Rekan-rekan yang terkasih,
Saya kirimkan artikel Gali Kata Alkitab berjudul: Mengasihi (2) yang
merupakan hasil kajian dari akar kata bahasa Ibrani kuno. Harap berguna dan
menjadi berkat bagi Anda sekalian. Saya tetap menunggu masukan, saran, ataupun
kritik dari Anda sekalian.
Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab
yang dapat diakses di alamat berikut:
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/
http://herysetyoadi_001.blogs.friendster.com/gali_kata/
Silakan jika Anda ingin menyebarkan artikel ini kepada rekan, kenalan,
sahabat, atau siapa saja. Atau, jika Anda ingin mendaftarkan alamat-alamat
email rekan, beritahukan kepada saya dan saya akan mengirim ke alamat-alamat
tersebut.
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita.
Salam saya,
herysa
-------------
Gali Kata Alkitab
Rubrik ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab
yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata
Alkitab" dari nomor selular 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan
rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan
satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan
juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Layanan via Email
Edisi 10, Kamis, 15 May 2008
Mengasihi (2)
Kata kerja “mengasihi” juga padanan dari kata Ibrani “ahab”
(alef-qames-he-patah-bet), selain kata “khabab” yang telah dijelaskan dalam
edisi 9. Ada tiga jenis arti kata dalam tinjauan piktograf Ibrani kuno, yaitu:
arti yang berkaitan dengan tindakan, arti yang berhubungan dengan hal konkret,
dan arti yang bersifat abstrak. “Mengasihi” adalah arti yang bersifat abstrak
dari kata “ahab”. Dua arti lain dari kata tersebut adalah “memberi” (arti
tindakan) dan “hadiah” (arti konkret). Mari kita melihat arti kata “ahab” ini
secara lebih lengkap.
Kata “ahab” berasal dari akar kata (induk) yang terdiri dari dua huruf
“he-bet”. Huruf “he” dalam piktograf Ibrani kuno merupakan sebuah gambar
seorang yang sedang memperhatikan suatu penglihatan besar dengan tangannya yang
terangkat, seperti sambil berkata: “Lihat!” Sedangkan huruf “bet” adalah
gambar denah ruang dalam tenda, sehingga berarti tenda, rumah, atau pun
keluarga. Gabungan dua piktograf tersebut berarti “melihat ke arah rumah” atau
“menyediakan untuk keluarga”.
Sampai di sini kita masih sulit mengerti hubungan antara kata “mengasihi”
dengan makna “melihat ke arah rumah” atau “menyediakan untuk keluarga” ini. Hal
tersebut tidak akan sulit dipahami jika kita mengerti konsep hidup orang Ibrani
kuno tentang keluarga. Bagaimana konsepnya?
Pandangan orang Ibrani terhadap keluarga, tempat seseorang dilahirkan,
setidaknya ada dua hal. Pertama, keluarga tidak dapat dipilih. Kedua, keluarga
merupakan hadiah dari Tuhan. Seseorang lahir sebagai suku atau bangsa tertentu
dan ia tidak dapat memilihnya. Demikian juga orang tidak dapat memilih ayah
atau ibu yang akan menjadi orang tuanya. Bayi yang akan dilahirkannya pun,
tidak dapat dipilihnya. Bahkan, seringkali seseorang tidak dapat memilih wanita
yang akan menjadi istrinya, karena perkawinan berada dalam kuasa sang bapak.
Karena keluarga itu hadiah, maka ia harus diperlakukan secara khusus, yaitu
harus dibelai dan dilindungi.
Dengan demikian kata “ahab” (mengasihi) yang dikaji dari piktograf Ibrani
kuno berarti “melihat ke arah rumah” atau “menyediakan untuk keluarga”
berhubungan dengan sikap membelai dan melindungi hadiah dari Tuhan.
Saling Mengasihi
Tuhan “mengasihi” Israel dengan membawa mereka keluar dari rumah perbudakan
(Ulangan 7:8). Dia juga berjanji “mengasihi” Israel dan menjanjikan berkat di
tanah yang dijanjikanNya (Ulangan 7:13). Kata “mengasihi” di atas merupakan
padanan dari kata “ahab” dalam teks Alkitab Ibrani. Maknanya, bahwa Tuhan
membelai dan melindungi Israel, yaitu dengan membawa mereka keluar dari rumah
perbudakan. Ia memperlakukan Israel sebagai “keluargaNya”, meskipun bangsa itu
seringkali mengecewakan Tuhan.
Tuhan Yesus juga memerintahkan kepada para murid untuk saling mengasihi
(Yohanes 15:12). Kata “mengasihi” dalam PB berbahasa Ibrani ini juga
menggunakan kata “ahab”. Murid-murid harus saling mengasihi antara satu dengan
yang lain, dengan melihat bahwa mereka harus saling membelai dan melindungi
seperti memperlakukan terhadap keluarganya, dengan pandangan bahwa keluarga itu
adalah hadiah dari Tuhan.
Apakah kita telah mengasihi saudara-saudara kita seiman (dalam konteks
Yohanes 15:12)seperti yang dimaksudkan dengan kata “ahab” di atas? Mari kita
mengasihi orang-orang beriman yang ditempatkan di sekeliling kita dengan
memandang bahwa mereka adalah keluarga yang dihadiahkan Tuhan!
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel
“Mengasihi-2” yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dalam rubrik "Gali Kata
Alkitab" edisi 10, Rabu 14 Mei 2008 dari nomor 085294397157. Berbagai sumber
dipakai sebagai rujukan tulisan ini)
---------------------------------
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.