Wang Yi:*Negara Besar Tanggung-jawabnya Lebih Besar Bukan Berati
Kekuasaannya Lebih Besar!*
http://indonesian.cri.cn/20200928/851a5421-64c9-dcbb-60da-ba262040526c.html
2020-09-28 10:56:33
Anggota Dewan Negara Tiongkok selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang
Yi melakukan hubungan telepon dengan Ketua Majelis Umum PBB ke-75 Volkan
Bozkir Senin (27/09).
Wang Yi mengucapkan selamat atas terpilihnya Bolkan Bozkir sebagai ketua
Majelis Umum PBB ke-75, dan menyatakan bahwa tahun ini adalah tahun
ke-75 berdirinya PBB, maka majelis umum kali ini mempunyai arti penting.
Wang Yi menunjukkan, menghadapi serangan wabah Covid-19, berbagai negara
hendaknya bersatu padu lebih erat dam bekerja sama dalam menanggulangi
wabah. Tiongkok mendukung PBB memainkan peranan penting pada hal
tersebut, dan bersedia bersama dengan berbagai sistem PBB untuk
meningkatkan komunikasi dan koordinasi, sementara dengan tegas
menentang politisasi wabah dan labelisasi virus, dan mempertahankan
arah tepat dalam kerja sama internasional melawan wabah.
Wang Yi menekankan, sekarang sudah masuki zaman konektivitas global, di
kampung bumi ini, unilateralisme, proteksionisme dan isolasionisme tidak
ada jalan keluarnya, dan juga tak dapat berlanjut. Negara besar tidak
berarti kekuasaannya lebih besar melainkan tanggung-jawabnya lebih
besar. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok akan dengan
tegas mendukung sistem internasional yang berintikan PBB, dan dengan
tegas mendukung tata tertib internasional yang berdasarkan hukum
internasional.
Prestasi Pelestarian Lingkungan Hidup Tiongkok Tampar AS
http://indonesian.cri.cn/20200928/cf97184d-8bdf-6b07-ab44-319ff7ea6b53.html
2020-09-28 11:46:06
Prestasi Pelestarian Lingkungan Hidup Tiongkok Tampar
AS_fororder_评论2020092803
<http://indonesian.cri.cn/20200928/cf97184d-8bdf-6b07-ab44-319ff7ea6b53-2.html>
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan
apa yang disebut “daftar kenyataan tentang tindakan Tiongkok yang
merusak lingkungan”, yang memfitnah Tiongkok pada masalah perubahan
iklim dan pelesatarian lingkungan. Yang konyol adalah sebagai negara
emisi gas rumah kaca yang terbesar di dunia, AS tidak meratifikasi
Protokol Kyoto dan mundur dari Persetujuan Paris, mana boleh mengkritik
negara lain dan memprovokasi hubungan antar negara lain dengan tak tahu
malu. Fakta lebih berhak bicara daripada kata-kata, marilah kita simak
prestasi Tiongkok dalam pelestarian lingkungan.
Prestasi Pelestarian Lingkungan Hidup Tiongkok Tampar
AS_fororder_评论2020092809
Pada tahun 2015, Sidang Plono ke-5 Komite Central ke-18 PKT untuk
pertama kali mencantumkan pembangunan peradaban ekologi ke dalam
Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Pembangunan peradaban ekologi
serentak menjadi titik terang dalam “Repelita ke-13” dan berhasil
mengundang perhatian luas masyarakat internasional. Selama hampir 5
tahun ini, Tiongkok melakukan upaya besar yang tiada taranya sebelumnya
di bidang pembangunan peradaban ekologi. Tiongkok memajukan proyek
penting pelestarian dan pemulihan ekologi, konsumsi energi per unit PDB
tahun 2019 menurun 13,2 persen dibandingkan dengan tahun 2015, jumlah
hari dengan udara berkualitas dan unggul di 337 kota mencapai 82 persen,
kualitas air permukaan tanah memenuhi atau melampaui standar tingkat III
itu dengan melebihi 74,9 persen, target tahapan pencegahan polusi
berhasil diwujudkan, kualitas lingkungan ekologis diperbaiki pada
umumnya. Sementara itu, industri otomotif energi baru berkembang pesat
di Tiongkok. Tiongkok juga aktif menyelenggarakan Kongres Kendaraan
Energi Baru Sedunia (WNEVC) dalam rangka bersama dengan masyarakat
internasional membangun dunia yang indah dan bersih.
Prestasi Pelestarian Lingkungan Hidup Tiongkok Tampar
AS_fororder_评论2020092801
Tiongkok tidak hanya aktif memprakarsai ide ramah lingkungan di dalam
negerinya, juga dengan ketat menerapkan prosedur perizinan bidang
lingkungan pada proyek di luar negeri Tiongkok. Sejumlah besar proyek
besar termasuk Kereta Api Jakarta-Bandung juga terlebih dulu memperoleh
Laporan Amdal (Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dari
pemerintah lokal. Di bidang penanggulangan perubahan iklim global,
Tiongkok telah memberi kontribusi besar kepada pencapaian Protokol Kyoto
dan Persetujuan Paris serta praturan pelaksanaannya. Tiongkok lebih
cepat 2 tahun mencapai target aksi iklim tahun 2020. Sejak tahun 2000,
seperempat areal penghijauan baru di seluruh dunia ada di Tiongkok.
Boleh dikatakan, Tiongkok adalah pelaksana aktif dan kontributor penting
dalam penanggapan perubahan iklim global.
Prestasi Pelestarian Lingkungan Hidup Tiongkok Tampar
AS_fororder_评论2020092802
Di hadapan fakta, ftnahan dan kebohongan Departemen Luar Negeir AS itu
ternyata gagal. Itulah siasat politik dengan alasan lingkungan. Kini,
Tiongkok sedang melakukan upaya demi kemenangan Repelita ke-13. Sejumlah
politikus AS diharapkan jangan hanya sibut mencorengTiongkok, sementara
mengabaikan negaranya sendiri menjadi pengekspor terbesar limbah padat
dan negara terbesar konsumsi plastik perkapita sehingga bebas dari
sistem dan pengaturan emisi karbon global.
Prestasi Pelestarian Lingkungan Hidup Tiongkok Tampar
AS_fororder_评论2020092810
Prestasi Pelestarian Lingkungan Hidup Tiongkok Tampar
AS_fororder_评论2020092806
* Previous
<http://indonesian.cri.cn/20200928/cf97184d-8bdf-6b07-ab44-319ff7ea6b53.html>
* 1
<http://indonesian.cri.cn/20200928/cf97184d-8bdf-6b07-ab44-319ff7ea6b53.html>