Lingkungan Global” PBB.

Zhen Wentai mengatakan, ia mencurahkan tenaga seumur hidupnya dalam usaha ini dan inilah usaha Tiongkok juga usaha segenap manusia. Ia menganggap itulah hal yang harus dilakukan seorang warga Tiongkok.

Kirim email ke