* Ambulans  dilempar dengan batu  dan  dirampas mayat yang dibawa oleh
ambulans, karena mayat yang dibawa akan langsung dikuburkan
tanpa dilaksanakan ritual  agama, yaitu misalnya mayat dimandiikan dengan
doa tertentu supaya arwahnya bisa masuk Taman  Firdaus disurga.*

On Mon, Oct 5, 2020 at 1:48 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Nampak ditengah-tengah masyarakat masih ada yang BELUM SADAR bahaya virus
> Covid-19 yang sampai sekarang BELUM ada obat mujarab mengatasinya, ...!
> Bagaimana bisa mengakhiari pandemi Covid-19 yang merebak di Nusantara ini
> kalau masyarakat tidak patuh dan mentaati protokol kesehatan yang di
> keluarkan pemerintah?
>
> Juga nampak jelas, sementara orang masih saja lebih mengutamakan
> kepentingan pribadi diatas kepentingan-umum atau kepentingan rakyat banyak!
> Bukankah dengan TETAP menjalankan pemakaman ritual berdasarkan Agama yang
> dianutnya itu, sama dengan menerjang resiko penularan terjadi dan menjadi
> lebih SULIT mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, ... Dan, kalau
> itu terjadi bukan hanya menambah korban diantara keluarga sendiri tapi juga
> mengancam seluruh warga desa!
>
>
>
>
> -------- 轉寄郵件 --------
> 主旨: [GELORA45] Tolak Pemakaman COVID-19, Warga Probolinggo Lempari
> Ambulan dan Bakar Peti
> 日期: Sun, 4 Oct 2020 19:29:29 +0200
> 從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
> <[email protected]> <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Alangkah baiknya jika kita meyimak kata kata mutiara RA Kartini sehybyngan
> dengan tingkah laku kita yang merasa "BERAGAMA">
>
>
> RA KARTINI mengatakan: *"Agama menjauhkan kita dari dosa. Tapi berapa
> banyak dosa yang dilakukan atas nama agama?" *
>
> --
> j.gedearka <[email protected]> <[email protected]>
>
>
> https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5199752/tolak-pemakaman-covid-19-warga-probolinggo-lempari-ambulan-dan-bakar-peti?tag_from=wp_nhl_6
>
> *Tolak Pemakaman COVID-19, Warga Probolinggo Lempari Ambulan dan Bakar
> Peti*
>
> M Rofiq - detikNews
>
> Minggu, 04 Okt 2020 23:28 WIB
>
> Tolak Pemakaman COVID-19, Warga Probolinggo Lempari Ambulan dan Bakar Peti
> Foto: Tangkapan Layar
> Probolinggo -
>
> Puluhan warga di Kabupaten Probolinggo menolak pemakaman jenazah Probable
> COVID-19 dengan cara protokol kesehatan. Warga Desa Gunggungan Lor,
> Kecamatan Pakuniran, mengusir petugas gabungan dan ambulans yang membawa
> jenazah tersebut. Bahkan, mereka melempari ambulans dengan batu dan
> membakar peti jenazah serta APD.
>
> Aksi tolak pemakaman jenazah COVID-19, dalam video amatir yang direkam
> warga, sempat viral di beberapa group Facebook, Minggu (4/10/2020).
>
> Mobil ambulans jenazah yang membawa almarhum MSI (70), datang dengan
> pengawalan ketat dari anggota TNI dan Polri. Pada saat jenazah yang berada
> di peti mati diturunkan, tiba-tiba keluarga dan warga meminta jenazah
> dikeluarkan dari dalam peti. Petugas pun menolak permintaan warga.
>
> Baca juga:
> Lagi, Video Anggota Polisi Joget Dangdut di Polsek Gondang Tulungagung
> Viral
>
> Dari sanalah, warga mengamuk dan mengusir petugas pengantar jenazah keluar
> dari kampungnya. Bahkan warga sempat melempari mobil ambulans dengan batu,
> hingga akhirnya kericuhan mereda saat ambulan jenazah meninggalkan tempat..
>
> Sebelumnya, warga mengeluarkan membuka dan mengeluarkan jenazah dari peti..
> Jenazah kemudian dibawa ke musala untuk disalatkan. Prosesi pemakaman
> hingga penutupan liang lahat, dilakukan warga tanpa protokol kesehatan.
> Sementara aparat dan petugas tim Satgas COVID-19 dan Forkopimka Pakuniran,
> hanya berjaga-jaga di sekitar lokasi pemakaman MSI.
>
>
> Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas
> Irwanto menyesalkan aksi yang dilakukan warga. Padahal sebelumnya, saat
> masih di kamar jenazah RS Rizani Paiton, pihak keluarga sanggup dan sepakat
> pemakaman dilakukan protokol kesehatan, meski status pasien meninggal masih
> Probable COVID-19.
>
> "Awalnya sepakat keluarga akan dimakamkan secara protokol kesehatan saat
> di rumah sakit Rizani di Kecamatan Paiton. Namun setelah tiba di rumah
> duka, keluarga dan pasien menolak, dan sempat mengusir petugas medis dan
> petugas. Bahkan peti mati dibuka dan APD dibakar sama warga, keluarga
> memilih memakamkan sendiri seperti biasa," ujar Ugas saat dikonfirmasi
> melalui ponselnya.
>
> Sementara Hari Pribadi, Camat Pakuniran, pasien meninggal itu sebelumnya
> dirawat di RS Rizani Paiton, dengan keluhan sesak nafas menahun. Saat
> dirapid test, hasilnya reaktif. Hanya saja hasil swab masih belum keluar.
> Menurutnya, penolakan warga terjadi, karena masih banyak warga menganggap
> COVID-19 sebagai aib.
>
> Baca juga:
> Siapa Oknum LSM di Banyuwangi Marah-marah Saat Jemput Paksa Jenazah
> Reaktif?
>
> Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan tracing ke lokasi tersebut,
> sambil berkoordinasi dengan tim Forkopimda Kabupaten Probolinggo.
>
> "Warga menolak petugas hendak memakamkan pasien secara peotokol kesehatan,
> pasien hasil rapid tes reaktif, hasil swab belum turun. Warga masih banyak
> kalau menganggap COVID- 19 sebagai aib. Kita akan melalukan tracing, dan
> melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 dan Forkopimda Kabupaten
> Probolinggo, langkah selanjutnya," tegas Hari saat dikonfirmasi wartawan.
>
> Pihaknya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Dan berpesan kepada
> warga untuk bisa menahan diri dan tidak terprovokasi, hingga nantinya bisa
> merugikan diri sendiri dan orang lain.
> Halaman
>
> 
>

Kirim email ke