Rekan-rekan yang terkasih,
  Saya kirimkan artikel Gali Kata Alkitab berjudul “Bait Allah” yang merupakan 
hasil kajian dari akar kata bahasa Ibrani kuno. Harap berguna dan menjadi 
berkat bagi Anda sekalian. Saya tetap menunggu masukan, saran, ataupun kritik 
dari Anda sekalian.
  Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab 
yang dapat diakses di alamat berikut:
  http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/
  http://herysetyoadi_001.blogs.friendster.com/gali_kata/
  Silakan jika Anda ingin menyebarkan artikel ini kepada rekan, kenalan, 
sahabat, atau siapa saja. Atau, jika Anda ingin mendaftarkan alamat-alamat 
email rekan, beritahukan kepada saya dan saya akan mengirim ke alamat-alamat 
tersebut.
  Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita.
   
  Salam saya,
  herysa
   
  -------------
  Gali Kata Alkitab
  Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab 
yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang 
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam 
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata 
Alkitab" dari nomor selular 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan 
rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan 
satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan 
juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap 
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
   
  Layanan via Email
  Edisi 7, Kamis, 17 April  2008
   
   
   
   
  Bait Allah
   
  “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah 
  dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” 
  (1 Korintus 3:16)
   
  Kata “bait” berarti rumah. “Bait Allah” berarti rumah Allah, tempat Allah 
berdiam. Makna teks dalam 1 Korintus 3:16 yang dikutip di atas sangat jelas, 
bahwa orang-orang percaya adalah “bait Allah”. Mereka adalah tempat kediaman 
Roh Allah. 
   
  Apa makna “bait Allah” dari kajian huruf Ibrani kuno? Orang Ibrani memiliki 
cara berpikir konkret. Segala gagasan dimulai dengan hal-hal konkret. Untuk 
menyampaikan gagasan “rumah” mereka menggambarkannya dengan sebuah denah 
pembagian ruang dalam tenda. (Sebab tenda adalah rumah mereka). Namun hal-hal 
konkret itu juga dipakainya menjadi jembatan untuk memperluas ide-ide konkret 
ke dalam ide-ide abstrak. Gambar kepala seorang laki-laki (huruf “resh” dalam 
tulisan Ibrani modern) misalnya, mereka memakainya untuk menyampaikan gagasan 
“permulaan”.  
   
  Kata “bait” dalam bahasa Ibrani “bayit” (ditulis: bet-patah-yod-hiriq-taw). 
Kata “bayit” tersebut berasal dari akar kata dengan dua huruf “bet-taw”. Huruf 
“bet” adalah piktograf   (huruf gambar) sebuah denah tenda, di antaranya 
berarti “rumah” atau “keluarga”. Orang Ibrani kuno tidak tinggal di rumah. 
Mereka mendirikan tenda sebagai tempat berlindung dan tidur pada waktu malam.  
(Kata “bed” dalam bahasa Inggris, yang berarti untuk tidur pada waktu malam di 
dalam rumah,  mungkin berkaitan dengan kata “bet” dalam bahasa Ibrani. 
Sedangkan huruf “taw” adalah gambar dua tongkat menyilang (salib) yang berarti 
suatu tanda.  Dengan demikian gabungan dua piktograf itu berarti “tanda 
keluarga”. 
   
  Ada tradisi Ibrani bahwa tanda keluarga menunjuk kepada nama dari kepala 
keluarga. Keluarga Yakub misalnya, berarti seluruh keturunan atau anggota 
keluarga memiliki kepala keluarga bernama Yakub. Hal itu juga berarti bahwa 
seluruh anggota keluarga Yakub menyandang “tanda keluarga” Yakub. 
   
  “Tanda keluarga” memiliki implikasi luas dalam kehidupan orang Ibrani. Di 
samping terkait erat dengan identitas kekerabatan, juga terkait dengan hak dan 
kewajiban sebagai keluarga. Warisan, hak dan kewajiban penebusan, berkat, 
kutuk, dan menegakkan nama saudara menyertai tanda keluarga tersebut. (Matius 
21:38 anak sebagai ahli waris, Rut 2:20 kaum keluarga sebagai penebus, Kejadian 
49:28 berkat orang tua untuk anak-anak, Kejadian 27:12 orang tua bisa 
mendatangkan kutuk bagi seorang anak, Ulangan 25:5,  ada kewajiban bagi anggota 
keluarga untuk menegakkan nama saudara yang mati dengan melakukan kewajiban 
perkawinan ipar).  
   
   
  Makna dan Implikasi
  Apa makna lebih jauh dari “kamu adalah bait Allah” dalam 1 Korintus 3:16 
dalam tinjauan tulisan Ibrani kuno?  Teks tersebut berarti bahwa orang Kristen 
memiliki identitas sebagai “tanda keluarga” Allah. Identitas itu, yaitu “tanda 
keluarga”,   menyangkut nama keluarga dengan menunjuk Allah sebagai kepala 
keluarganya. Karena itu sikap, perilaku, dan tutur kata orang Kristen harus 
mengekspresikan karakter yang cocok dengan nama Allah sebagai kepala 
keluarganya. Intinya: jika kita adalah tanda keluarga Allah, maka orang yang 
melihat kita, mereka akan langsung tahu bahwa kita adalah keluarga Allah.
   
  Di samping identitas di atas, hak dan kewajiban juga melekat pada diri orang 
yang memiliki “tanda keluarga” Allah. Orang Kristen adalah “kerabat” Allah, 
sebab  mereka adalah anak-anak Allah. Mereka memiliki hak waris kerajaan Allah. 
Mereka telah memperoleh penebusan dari Allah. Mereka juga memperoleh berkat 
Allah, sehingga otomatis telah disingkirkan dari kutuk Allah. Bukankah amat 
besar berkat yang telah diterima orang-orang Kristen sebagai “tanda keluarga” 
Allah?
   
  Mereka juga berkewajiban menegakkan nama saudara agar namanya tidak terhapus 
dari silsilah keluarga. Bukankah kita juga memiliki kewajiban untuk 
memberitakan Injil Tuhan Yesus, sehingga akan ada anak-anak Allah dan  
“keluarga Allah” ini terus ditegakkan sampai jumlah yang ditentukan Allah?
   
   
  (Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel 
“Bait Allah” yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dalam rubrik "Gali Kata 
Alkitab" edisi 7, Rabu 16 April 2008 dari nomor 085294397157. Berbagai sumber 
dipakai sebagai rujukan tulisan ini)
   
   
   
   
   

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke