Rekan-rekan yang terkasih,
   
  Saya perkenalkan artikel-artikel Gali Kata Alkitab yang merupakan hasil 
kajian dari akar kata bahasa Ibrani kuno. Harap berguna dan menjadi berkat bagi 
Anda sekalian. Saya juga menunggu masukan, saran, ataupun kritik dari Anda 
sekalian.
   
  Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab 
yang dapat diakses di alamat berikut:
  http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/
  http://herysetyoadi_001.blogs.friendster.com/gali_kata/
  http://herysetyoadi.multiply.com/journal
  http://diont.blogdetik.com/
http://remuzbertho1.wordpress.com
  http://galikataalkitab.17april.com
   
   
  Salam saya,
  herysa
   
  -------------
  Gali Kata Alkitab
  Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab 
yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang 
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam 
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata 
Alkitab" dari nomor selular 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan 
rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan 
satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan 
juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap 
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
   
  Pelayanan via E-mail 
  Edisi 6: Kamis, 10 April 2008
   
  Saudara  Siapa pun Anda, pasti tahu arti kata “saudara”. Kata tersebut bisa 
berarti: saudara kandung (satu ayah dan ibu, atau satu ayah lain ibu), saudara 
sepupu, bahkan orang yang tidak memiliki hubungan darah. Seseorang bisa 
memanggil orang lain dengan sebutan “saudara”. Pengertian dan penggunaan kata 
itu terus berkembang, seiring perkembangan bahasa manusia. Di kalangan jemaat 
Tuhan misalnya, seseorang dengan yang lain saling menyebut “saudara seiman”. 
Apa arti kata “saudara” ditinjau dari tulisan Ibrani Kuno? 
   
  Kata “saudara” terjemahan dari bahasa Ibrani ‘akh (alef-qames-khet). Pada 
awalnya tulisan Ibrani tidak menggunakan tanda huruf hidup, meskipun mereka 
membacanya seperti ada tanda hurup hidup. Mereka menuliskannya dengan dua huruf 
mati saja: “alef” dan “khet”. Qames adalah tanda huruf hidup. Dalam tulisan 
Ibrani kuno setiap tulisan gambar (piktograf) melambangkan suatu ide. Orang 
Ibrani biasa berpikir konkret, sehingga ide abstrak pun digambarkan dengan 
sesuatu yang konkret. 
   
  Huruf “alef” adalah sebuah gambar kepala sapi jantan yang bertanduk 
(konkret). Orang Ibrani menggunakannya sebagai simbol “kekuatan” (abstrak). 
Sedangkan huruf “khet” adalah sebuah gambar dinding tenda (konkret) yang 
melambangkan “pemisah” dan “pelindung” (abstrak). Dengan demikian kata 
“saudara”, yang dalam bahasa aslinya merupakan kata yang disusun dari gabungan 
huruf “alef” dan “khet”, secara harfiah berarti “dinding yang kuat”, atau 
“pelindung yang kuat”. 
   
  Arti kata tersebut dapat dipahami dengan mudah kalau kita mengerti budaya 
Ibrani masa lampau, khususnya yang berkaitan dengan “rumah”. Kehidupan orang 
Ibrani sebagai kaum nomad tidak memungkinkan mereka membangun rumah permanen. 
Tenda adalah rumahnya. Bagian-bagian tenda meliputi atap, dinding, dan pintu. 
Dinding adalah bagian samping tenda. Fungsinya untuk memisahkan antara bagian 
dalam dan bagian luar tenda, di samping sebagai pelindung bagi orang yang 
tinggal di dalamnya dari serangan binatang buas. Dinding tenda itu terbuat dari 
“tenunan” bulu domba yang dirajut dengan kuat. 
   
  “Saudara” yang dianalogikan dengan dinding tenda, memiliki peran dan fungsi 
“melindungi”. Ia harus melindungi segenap anggota keluarga dari pihak lain yang 
mengancam jiwa mereka. Jika ada musuh yang menyerang, maka ia akan berdiri di 
posisi antara musuh dan keluarganya. Ia tidak akan membiarkan musuh tersebut 
berhadapan langsung dengan keluarganya. Ia rela menjadi “tameng” bagi 
keluarganya, asal nyawa keluarganya selamat. Dengan demikian kata “saudara” 
mengandung makna bersedia berkorban, bahkan rela mati bagi saudara yang lain. 
   
  Kisah dalam PL dan PB 
   
  Kisah dalam Perjanjian Lama, antara lain Kain (Kejadian 4:8) dan 
saudara-saudara Yusuf (Kejadian 37:23-24, 28), tidak berperan sebagai saudara 
bagi adiknya, sebagaimana makna yang digambarkan di atas. Kain yang mestinya 
menjadi pelindung bagi Habel, tetapi justru menjadi pembunuh. Kakak-kakak Yusuf 
yang mestinya menjadi pelindung bagi Yusuf, tetapi justru menjualnya. 
   
  Lain halnya Yonatan. Ia berlaku sebagai “saudara” terhadap Daud, meskipun 
mereka tidak memiliki hubungan darah. Yonatan menjadi informan untuk 
“melindungi” nyawa Daud dari rencana pembunuhan yang dilakukan Saul, ayahnya. 
Daud sangat menghargai Yonatan karena kasihnya, sehingga ia menyebutnya 
“saudaraku Yonatan”(2 Samuel 1:26). Dalam Perjanjian Baru, kata “saudara” 
muncul dengan berbagai makna. Kata “saudara” dalam Markus 5:37 bermakna 
jasmaniah (hubungan kekerabatan). Sedangkan dalam Kisah Para Rasul 21:20 
tercantum kata “saudara” sebagai panggilan. Paulus, dalam surat-suratnya, 
menyebut orang-orang percaya (baik jemaat maupun pribadi) sebagai Saudara. 
Secara rohani, Paulus menyatakan bahwa Yesus “menjadi yang sulung di antara 
banyak saudara” (Roma 8:29). 
   
  Bagaimana Implikasinya? 
   
  Tepat kata Rasul Yohanes, bahwa orang beriman wajib menyerahkan nyawanya 
untuk saudara-saudaranya. (Sebab, arti “saudara” secara mendasar menunjuk makna 
mau dan berani berkorban). Apalagi, Yohanes mengaitkannya dengan keteladanan 
Kristus, yang telah menyerahkan nyawaNya untuk orang-orang percaya (1 Yohanes 
3:16). 
   
  Pertanyaan untuk kita renungkan: Sudahkah kita menjadi “saudara” bagi yang 
lain, yakni berperan sebagai “pelindung yang kuat”? Bagaimana jika ada saudara 
kita yang sedang mengalami masalah, seperti: rongrongan ajaran sesat, 
pergumulan hidup yang mengoyakkan imannya, ancaman fisik karena beriman kepada 
Tuhan Yesus, dan masalah-masalah lainnya? Mari kita terus belajar menjadi 
“saudara” bagi orang lain. 
   
  (Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi yang dikembangkan dari artikel 
berjudul "Saudara" yang dimuat dalam Pelayanan via SMS di rubrik Gali Kata 
Alkitab, Edisi 6, Rabu, 9 April 2008 dari nomor 085294397157. Berbagai sumber 
dipakai sebagai acuan tulisan ini).
   

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke