Demikian adanya Hidup dan Kehidupan,.. Disadari~Diamati.......pergerakannya ,... Sedikit mulai Belajr tidak menjadikan semua menjdi Satu Kesimpulan ,. Demikian juga dalam Do'a..... Hasil dan sebagainya biarlah alam semsta yang bekerja,..melalui Kehendak Nya,...
Kita masing ~ masing seperti satu kolam dan satu kolam lainyya,.. Yang memiliki Nafas Hidup dan Kehidupan ,.. Yang Sujatinya semua bersumber akan sebuah kearifan TUNGGAL ,,,, Secara Komulatif ,..Nahas Kejidupan kita masih Terjaga,.... Dan tugas kita untuk selalu menjadikan semua berkesinambungan,... Do'a sebagai sebuah JEMBATAN akan Niat kita yang direalisasikan dengan KARYA yang ada,.. Saat menyampaikan do'a ,..kita tidak perlu memikirkan hasil dan sebagainya Inilah satu ujud Peran Sumeleh akan penyampaian Niat kita,... Pemahaman Formal,....Do'a Yang dikabulkan atau tidak ,..itu seudah terlepas dari Peran kita,..dan tanggungjawab kita,... Namun sebuah Kecerdikan akan Do'a tidak akan selalu tampak,... Dia laksana Bayu Sejati yang satang tanpa ujud,,namun ada sebuah kepastian didalamnya,.... Patut disyukuri bila masih ada ras aPeduli akan Nusantara kita ini,.. Pun penyampaian Do'a tidak perlu berharap akan hasil.... Semua sekedar Penyerahan kepada Nya,,, Ini satu ujud KARYA akan SUmeleh kepada Nya ,.... Dan alangkah berbudinya bagi mereka yang Peduli akan hal hal seperti ini,... Semoga mas,....Bangsa ita kelak akan menajdi PANCER NAFAS KEHIDUPAN di Dunia,,, Nusantara masih banyak menyimpan Kearifan akan Nafas Okult yang ada,... Terpenting,,,apa yang kita sudah sampaikan keapda Nya melaui Do'a sebagai Ujud rasa Ikhlas dan Penyerahan tanpa Pamrih akan Hasil,,,, Bila masih terjadi Korupsi~perilaku Hidup yang tidak diharapkan ,.Semua sebagai satu pergerakan .Pergerakan akan Gravitasi ...untuk menajdi Tumbuh dan Berkembang,,,, Ada Gravitasi yang salingTolak dan Saling tarik ,..Yang pd essensinya semua menuju akan satu Kearifan yang Tunggal.... Untuk itu ,,,pentingnya Disadari kembali ke diri masing masing,... Semua berawallagi keapda masing2 diri,,,,~ Nafas Hidup Dengan mulai Bangkitkan Jiwa dalam diri.... Dimulai dari langkah2 yang sangat sederhana meski itu sebuah do'a... Meski bukan sekarang,...Do'a sebagai satu ujud Komunikasi kepada Kearfan Tunggal,...masing masing Bangkit dalam PERAN dalam dirinya,,,,masing2 menajdi Peminpin dalam dirinya,... Yang akan berkembang kepada sesama di sekiling kita~sesama~alam semesta ,,,...membenrtu sebuah Nafas ehidupan ,,demi Anak Cucu Kita kelak,.. Inilah bentuk pengorbanan ,..dan Pelayanan,.... Menjadi kan semua kembali Hidup yang berkesinambungan,......itulah Nafas KEHIDUPAN yangmenyimpan Kearifan Tunggal,,, ~Kehendak manusia dan Kehendak Dia belum tentu sama,...apalagi Kehendak antar satu Jiwa dan Jiwa satunya yang masing2 memilki kebebasan ,,ini yg perlu kita sadari,...~ ~Kecemasan~Ketakutan akan keadaan yang menjadi hambatan semuanya,..Penyerahan akan Kebebasan Kita kepada Nya itu ujud satu memuliaknNYa,.ini yang akan sellau menjadi Penjaga akan Nafas Kehidupan yang ada.....~ Sendiko dan Nyuwun Dawuh,....itu yg masih bisa kita lakukan,.... Damai~aman ~ sejahtera~Nir ing Sambekolo,..semoga,.. Salam Sejati . Pada 8 Januari 2009 04:33, Rukka Sombolinggi <[email protected]>menulis: > Apa yang terjadi di Gaza sungguh tidak bisa diterima atas nama keadilan dan > kemanusiaan. Sunguh mulia mengirimkan energy positif dan doa kepasa korban2 > tak berdosa yang teraniaya. > > Mungkinkah selain mengirimkan energy positif ke Gaza, kita juga titip doa > buat orang2 di Irak? Atau di selatan Georgia yang diserbu oleh Rusia? > > Tidakkah bisa kita semua juga mengirimkan energy positif buat para pejabat > supaya mereka berhenti korupsi dan menganiayak rakyatnya dengan segala macam > kebijakan yang justru menyengsarakan rakyatnya? > > Tidakkah bisa kita mengirimkan energy positif buat para polisi dan tentara > di pelosok nusantara tercinta, supaya mereka berhenti membunuh dan menyiksa > rakyat miskin yang tak bersenjata? yang senjatanya hanyalah cangkul dan > kebodohan. > > Masyarakat Suluk di Bengkalis, Riau sana, baru saja diserbu polisi-polisi > bersenjata, 2 orang terbunuh, lainnya luka2 dan rumah serta ladang mereka > dihancurkan. Mungkinkah mengirimkan energy positif buat PT Arara Abadi > (anak PT Sinar Mas Groups) untuk berhenti memperkaya diri sendiri dan > mendukung kekerasan terhadap orang2 yang pada dasarnya sudah tak berdaya? > > Mungkinkah mengirim energy positif buat PT Freeport supaya berhenti > menghancurkan lingkungan di Papua dan membunuh orang Amungme dan Komoro? > > Tidak bisakah kita mengirim doa buat perempuan-perempuan yang > diperdagangkan? Atau kepada mereka yang terpaksa menjual diri demi sesuap > nasi? Termasuk kepada mereka yang terpaksa berangkat menjadi TKW.. > > Tidak bisakah kita mengirim doa kepada para tuan-tuan dan nyonya-nyonya di > manapun berada supaya berhenti menyiksa pembantunya? > > Kalau Gaza yang jauh disana bisa terjangkau doa dan energy positif, saya > rasa orang2 teraniaya di tanah air sendiri tidaklah tak terjangkau. > > Mohon petunjuk.. > > salam > > rukka > > > 2009/1/8 dohan satria <[email protected]> > > Rasanya Tidak ada yg jdi masalah,..ungkapkan saja,.TOH bukan utk mencari >> pembenaran bukan,..? >> Semua tetap damai selama tdk ada penilian,.anggapan,....maupun >> kesimpulan.. >> Apapun itu bentuknya bila sebuah Kuasa menjadi Kekuasaan ,..akan saling >> menghancurkan,, >> >> Alangkah Bijaknya biasa sebuah Kuasa dijadikan sebuah Pelayanan untuk >> Sesama,... >> >> Palestina Israel memiliki nafas kehidupan demikian,.bersyukur sekali Nafas >> Nusantara memiliki Nafas Kehidupan yang Menjaga meski sangat tidak pernah >> disadari ,..disukuri.,... >> .Doa tetap kita panjatkan dgn melihat mereka sbg bagian Jiwa,..bukan dri >> sisi issue agama,. >> Masih masing Komunitas akan Nafas Hidup dan Kehdiupan yang membawa >> keberadaan ,....masing masin yang akan meoreh SUKERTA ke anak cucu >> kelak,....Ada jalur tersembunyi yang menjadikan demikian,... >> Esensi Kehidupan,,,masa lalu disadari atau tidak ,.....itlah >> Hidup....saat dulu berlaku pada perutaran saat ini,..dalam Esensi Waktu yan >> sama... >> >> Bersyukrlah,..meski Nusantara bukan turunnya tempat para NABI...karena >> Nafas Kehidupan sangat terjaga dengan Kehidupan Leluhur yang sangat >> bersahabat dengan Kondisi Alam Semesta dan Ciptaan Nya >> >> ~ Rasa Cinta bila tidak di Pahami~di Kuasai Sepenuhnya nya dengan >> Mengerti, ibarat bermain main degan sebilah Pisau tanpa mengerti Manfaat >> Pisau seseungguhnya......ang sekedar Untuk melukai....hanya Sekedar >> Melukai , Berbuat Cinta akan sesuatu Tanpa kita Menguasai Pengertian akan >> Hakekat Welas Asih,...ibarat memperebutkan Hak tanpa mau mengerti Alasan >> Dasar apa itu Rasa menerima dan memberi ...Semua menjadi Kuasa >> Buta,..yang lemah akan Terjajah,....yang Kuat akan menghancurkan..~ >> >> >> Salam Sejati >> >> >> >> > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** Milis HU Internasional: http://health.groups.yahoo.com/group/harmonization-universal -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
