Kanyaknya ngajak ML neh...........gua tunggu lanjutannya bro
Pada 20 Okt 2012 13.07, "Lhalaopo Bleh" <[email protected]> menulis:

> kawan-kawan,
> Numpang Cerita di sini bisa dong... minta komentarnya ya...
>
> *DIA YANG PERNAH AKU DAMBAKAN*
> *Bagian Pertama*
> Pagi itu ga biasa aku menerima ucapan selamat yang agak kaku dari seorang
> wanita, “pagi Mas… lagi ngapain?”. Aku balas biasa aja, seperti banyak
> teman yang basa-basi di pagi dan sore hari, “pagi, aku lagi berkemas untuk
> meeting… kamu sendiri lagi ngapain?”. Lalu aku menutup pintu kantorku dan
> pergi menuju ruang pertemuan pimpinan.
>
> Aku sudah lupa ucapan selamat pagi yang mungkin ada dua atau tiga dengan
> ucapan yang mirip. Tapi yang satu ini kirim sms lagi membalas pertanyaan
> basa-basiku dalam sms tadi. Semua peserta meeting menengok ke arahku,
> karena suara sms yang begitu keras, aku lupa ngeset silent di hpku. Aku
> pura-pura tak perhatian dengan hp ku untuk menetralisir pandangan
> teman-teman dalam rapat. Setelah netral, dan aku sudah merasa rilaks, aku
> lihat hp ku dan aku set silet, lalu aku buka is isms.
>
> “Aku sedang selonjoran di ranjang Mas, sambil ngebayangin dirimu…” derrrr,
> aku khawatir rasa kagetku dibaca oleh teman-teman dalam rapat, lalu aku
> lihat mereka satu persatu, tapi tak seorangpun yang melihatnya. Sms Santi
> membuatku belangsatan, seorang wanita cantik yang adalah teman istriku dan
> istri dari sahabat karibku, dengan polosnya kirim sms seperti itu. Setalah
> melihat situasi aman, aku balas sms dia, “sbentar ya, maksudmu ngebayangin
> diriku itu apa, aku ga faham?”.
>
> Santi adalah wanita anak orang kaya yang cantik, anggun dan lincah, pandai
> bergaul dan banyak teman baik laki maupun perempuan. Siapapun yang
> berkesempatan ngobrol ama dia pasti suka dan enggan untuk berhenti, kecuali
> teman-teman wanita dia yang merasa kalah saingan di lingkungan perumahan
> tempat aku tinggal. Santi yang bersuamikan Juan, di lingkungan kami adalah
> sepasang keluarga muda yang sangat ideal, mereka tampil mesra di setiap
> acara yang kami selenggarakan. Maka wajar kalau semua warga di sini
> menghormati mereka.
>
> “Mas, kamu selama ini ga ngerasa ya kalau aku perhatiin, aku deketin,
> bahkan di saat-saat aku sedang berdua sama suamiku. Sosok kamu itu selalu
> menggoda pikiranku Mas,” gubrak, aku semakin ga percaya dengan isi sms ini.
> Aku lalu mengingat-ingat tingkah laku dia kepadaku, apa ada yang aneh, atau
> lain dari yang lain. Satu-satu aku inget, ketika dia datang ke rumah,
> sedang ngobrol sama istriku, dia tidak memalingkan pandangannya dariku.
> Kalau aku sedang main ke rumah mereka, dia selalu memasakkan yang istimewa
> untuk kami, dan hanya aku yang dia perhatikan. Lama-lama memang aku temukan
> banyak hal yang menandakan dia berupaya ingin berduaan dengan aku. Terakhir
> waktu suaminya sedang tugas ke luar kota, dia sempat minta aku mampir ke
> rumahnya sebelum ke kantor, dia minta tolong ke aku untuk membetulkan
> posisi tv di rumahnya, dan ia menggunakan pakaian yang tidak biasanya
> dipakai untuk menerima tamu, serba menonjol. Aku sempat berfikir yang
> enggak-enggak, tetapi melihat kondisi rumah tangganya yang sangat harmonis,
> lalu aku buang pikiranku yang nggak wajar.
>
> “San, aku sedang meeting, nanti aku telephone ya” smsku berusaha menutup
> pembicaraan. Ternyata baru dua detik sudh datang jawaban, “Mas, aku tunggu
> di café dekat kantormu pada jam istirahat nanti ya… bye”… (bersambung)
>
> --
> GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
> -
> Site Milis:
> http://groups.google.com/group/gudangmedia
> Blog:
> http://gudangmedia.blogspot.com
> Facebook Page:
> http://www.facebook.com/MilisGM
> Twitter:
> http://twitter.com/MilisGM
> Donasi:
> http://pendek.in/0xn7
> -
>
>
>

-- 
GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
-
Site Milis: 
   http://groups.google.com/group/gudangmedia
Blog: 
   http://gudangmedia.blogspot.com
Facebook Page:
   http://www.facebook.com/MilisGM
Twitter:
   http://twitter.com/MilisGM
Donasi:
   http://pendek.in/0xn7
-


Kirim email ke