Senin, 25/10/2010 15:18 WIB
8 Tanda Diabetes yang Jarang Diketahui

*Merry Wahyuningsih* - detikHealth

[image: img]
*(Foto: thinkstock)*
*Jakarta,* Indikator diabetes atau kencing manis biasanya terlihat dari
gejala yang berhubungan dengan kadar gula darah seperti banyak kencing,
banyak minum dan banyak makan. Tapi ada lagi beberapa indikator diabetes
yang cukup mengejutkan.

Banyak orang yang terkadang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami *
penyakit*<http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>kencing
manis atau diabetes mellitus, karena memang gejala diabetes
terkadang tidak disadari.

Dilansir *USNews*, Senin (25/10/2010), berikut 8 indikator diabetes yang
tidak disadari dan mengejutkan:

*1. Ukuran payudara yang besar*
Menurut penelitian yang telah diterbitkan pada* Canadian Medical Association
Journal*, perempuan dengan ukuran bra D atau lebih pada usia 20 tahun, 5
kali lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2 (karena gaya hidup). Hal
ini karena ukuran payudara adalah faktor yang signifikan dari indeks massa
tubuh (BMI).

*2. Warna alis*
Bila sebagian rambut di tubuh Anda sudah mulai beruban tetapi warna alis
tetap gelap, maka Anda harus segera memeriksa kadar glukosa darah. Hal ini
karena diabetes dapat menghambat proses rambut alis yang mulai memutih.

*3. Bulan kelahiran*
Penelitian baru yang telah dipublikasikan dalam *American Diabetes
Association*, menunjukkan bahwa bulan kelahiran memainkan peran dalam
perkembangan diabetes tipe 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang
lahir di musim semi lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 1.
*Penyebab*<http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=OA==&width=280&height=125>pastinya
belum diketahui, tetapi peneliti menduga hal ini karena diet ibu
atau paparan radiasi matahari.

*4. Gangguan pendengaran*
Sebaiknya Anda jangan mengabaikan gangguan pada indera pendengaran, karena
gangguan pendengaran sekarang telah dikaitkan dengan komplikasi diabetes.
Orang dengan diabetes 2 kali lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran.

*5. Kaki pendek*
Studi di Johns Hopkins University menemukan bahwa laki-laki dengan kaki
pendek lebih cenderung mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan laki-laki
berkaki panjang. Ini tidak berarti bahwa tinggi berdampak pada risiko
diabetes, tapi rasio panjang kaki. Temuan ini mengisyaratkan sesuatu yang
lebih dalam antara risiko diabetes dan perkembangan janin.

*6. Kerusakan gigi*
Menurut Harvard Schools of Public Health and Dental Medicine, orang yang
memiliki 
*penyakit*<http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keyword=Mw==&width=280&height=125>periodontal
atau kehilangan gigi akan meningkatkan risiko untuk diabetes.
Studi tersebut menemukan bahwa orang yang kehilangan gigi meningkatkan
risiko diabetes untuk kedua jenis kelamin sebesar 14-29 persen, sedangkan
penyakit periodontal dianggap sebagai komplikasi diabetes.
*
7. Rambut rontok*
Penderita diabetes dengan aterosklerosis mungkin juga mengalami rambut
rontok atau rambut menipis. Hal ini terjadi karena ada penebalan dinding
pembuluh darah arteri yang sempit ke seluruh tubuh, termasuk kulit. Pembuluh
darah sempit berarti oksigen kurang, yang menyebabkan gejala seperti
kehilangan rambut dan kulit mengkilap dan menebal. Rambut rontok tidak hanya
terbatas pada satu area tertentu dari tubuh.

*8. Paparan pestisida*
Berdasarkan *Agricultural Health Study*, petani yang sering terpapar
pestisida dapat meningkatkan risiko diabetes, mengingat paparan jangka
panjang pestisida dan herbisida telah ditemukan dapat meningkatkan risiko
diabetes.



(*mer/ir*)

-- 
GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
-
Site: 
   http://groups.google.com/group/gudangmedia
Blog: 
   http://gudangmedia.blogspot.com
Facebook - Lingga Yoni:
   http://www.facebook.com/gudangmedia
-

Kirim email ke