boikot saja enaknya.. armada taksi gak jelas agar di tutup ijin operasinya..
Pada 2 Februari 2011 15:54, Hendra Alvin <[email protected]> menulis: > ya bila dari bandara sutta, saya pernah ribut dengan taxi tersebut juga dan > umumnya taxi selain bluebird ga mau layani rute dekat > > Pada 1 Februari 2011 14:21, Ki Djoko Lemot <[email protected]> menulis: > >> >> ----- Original Message ----- >> *From:* *NADIA CITRA >> >> * >> Terima kasih atas perhatian dan masukan dari kawan-kawan sekalian. >> Setelah kejadian kemarin, selama beberapa hari tidak ada respon dari >> Transcab. Saya pun langsung sebarkan surat pembaca ke semua media yang saya >> tahu. Lewat teman-teman liputan dulu saya dapat kemudahan juga. >> Alhamdulillah surat pembaca pun turun di kompas.com, Harian Kontan, >> inilah.com, majalah Tempo dll :) >> >> Pihak Transcab pun menghubungi kami kembali dan meminta maaf. Oknum sopir >> berjudul Iwan pun telah diberi teguran (katanya). >> >> Berdasarkan info yang saya kumpulkan dari sejumlah narasumber, sejumlah >> armada taksi, seperti Transcab memang rawan tindakan anonoh dari sopirnya. >> Soalnya mereka menerapkan sistem jual mobil. Jadi si driver bisa mencicil >> mobil taksinya lewat setoran harian. Akibatnya, sejumlah sopir taksi mencoba >> ngakalin supaya cepet dapet mobil. Caranya, dua mobil dijalankan oleh tiga >> orang sopir, jadi dua mobil dicicil bertiga. Dua sopir resmi terdaftar, >> sementara sopir ketiga yang ngiderin taksi pas dua sopir tsb libur, entah >> siapa. >> >> Hal ini menjawab teka-teki saya. Karena selama 2 tahun saya langganan >> transcab yang kebetulan poolnya dekat rumah, tidak pernah kejadian bombastis >> begitu. Sopirnya ramah-ramah, semua ada no pintunya, dan semua taksi jg ada >> TVnya. >> >> Tapi tetap saja, sekarang saya kapook.. >> >> >> --- Pada *Sen, 24/1/11, harisuprapto *menulis: >> >> >> Dari: harisuprapto >> >> Tanggal: Senin, 24 Januari, 2011, 8:54 AM >> >> >> Ikut prihatin mbak Nadia ... >> Sekedar urun rembug saja, sebaiknya tetep dilaporkan kejadian itu ke >> perusahaan supaya ada perbaikan .... Khususnya, sopir2 yang nakal begitu. >> Semoga tidak terulang kedua kalinya. Untuk sekedar mengingatkan tips naik >> taksi : >> 1. Pilih taksi yang dikenal dan ter"save" no telefon operatornya. >> 2. Setelah pesan, minta penjelasan kembali ke operator no lambung berapa >> yang dikirim dan dari pangkalan mana. >> 3. Siapkan uang receh, minimal kelipatan 5000 terdekat. Ada kecenderungan >> memang sopir taksi malas mengembalikan susuk. Kalau saya karena laki2 >> (kebetulan juga polisi), kalau mereka bilang tidak ada uang kembalian saya >> selalu bilang "tugas penumpang adlh bayar, tugas sopir terima pembayaran dan >> memberikan uang kembalian. Ada baiknya uang diserahkan sesaat sebelum sampai >> tujuan, supaya kalau tidak ada kembalian bisa berhenti di kios terdekat >> untuk tukar uang atau beli sesuatu (kl laki2 rokok) >> 4. Pada saat duduk, kenali taksi, nomer lambung dan nama sopir yang sll >> terpasang di papan depan. >> 5. Setelah turun, jangan lupa liat kemabali no lambung atau 2 nomor >> terakhir plat nomor. Siapa tau ada brg yg tertinggal. >> Semoga mas2, mbak2 , konco2 selalu hati2. Khususnya kepada istri dan anak >> perempuan, kejadian seperti ini hrs sll kita ingatkan. >> >> >> >> --- Pada *Sen, 24/1/11, * NADIA CITRA menulis: >> >> Hati-hati naik taksi Transcab di Jakarta. >> >> Kejadian yang sungguh tidak mengenakkan dan mendatangkan trauma menimpa >> kakak saya Dahlia Citra (6Che angk '96) kemarin siang, saat naik taksi >> berwarna orange tersebut. >> >> Berikut email dari kakak saya: >> Tanggal 19 Januari 2011 saya ada janji akupuntur di daerah Palmerah. >> Sekitar jam 14.00 saya order taksi Transcab melalui telepon. Taksi itu >> datang jam14:30 ke rumah saya di kedoya Kebon Jeruk. >> >> Saya minta diantar ke Palmerah, lewat Binus Rawa Belong. Jam 15:10 saya >> turun di samping hotel Pitagiri Palmerah. Argo taksi kurang lebih 25 ribu >> rupiah, saya beri uang ke sopir 50 ribu. >> >> Seketika itu juga sopir tersebut marah-marah minta uang pas. Ketika saya >> bilang tidak ada, dia dengan kasar menyuruh saya turun tak usah bayar! Saya >> sungguh kaget dan segera turun karena ketakutan. Saat itu saya turun pas di >> depan dua security Hotel Pitagiri. >> >> Tiba-tiba, sopir taksi itu keluar, dan teriak-teriak di tengah jalan >> mengata-ngatai saya penumpang yang tidak mau bayar. Saya tentu saja marah >> dan malu luar biasa. Apalagi kondisi jalan raya Palmerah saat itu sangat >> ramai. Dua security hotel menghampiri kami dan membela saya karena tahu >> betul saya sejak awal sudah hendak membayar. >> >> Sopir taksi Transcab nomor pintu 414 itu semakin menjadi-jadi. Semua >> kata-kata makian dan binatang keluar dari mulutnya. Dia minta uang, saya >> kasih 50 ribu, dan dia pergi entah tukar kembalian ke mana. Saat itu juga, >> saya langsung menelpon ke hotline Transcab dan mengadukan, diterima oleh >> seseorang bernama Tri. >> >> Saat saya menelepon, si sopir datang lagi dan teriak mengatai saya dengan >> segala macam binatang. Parahnya lagi, dia melempar kembalian uang ke muka >> saya, lalu pergi sambil tetap meneriakkan sumpah-serapah. >> >> Semua kata-katanya pasti didengar oleh pihak Transcab karena kami masih >> online. Security hotel Pitagiri yang menemani saya pun meminta bicara dengan >> pihak Transcab lewat telepon itu dan menceritakan betapa kasar dan kurang >> ajarnya sopir nomor pintu 414 tersebut. >> >> Saya sangat shock atas kejadian tersebut. Apalagi saya ke terapis karena >> hendak berobat. Satu hal yang pasti, saya tak akan lagi, dengan alasan >> apapun, mempercayai armada taksi Transcab. >> >> *Dahlia Citra* >> Kedoya-Kebon Jeruk >> Head of Internal Communication >> Corporate Secretary >> PT MNC Sky Vision-Indovision >> http://www1.kompas.com/suratpembaca/read/19936 >> >> ++ Pagi tadi, seorang customer service *Transcab* menelpon dan mengatakan >> akan memproses keluhan kakak saya. Dia kemudian menambahkan "Kami harap >> kasus uang kembalian ibu tidak diperpanjang lagi!". >> >> Whaatt?? Ini bukan soal uang kembalian. Kami pun tak mencari ganti rugi >> materiil, karena kerugian psikologis yang menimpa kami rasanya tak akan bisa >> dibayar begitu saja. >> >> __._,_.___ >> Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> >> . >> >> __,_._,___ >> >> -- >> >> ------------------------------------------------------------------------------------------------------ >> Share the Road !!!! >> Untuk posting: [email protected] >> Untuk keluar dari grup: >> [email protected]<rsa-indonesia%[email protected]> >> Website: www.rsa.or.id >> >> ------------------------------------------------------------------------------------------------------ >> >> -- >> GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || >> - >> Site: >> http://groups.google.com/group/gudangmedia >> Blog: >> http://gudangmedia.blogspot.com >> Facebook - Lingga Yoni: >> http://www.facebook.com/gudangmedia >> - >> > > -- > GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || > - > Site: > http://groups.google.com/group/gudangmedia > Blog: > http://gudangmedia.blogspot.com > Facebook - Lingga Yoni: > http://www.facebook.com/gudangmedia > - > -- ==================== *BAJAJ pasti berlalu Suaranya ? Belum tentuu *==================== -- GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || - Site: http://groups.google.com/group/gudangmedia Blog: http://gudangmedia.blogspot.com Facebook - Lingga Yoni: http://www.facebook.com/gudangmedia -
