----- Original Message ----- *From:* *NADIA CITRA * Terima kasih atas perhatian dan masukan dari kawan-kawan sekalian. Setelah kejadian kemarin, selama beberapa hari tidak ada respon dari Transcab. Saya pun langsung sebarkan surat pembaca ke semua media yang saya tahu. Lewat teman-teman liputan dulu saya dapat kemudahan juga. Alhamdulillah surat pembaca pun turun di kompas.com, Harian Kontan, inilah.com, majalah Tempo dll :)
Pihak Transcab pun menghubungi kami kembali dan meminta maaf. Oknum sopir berjudul Iwan pun telah diberi teguran (katanya). Berdasarkan info yang saya kumpulkan dari sejumlah narasumber, sejumlah armada taksi, seperti Transcab memang rawan tindakan anonoh dari sopirnya. Soalnya mereka menerapkan sistem jual mobil. Jadi si driver bisa mencicil mobil taksinya lewat setoran harian. Akibatnya, sejumlah sopir taksi mencoba ngakalin supaya cepet dapet mobil. Caranya, dua mobil dijalankan oleh tiga orang sopir, jadi dua mobil dicicil bertiga. Dua sopir resmi terdaftar, sementara sopir ketiga yang ngiderin taksi pas dua sopir tsb libur, entah siapa. Hal ini menjawab teka-teki saya. Karena selama 2 tahun saya langganan transcab yang kebetulan poolnya dekat rumah, tidak pernah kejadian bombastis begitu. Sopirnya ramah-ramah, semua ada no pintunya, dan semua taksi jg ada TVnya. Tapi tetap saja, sekarang saya kapook.. --- Pada *Sen, 24/1/11, harisuprapto *menulis: Dari: harisuprapto Tanggal: Senin, 24 Januari, 2011, 8:54 AM Ikut prihatin mbak Nadia ... Sekedar urun rembug saja, sebaiknya tetep dilaporkan kejadian itu ke perusahaan supaya ada perbaikan .... Khususnya, sopir2 yang nakal begitu. Semoga tidak terulang kedua kalinya. Untuk sekedar mengingatkan tips naik taksi : 1. Pilih taksi yang dikenal dan ter"save" no telefon operatornya. 2. Setelah pesan, minta penjelasan kembali ke operator no lambung berapa yang dikirim dan dari pangkalan mana. 3. Siapkan uang receh, minimal kelipatan 5000 terdekat. Ada kecenderungan memang sopir taksi malas mengembalikan susuk. Kalau saya karena laki2 (kebetulan juga polisi), kalau mereka bilang tidak ada uang kembalian saya selalu bilang "tugas penumpang adlh bayar, tugas sopir terima pembayaran dan memberikan uang kembalian. Ada baiknya uang diserahkan sesaat sebelum sampai tujuan, supaya kalau tidak ada kembalian bisa berhenti di kios terdekat untuk tukar uang atau beli sesuatu (kl laki2 rokok) 4. Pada saat duduk, kenali taksi, nomer lambung dan nama sopir yang sll terpasang di papan depan. 5. Setelah turun, jangan lupa liat kemabali no lambung atau 2 nomor terakhir plat nomor. Siapa tau ada brg yg tertinggal. Semoga mas2, mbak2 , konco2 selalu hati2. Khususnya kepada istri dan anak perempuan, kejadian seperti ini hrs sll kita ingatkan. --- Pada *Sen, 24/1/11, * NADIA CITRA menulis: Hati-hati naik taksi Transcab di Jakarta. Kejadian yang sungguh tidak mengenakkan dan mendatangkan trauma menimpa kakak saya Dahlia Citra (6Che angk '96) kemarin siang, saat naik taksi berwarna orange tersebut. Berikut email dari kakak saya: Tanggal 19 Januari 2011 saya ada janji akupuntur di daerah Palmerah. Sekitar jam 14.00 saya order taksi Transcab melalui telepon. Taksi itu datang jam14:30 ke rumah saya di kedoya Kebon Jeruk. Saya minta diantar ke Palmerah, lewat Binus Rawa Belong. Jam 15:10 saya turun di samping hotel Pitagiri Palmerah. Argo taksi kurang lebih 25 ribu rupiah, saya beri uang ke sopir 50 ribu. Seketika itu juga sopir tersebut marah-marah minta uang pas. Ketika saya bilang tidak ada, dia dengan kasar menyuruh saya turun tak usah bayar! Saya sungguh kaget dan segera turun karena ketakutan. Saat itu saya turun pas di depan dua security Hotel Pitagiri. Tiba-tiba, sopir taksi itu keluar, dan teriak-teriak di tengah jalan mengata-ngatai saya penumpang yang tidak mau bayar. Saya tentu saja marah dan malu luar biasa. Apalagi kondisi jalan raya Palmerah saat itu sangat ramai. Dua security hotel menghampiri kami dan membela saya karena tahu betul saya sejak awal sudah hendak membayar. Sopir taksi Transcab nomor pintu 414 itu semakin menjadi-jadi. Semua kata-kata makian dan binatang keluar dari mulutnya. Dia minta uang, saya kasih 50 ribu, dan dia pergi entah tukar kembalian ke mana. Saat itu juga, saya langsung menelpon ke hotline Transcab dan mengadukan, diterima oleh seseorang bernama Tri. Saat saya menelepon, si sopir datang lagi dan teriak mengatai saya dengan segala macam binatang. Parahnya lagi, dia melempar kembalian uang ke muka saya, lalu pergi sambil tetap meneriakkan sumpah-serapah. Semua kata-katanya pasti didengar oleh pihak Transcab karena kami masih online. Security hotel Pitagiri yang menemani saya pun meminta bicara dengan pihak Transcab lewat telepon itu dan menceritakan betapa kasar dan kurang ajarnya sopir nomor pintu 414 tersebut. Saya sangat shock atas kejadian tersebut. Apalagi saya ke terapis karena hendak berobat. Satu hal yang pasti, saya tak akan lagi, dengan alasan apapun, mempercayai armada taksi Transcab. *Dahlia Citra* Kedoya-Kebon Jeruk Head of Internal Communication Corporate Secretary PT MNC Sky Vision-Indovision http://www1.kompas.com/suratpembaca/read/19936 ++ Pagi tadi, seorang customer service *Transcab* menelpon dan mengatakan akan memproses keluhan kakak saya. Dia kemudian menambahkan "Kami harap kasus uang kembalian ibu tidak diperpanjang lagi!". Whaatt?? Ini bukan soal uang kembalian. Kami pun tak mencari ganti rugi materiil, karena kerugian psikologis yang menimpa kami rasanya tak akan bisa dibayar begitu saja. __._,_.___ Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . __,_._,___ -- ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Share the Road !!!! Untuk posting: [email protected] Untuk keluar dari grup: [email protected]<rsa-indonesia%[email protected]> Website: www.rsa.or.id ------------------------------------------------------------------------------------------------------ -- GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || - Site: http://groups.google.com/group/gudangmedia Blog: http://gudangmedia.blogspot.com Facebook - Lingga Yoni: http://www.facebook.com/gudangmedia -
