Inovasi dan Kemandirian Iptek Adalah Fondasi Perwujudan Visi 2035
2020-11-06 08:18:02       
http://indonesian.cri.cn/20201106/91d772d9-5816-314c-9ef0-1a53aa5e5c4e.htmlDalam
 sidang pleno ke-5 Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok ke-19 yang berakhir 
belum lama lalu telah ditetapkan target strategis pembangunan negara kuat 
iptek. Sidang tersebut total 15 kali menyinggung istilah “inovasi”. Dapat 
diramalkan bahwa dalam waktu lima bahkan 15 tahun ke depan, inovasi akan 
menempati posisi krusial dalam pembangunan modernisasi Tiongkok. Penetapan 
strategi pembangunan iptek yang mandiri sebagai fondasi pembangunan negara 
mencerminkan pertimbangan pemerintah pusat terhadap situasi dunia serta 
lingkungan yang akan dihadapi Tiongkok pada masa kini dan masa depan.

Tiongkok mengambil Keputusan untuk meningkatkan pengembangan iptek yang 
inovatif dan mendiri dengan bertolak dari revolusi sains dan revolusi industri 
putaran baru yang kian meningkat di seluruh dunia. Apakah Tiongkok mampu 
mewujudkan kemandirian iptek, hal ini akan langsung menyangkut nasib dan masa 
depan bangsa dan negara ini. Saat ini unilateralisme, proteksionisme dan arus 
deglobalisasi semakin meningkat. Di sejumlah bidang Tiongkok “tercekik” oleh 
kekuatan anti Tiongkok dari Barat. Peristiwa penggencetan yang menimpa Huawei 
dan TikTok Tiongkok telah mengungkapkan adanya intrik dari Barat yang berusaha 
keras menekan atau membendung kebangkitan damai Tiongkok. Hal ini juga 
sepenuhnya mencerminkan iptek canggih mustahil terbeli atau tersedia oleh 
negara-negara Barat. Jika teknologi kunci masih belum dikuasai di tangannya 
sendiri, maka suatu negara tidak boleh dikatakan sudah merdeka dan mandiri, dan 
negara itu tidak akan pernah memiliki masa depan, dan impian kejayaan bangsa 
akan menjadi kata-kata kosong. Tiongkok tidak mau dan juga tidak boleh 
terbelenggu oleh negara lain dalam jalan pembangunan yang damai. Tiongkok sudah 
berhasil mengembangkan bom nuklir, meluncurkan satelit dan membuat kapal induk 
secara mandiri, serta meresmikan pengoperasional navigasi satelit Beidou. 
Tiongkok juga telah mencapai terobosan di bidang-bidang semi-konduktor, 
telekomunikasi generasi kelima, Big Data dan kecerdasan buatan.

Dalam proses pembangunan Repelita ke-13, iptek Tiongkok telah mencapai kemajuan 
signifikan dalam upaya inovasi. Industri manufaktur Tiongkok terus beralih ke 
hulu rantai nilai dan pasar kecerdasan buatan mengalami kenaikan tahunan 
sebesar 50 persen ke atas. Urutan inovasi Tiongkok secara global naik ke posisi 
ke-14, atau naik 15 peringkat sejak 2015. Sekarang Tiongkok merasa lebih 
mendesak dari kapan pun untuk memprioritaskan inovasi iptek, baik dari 
pertimbangan perkembangan negara pada jangka panjang maupun kebutuhan mendesak 
pada masa kekinian. Tiongkok perlu mencurahkan lebih banyak tenaga untuk 
menggenjot perkembangan iptek, agar dapat sedini mungkin menguasai teknologi 
canggih yang belum pernah dikuasai oleh Tiongok.

Inovasi dan mandiri iptek tidak berarti Tiongkok akan menutup pintu dari dunia 
luar. Globalisasi adalah arus utama dunia saat ini. Unilateralisme dan 
proteksionisme hanyalah selingan saja. Makan digencet dan makin diblokir, 
Tiongkok akan makin terbuka dan makin berdaya. Selain menegaskan keterbukaan di 
sidang pleno ke-5 Komite Pusat PKT ke-19, Xi Jinping juga menegaskannya dalam 
pidato virtualnya kepada CIIE ke-3 yang dibuka di Shanghai pada 4 November. Ia 
mengatakan, “Tiongkok akan dengan kokoh tak tergoyahkan memperluas keterbukaan 
yang menyeluruh, dan membagi peluang pasar dengan dunia..” Pintu reformasi dan 
keterbukaan akan dibuka semakin lebar. Tiongkok akan bersikap lebih terbuka dan 
inklusif dalam proses kerja sama iptek internasional, dan lebih inisiatif 
bergabung dalam sistem inovasi global untuk meningkatkan daya inovasinya 
melalui kerja sama. Sementara itu, Tiongkok akan membagikan hasil-hasil 
ipteknya termasuk sistem navigasi satelit Beidou dan vaksin virus corona dengan 
seluruh masyarakat internasional untuk menyejahterakan rakyat seluruh dunia.

Menghadapi situasi persaingan internasional yang kian meningkat, serta 
lingkungan eksternal yang penuh dengan unsur tidak pasti, Tiongkok akan semakin 
membulatkan hatinya untuk membangun Tiongkok sebagai negara kuat iptek. Para 
pekerja iptek yang luas akan berupaya mewujudkan tujuan penguasaan teknologi 
canggih dan kunci, berusaha melakukan inovasi dan mewujudkan target yang 
tertuang dalam Visi 2035.




















Kirim email ke