ya bila dari bandara sutta, saya pernah ribut dengan taxi tersebut juga dan
umumnya taxi selain bluebird ga mau layani rute dekat

Pada 1 Februari 2011 14:21, Ki Djoko Lemot <[email protected]> menulis:

>
> ----- Original Message -----
> *From:* *NADIA CITRA
>
> *
> Terima kasih atas perhatian dan masukan dari kawan-kawan sekalian.
> Setelah kejadian kemarin, selama beberapa hari tidak ada respon dari
> Transcab. Saya pun langsung sebarkan surat pembaca ke semua media yang saya
> tahu. Lewat teman-teman liputan dulu saya dapat kemudahan juga.
> Alhamdulillah surat pembaca pun turun di kompas.com, Harian Kontan,
> inilah.com, majalah Tempo dll :)
>
> Pihak Transcab pun menghubungi kami kembali dan meminta maaf. Oknum sopir
> berjudul Iwan pun telah diberi teguran (katanya).
>
> Berdasarkan info yang saya kumpulkan dari sejumlah narasumber, sejumlah
> armada taksi, seperti Transcab memang rawan tindakan anonoh dari sopirnya.
> Soalnya mereka menerapkan sistem jual mobil. Jadi si driver bisa mencicil
> mobil taksinya lewat setoran harian. Akibatnya, sejumlah sopir taksi mencoba
> ngakalin supaya cepet dapet mobil. Caranya, dua mobil dijalankan oleh tiga
> orang sopir, jadi dua mobil dicicil bertiga. Dua sopir resmi terdaftar,
> sementara sopir ketiga yang ngiderin taksi pas dua sopir tsb libur, entah
> siapa.
>
> Hal ini menjawab teka-teki saya. Karena selama 2 tahun saya langganan
> transcab yang kebetulan poolnya dekat rumah, tidak pernah kejadian bombastis
> begitu. Sopirnya ramah-ramah, semua ada no pintunya, dan semua taksi jg ada
> TVnya.
>
> Tapi tetap saja, sekarang saya kapook..
>
>
> --- Pada *Sen, 24/1/11, harisuprapto *menulis:
>
>
> Dari: harisuprapto
>
> Tanggal: Senin, 24 Januari, 2011, 8:54 AM
>
>
>  Ikut prihatin mbak Nadia ...
> Sekedar urun rembug saja, sebaiknya tetep dilaporkan kejadian itu ke
> perusahaan supaya ada perbaikan .... Khususnya, sopir2 yang nakal begitu.
> Semoga tidak terulang kedua kalinya. Untuk sekedar mengingatkan tips naik
> taksi :
> 1. Pilih taksi yang dikenal dan ter"save" no telefon operatornya.
> 2. Setelah pesan, minta penjelasan kembali ke operator no lambung berapa
> yang dikirim dan dari pangkalan mana.
> 3. Siapkan uang receh, minimal kelipatan 5000 terdekat. Ada kecenderungan
> memang sopir taksi malas mengembalikan susuk. Kalau saya karena laki2
> (kebetulan juga polisi), kalau mereka bilang tidak ada uang kembalian saya
> selalu bilang "tugas penumpang adlh bayar, tugas sopir terima pembayaran dan
> memberikan uang kembalian. Ada baiknya uang diserahkan sesaat sebelum sampai
> tujuan, supaya kalau tidak ada kembalian bisa berhenti di kios terdekat
> untuk tukar uang atau beli sesuatu (kl laki2 rokok)
> 4. Pada saat duduk, kenali taksi, nomer lambung dan nama sopir yang sll
> terpasang di papan depan.
> 5. Setelah turun, jangan lupa liat kemabali no lambung atau 2 nomor
> terakhir plat nomor. Siapa tau ada brg yg tertinggal.
> Semoga mas2, mbak2 , konco2 selalu hati2. Khususnya kepada istri dan anak
> perempuan, kejadian seperti ini hrs sll kita ingatkan.
>
>
>
> --- Pada *Sen, 24/1/11, * NADIA CITRA menulis:
>
> Hati-hati naik taksi Transcab di Jakarta.
>
> Kejadian yang sungguh tidak mengenakkan dan mendatangkan trauma menimpa
> kakak saya Dahlia Citra (6Che angk '96) kemarin siang, saat naik taksi
> berwarna orange tersebut.
>
> Berikut email dari kakak saya:
> Tanggal 19 Januari 2011 saya ada janji akupuntur di daerah Palmerah.
