6 Hal yang Diungkap Habib Rizieq Setiba di RI
Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 06:11 WIB
https://news.detik.com/berita/d-5250061/6-hal-yang-diungkap-habib-rizieq-setiba-di-ri?single=1
Foto: Sambutan pendukung Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat (Pradita
Utama/detikcom)
Jakarta - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab tiba di
Indonesia setelah bertahun-tahun bertahun-tahun berada di Arab Saudi.
Kedatangannya disambut massa pendukung yang menyemut di sekitar Bandara
Soekarno Hatta (Soetta) dan kediamannya, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Allahu akbar!" kata Habib Rizieq di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang,
Banten, Selasa (10/11/2020).
Rizieq muncul menyapa pendukung dari atas mobilnya pukul 09.55 WIB. Habib
Rizieq menyapa pendukung memakai Toa.
"Habib Rizieq. Kami rindu," kata massa.
Habib Rizieq meneriakkan takbir 3 kali dengan mengepalkan tangannya. Habib
Rizieq juga meminta massa membukakan jalan untuknya.
Mobil Habib Rizieq berjalan pelan menembus kerumunan massa. Sesekali Habib
Rizieq menyalami pendukungnya yang berjejer di samping mobilnya.
Baca juga:
Wanti-wanti Satgas Corona Saat Kepulangan Habib Rizieq Bikin Kerumunan
Berikut 6 fakta yang diungkap Rizieq setibanya di Indonesia:
1. Menyerukan Revolusi Akhlak
Tiba di Petamburan, Habib Rizieq langsung memberikan seruan. Dia meminta
pengikutnya melaksanakan revolusi akhlak.
"Maka itu kepulangan kali ini, saudara, tidak lain, tidak bukan, saya
menyerukan dan mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia agar sama-sama
revolusi akhlak. Setuju?" ucap Rizieq saat berpidato di hadapan pengikutnya, di
Jalan KS Tubun.
Massa yang mendengar seruan pertama di Tanah Air setelah 3,5 tahun di Arab
Saudi langsung berteriak 'setuju'.
Revolusi akhlak, kata Rizieq, mengubah sifat manusia dari perbuatan buruk
menjadi baik. Rizieq dan pengikutnya berkomitmen untuk melawan kezaliman.
"Siap revolusi akhlak? Yaitu kepada semua mulai hal ini sudah revolusi akhlak.
Kita ganyang segala kezaliman. Lawan segala korupsi, setuju?" teriak Rizieq.
Baca juga:
Wanti-wanti Satgas Corona Saat Kepulangan Habib Rizieq Bikin Kerumunan
Dia pun berdoa agar pandemi virus Corona segera berakhir. Habib Rizieq pun
berdoa agar Indonesia diberikan pemimpin yang adil dan jujur.
"Semoga Allah segera mengangkat wabah Corona, amin," kata Rizieq.
Setelah berorasi, Rizieq segera menuju rumahnya. Warga dan santri di Jalan
Petamburan III sudah menunggu kedatangan Rizieq.
Simak fakta selanjutnya di halaman berikut
2. Ceritakan Hidup di Mekah Nikmat, Tak Kekurangan
Rizieq menyampaikan kehidupannya di Mekah baik-baik saja. Malah Rizieq menyebut
kehidupannya di sana nikmat.
"Saya malu sekali kalau saya dikatakan di Mekah susah, diasingkan. Nggak. Di
Mekah nikmat," ucap Rizieq.
Rizieq menyebut ada beberapa kegiatan di Indonesia yang dilakukan juga di Arab
Saudi. Seperti melakukan kegiatan dakwah di Indonesia dan Mekah.
"Di sini saya banyak kawan, di sana saya dapat kawan juga banyak. Di sini kita
punya jemaah, di sana kita juga punya jemaah, di sini kita buka pengajian di
sana juga kita buka pengajian," katanya.
"Di sini kita punya gerakan dakwah, di Mekah kita juga punya gerakan dakwah..
Nggak ada yang kurang," sambungnya.
Baca juga:
Soal Karantina 14 Hari Habib Rizieq, Ini Kata Lurah hingga Dinkes DKI
Rizieq menyampaikan ada kenikmatan ibadah di Mekah dibandingkan dengan di
Indonesia. Namun Rizieq mengaku masih memiliki kewajiban untuk dakwah.
"Sebetulnya kalau ingat 100 ribu kali lipet ganjaran (pahalanya) nggak mau
pulang. Begitu sampai Petamburan 1 lagi. Kalau tidak ada kewajiban dakwah di
negeri ini, saya tidak akan tinggalkan Mekah. Kita cinta Mekah, Mekah luar
biasa, negeri yang penuh dengan keberkahan," cerita dia.
Rizieq menyebut kehidupan di Mekah tidak ada kesulitan apa pun. Meski, dia
menyebut, ada beberapa orang yang ingin mempersulit kehidupannya.
"Saya sekeluarga selama tinggal di Mekah tidak ada kesulitan apa pun. Walaupun
ada pihak lain mencoba membuat saya sulit, membuat saya susah, tapi
alhamdulillah tidak pernah berhasil," katanya.
Dia juga menceritakan soal disertasinya yang kini bisa selesai selama di Mekah.
Dia juga mengungkap putrinya bisa lebih banyak menghafal Al-Qur'an selama
berada di Kota Suci.
Dia juga mengungkapkan, selama di Mekah, dirinya bebas berkegiatan, seperti
mengunjung Madinah dan ziarah ke tempat-tempat lain. Dia menegaskan tak ada
yang menghalangi kegiatannya.
Foto: Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tiba di kawasan Slipi, Jakarta.
Ia disambut lautan manusia, Selasa, 10 November 2020 (Grandyos Zafna/detikcom)
Baca juga:
Silsilah Habib Rizieq Shihab
3. Mengaku Dikerjai Sebelum Terbang ke RI
Rizieq mengungkapkan dirinya dihalang-halangi sesaat sebelum terbang ke
Indonesia. Rizieq menyebut pihak yang menghalanginya ini sebagai bajingan.
"Ternyata, upaya mereka menggagalkan saya pulang, Saudara, nggak berhenti
sampai di situ. Ada yang menarik, saya sudah beli tiket sudah pesan penerbangan
tanggal 9, tiba-tiba dari Indonesia ini ada yang membuat e-mail atas nama saya.
Namanya Habib Muhammad Rizieq Syihab, pakai foto saya. E-mail ini dikirim ke
travel tempat saya memesan tiket," cerita Rizieq.
"Apa isi pesannya? Bahwa kami tidak jadi berangkat, mohon dibatalkan. Kami
punya jadwal. Jadi ada upaya begitu. Ini bukan... jadi ada yang bilang, 'Ah,
ini kan cuma pura-pura jadi korban, pura-pura playing victim'. Nggak. Memang
benar mau dibatalkan," imbuh Rizieq.
Rizieq mengatasi gangguan pertama yang diceritakannya dengan cara
mengklarifikasi langsung kepada pihak travel ketika ditelepon langsung. Habib
Rizieq mengatakan kepada travel-nya bahwa itu e-mail palsu.
Dia lanjut menceritakan gangguan kedua yang dialaminya yaitu ada membuat e-mail
atas nama travel yang menjadi tempat Rizieq membeli tiket pesawat. "Nah, travel
ini kan ngambil tiketnya ke bagian marketing. Saudia. Ternyata, kursi Saudia
itu sudah diborong oleh marketing di Turki, di Istanbul. Jadi dibuatlah e-mail
atas nama travel dikirim ke Istanbul, minta supaya jadwal saya, istri, dan dua
putri saya dibatalkan dan dibatalkan," tutur Rizieq.
Baca juga:
Gubernur DKI Anies Baswedan Temui Habib Rizieq Semalam
Rizieq mengaku punya tujuan memilih tidak menceritakan gangguan kedua yang
dialaminya. Rizieq ingin melihat pihak yang disebutnya bajingan-bajingan itu
tertawa padahal dia dan keluarga tetap berhasil mendapatkan tiket.
"Tujuan saya kedua untuk tidak diumumkan apa, supaya musuh-musuh,
penjahat-penjahat, bajingan-bajingan yang membuat itu sudah merasa menang. Dia
merasa menang, ketawa-ketawa, 'Ahahaha, udah batal lo! Besok kalau lo ke
airport, begitu masuk ke counter, nama sudah tidak ada'. Biar aja dia senang,
nggak apa-apa. Jadi sengaja kita biarkan," kata Rizieq.
"Kemudian kita hubungi travel yang ada, kita minta untuk ganti kode booking..
Ada tambahan biaya, kita tambah biaya. Tetap kita minta tanggal itu untuk kita
dapat kursi dan kita dapat. Kita diam. Kita tidak umumkan kalau kita punya
tiket baru. Ini kita tidak umumkan. Lancar semua," sebut Rizieq.
Menurut Rizieq, informasi dia mendapatkan tiket baru pulang ke RI jebol juga.
Gangguan pun, katanya, dialaminya lagi.
"Saya berangkat jam 7. Dari jam 11 siang saya sudah kirim orang untuk check in.
Jam 2 kita sudah full semua kita sudah dapat, barang sudah masuk. Tiba-tiba jam
4 sore di airport dapat panggilan, saya punya putri yang satu tiketnya batal.
Ini permainan-permainan gila-gilaan ini. Nah, kita tanya kita konfirmasi, 'Ini
begimana bisa batal ini?' Alasannya katanya ada ATM palsulah, ada orang mengaku
bahwa ATM-nya dipakailah, duitnya dicurilah, dan sebagainya," tutur Rizieq.
Menurut Rizieq, tujuan orang yang disebutnya mengerjainya ini ingin dia batal
berangkat ke RI karena peraturan di Saudi tak mengizinkan putri dan istri
ditinggal kafil-nya. Namun, kata Rizieq, masalah ini terpecahkan karena pihak
Arab Saudi membantunya.
"Jam 4 sore itu kita berkutat. Tapi alhamdulillah otoritas Saudi membantu kita.
Mereka juga kaget. 'Ini ada apa kok pembatalan bisa begini', mereka nggak
pernah alami," kata Rizieq.
"Akhirnya jam 5 sore semua bisa teratasi. Jam 6 sore kita sudah bisa masuk ke
ruang tunggu dan jam 7 kita sudah bisa berangkat. Alhamdulillah. Kalau Allah
sudah menentukan kita pulang, mau kekuatan apa pun yang mencoba untuk
menghalangi tidak akan pernah mampu melawan kehendak Allah," sebut Rizieq.
4. Sebut Otoritas Arab Saudi Dapat Laporan 'Sampah'
Rizieq menyebut otoritas Arab Saudi mendapatkan informasi sampah yang
menyebabkan dirinya tertahan di Arab Saudi. Laporan sampah itu, kata Rizieq,
diterima Saudi dari Indonesia.
"Memang mereka sendiri ini mengaku, jadi saya di sana diperiksa oleh Badan
Intelijen Saudi, diperiksa oleh dewan keamanan Saudi, belakangan saudara,
kenapa saya diperiksa, mereka mendapatkan laporan sampah dari negeri ini, jadi
mereka ini zubalah, nahnu nahsu ala maklumat, maklumat kadzibah, kita (Saudi)
mendapatkan informasi yang bohong bahkan mereka bilang zubalah, zubalah itu
sampah, informasi sampah tentang Anda," kata dia.
Menurut Rizieq, dirinya disebut memiliki persoalan hukum sehingga pergi ke
Saudi. Selain itu, Rizieq disebut sebagai tokoh politik yang kerap membuat
keributan.
"Jadi saya ini katanya buronan, melarikan diri, ada persoalan hukum yang saya
hadapi. Saya ini katanya red notice, kemudian ada lagi yang mengatakan kalau
saya ini orang politik yang selalu bikin keributan di mana-mana, bahaya untuk
keamanan Saudi," ujar Rizieq.
Rizieq mengaku tak mau menuduh siapa yang melempar informasi sampah ke otoritas
Saudi. Namun dia menegaskan informasi itu diterima pemerintah Saudi pasti dari
pejabat tinggi.
"Nah, ini laporan-laporan semacam ini saya tidak mau menuduh si A, si B, si C,
tapi ini ada, dan ini bukan dari orang yang biasa. Kalau laporan dari orang
biasa, nggak bakal dihiraukan oleh pemerintah Saudi. Ini tingkat negara, ini
bukan tingkat RT, bukan tingkat RW, ini negara, negara Saudi mendapatkan
laporan berarti yang memberikan laporan ini tingkat tinggi juga," ujar dia.
Foto: Puluhan sepeda motor masuk ke Tol Dalam Kota, Jakarta. Mereka
adalah massa FPI yang mengiringi kepulangan Habib Rizieq Shihab (Agung
Pambudhy/detikcom)
Baca juga:
AP II Sudah Perbaiki Fasilitas Rusak di Soetta Akibat Penjemputan Habib
Rizieq
5. Bicara Rekonsiliasi
Rizieq Syihab berbicara soal peluang rekonsiliasi dengan pemerintah. Dia
menegaskan rekonsiliasi bisa terjadi bila tidak ada lagi kecurangan.
"Kalau ada mengatakan, Habib Rizieq, bisakah ke depan ini kita melakukan
rekonsiliasi? Saya katakan sekali lagi, rekonsiliasi hanya bisa berdiri atas
dasar niat dan tekad yang baik," kata Rizieq.
Dia menjelaskan pihaknya bukanlah musuh pemerintah dan musuh negara, namun
musuh kezaliman dan kecurangan. Rekonsiliasi bisa terjadi bila kezaliman yang
dilarang FPI tidak dilakukan pemerintah.
"Tapi kalau rekonsiliasi berdiri atas dasar kecurangan kezaliman, kejahatan,
tidak mungkin. Tidak ada rekonsiliasi," ujarnya.
Rizieq akan mengapresiasi perlakuan baik pemerintah, namun dia akan mengkritik
perlakuan buruk pemerintah. Menurutnya, ini adalah sikap objektif.
"Selama pemerintah baik, kita akan apresiasi. Kita akan terima kasih. Tapi
kalau mereka membuat aturan-aturan yang merugikan rakyat, yang merusak agama,
yang menghancurkan akhlak, wajib untuk kita lawan," kata Rizieq.
6. Ucapkan Terima Kasih ke Pemerintah Arab Saudi
Rizieq telah kembali ke Indonesia setelah sekitar 3 tahun berada di Arab Saudi.
Rizieq pun berterima kasih kepada pemerintah Saudi.
Rizieq awalnya menceritakan keberhasilannya menyelesaikan disertasi selama
menetap di Saudi. Dia menyebut banyak hal yang tidak didapat di Indonesia tapi
didapat saat di Saudi.
"Dan selama di Mekah, alhamdulillah, saya juga sudah menyelesaikan, yaitu
disertasi doktor saya, sebanyak 1.000 halaman dalam bahasa Arab, alhamdulillah
semua berkah. Dan saya punya putri yang tinggal di Mekah, akhirnya punya
kesempatan menghafal Al-Qur'an. Jadinya mereka sudah lebih dari 10 juz hafal
Al-Qur'an. Ini ini semua yang di sini kita nggak dapat, di Mekah kita dapat,
alhamdulillah," kata Rizieq.
Rizieq menekankan bahwa kabar yang menyebut dia berurusan dengan penegak hukum
di Saudi adalah bohong. Baru kemudian dia mengucapkan terima kasih ke
pemerintah Saudi.
"Setiap tahun kita bisa melaksanakan ibadah haji, setiap minggu kita bisa
melaksanakan ibadah umroh, kita bisa iktikaf di masjid, bebas, saya bisa ke
Madinah, ke Jeddah, ke Taif, ke mana-mana tempat, tidak pernah dilarang oleh
otoritas Saudi," ucap Rizieq.
"Jadi sekali lagi saya tandaskan, kalau ada mengatakan saya ini kriminal,
melanggar hukum, berurusan dengan hukum Saudi, bohong. Jadi sekali lagi, dalam
forum ini, saya ingin sampaikan terima kasih kepada pemerintah Saudi. Saya
sampaikan terima kasih kepada pemerintah Saudi dan apresiasi yang tinggi, di
mana selama keberadaan saya 3,5 tahun di sana, mereka telah memperlakukan saya
secara baik, kemudian mereka telah memberikan segala kemudahan," imbuhnya.
Foto: Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab akhirnya tiba di Indonesia.
Habib Rizieq langsung keluar dari Terminal 3 dan langsung berorasi (Rifkianto
Nugroho/detikcom)
(aud/aud)