> Sekitar jam 14.00 saya order taksi Transcab melalui telepon. Taksi itu
> datang jam14:30 ke rumah saya di kedoya Kebon Jeruk.
>
> Saya minta diantar ke Palmerah, lewat Binus Rawa Belong. Jam 15:10 saya
> turun di samping hotel Pitagiri Palmerah. Argo taksi kurang lebih 25 ribu
> rupiah, saya beri uang ke sopir 50 ribu.
>
> Seketika itu juga sopir tersebut marah-marah minta uang pas. Ketika saya
> bilang tidak ada, dia dengan kasar menyuruh saya turun tak usah bayar! Saya
> sungguh kaget dan segera turun karena ketakutan. Saat itu saya turun pas di
> depan dua security Hotel Pitagiri.
>
> Tiba-tiba, sopir taksi itu keluar, dan teriak-teriak di tengah jalan
> mengata-ngatai saya penumpang yang tidak mau bayar. Saya tentu saja marah
> dan malu luar biasa. Apalagi kondisi jalan raya Palmerah saat itu sangat
> ramai. Dua security hotel menghampiri kami dan membela saya karena tahu
> betul saya sejak awal sudah hendak membayar.
>
> Sopir taksi Transcab nomor pintu 414 itu semakin menjadi-jadi. Semua
> kata-kata makian dan binatang keluar dari mulutnya. Dia minta uang, saya
> kasih 50 ribu, dan dia pergi entah tukar kembalian ke mana. Saat itu juga,
> saya langsung menelpon ke hotline Transcab dan mengadukan, diterima oleh
> seseorang bernama Tri.
>
> Saat saya menelepon, si sopir datang lagi dan teriak mengatai saya dengan
> segala macam binatang. Parahnya lagi, dia melempar kembalian uang ke muka
> saya, lalu pergi sambil tetap meneriakkan sumpah-serapah.
>
> Semua kata-katanya pasti didengar oleh pihak Transcab karena kami masih
> online. Security hotel Pitagiri yang menemani saya pun meminta bicara dengan
> pihak Transcab lewat telepon itu dan menceritakan betapa kasar dan kurang
> ajarnya sopir nomor pintu 414 tersebut.
>
> Saya sangat shock atas kejadian tersebut. Apalagi saya ke terapis karena
> hendak berobat. Satu hal yang pasti, saya tak akan lagi, dengan alasan
> apapun, mempercayai armada taksi Transcab.
>
> *Dahlia Citra*
> Kedoya-Kebon Jeruk
> Head of Internal Communication
> Corporate Secretary
> PT MNC Sky Vision-Indovision
> http://www1.kompas.com/suratpembaca/read/19936
>
> ++ Pagi tadi, seorang customer service *Transcab* menelpon dan mengatakan
> akan memproses keluhan kakak saya. Dia kemudian menambahkan "Kami harap
> kasus uang kembalian ibu tidak diperpanjang lagi!".
>
> Whaatt?? Ini bukan soal uang kembalian. Kami pun tak mencari ganti rugi
> materiil, karena kerugian psikologis yang menimpa kami rasanya tak akan bisa
> dibayar begitu saja.
>
>  __._,_.___
> Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>    .
>
> __,_._,___
>
> --
>
> ------------------------------------------------------------------------------------------------------
> Share the Road !!!!
> Untuk posting: [email protected]
> Untuk keluar dari grup: 
> [email protected]<rsa-indonesia%[email protected]>
> Website: www.rsa.or.id
>
> ------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
>  --
> GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
> -
> Site:
> http://groups.google.com/group/gudangmedia
> Blog:
> http://gudangmedia.blogspot.com
> Facebook - Lingga Yoni:
> http://www.facebook.com/gudangmedia
> -
>

-- 
GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
-
Site: 
   http://groups.google.com/group/gudangmedia
Blog: 
   http://gudangmedia.blogspot.com
Facebook - Lingga Yoni:
   http://www.facebook.com/gudangmedia
-

Kirim email ke