Rekan-rekan yang terkasih,
Saya minta maaf atas keterlambatan pengiriman artikel “Gali Kata Alkitab”
untuk sebagian rekan selama ini. Mestinya, artikel ini hadir di inbox email
Anda setiap hari Kamis setiap minggunya. Ada beberapa kendala, di antaranya
kendala teknis, yang menyebabkan ketidaktepatan jadual pengiriman
artikel-artikel tersebut.
Pada kesempatan ini saya mengirimkan artikel Gali Kata Alkitab berjudul
“Korban Persembahan” yang merupakan hasil kajian dari akar kata bahasa Ibrani
kuno. Harap berguna dan menjadi berkat bagi Anda sekalian. Saya tetap menunggu
masukan, saran, ataupun kritik dari Anda sekalian.
Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab
yang dapat diakses di alamat berikut:
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/
http://herysetyoadi_001.blogs.friendster.com/gali_kata/
Silakan jika Anda ingin menyebarkan artikel ini kepada rekan, kenalan,
sahabat, atau siapa saja. Atau, jika Anda ingin mendaftarkan alamat-alamat
email rekan, beritahukan kepada saya dan saya akan mengirim ke alamat-alamat
tersebut.
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita.
Salam saya,
herysa
-------------
Gali Kata Alkitab
Rubrik ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab
yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata
Alkitab" dari nomor selular 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan
rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan
satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan
juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Layanan via Email
Edisi 13, Kamis, 5 Juni 2008
Korban Persembahan
Kata “minekhah”, dalam Alkitab berbahasa Ibrani, dipadankan dengan kata
“korban” atau “korban persembahan” dalam Alkitab berbahasa Indonesia (LAI).
Kata “minekhah” memiliki hubungan dekat dengan “menukhah” yang dipadankan
dengan kata “tempat peristirahatan”. Sebab, kedua kata itu diturunkan dari akar
kata induk yang sama, yaitu “nkh” (nun-khet).
Dalam piktograf Ibrani kuno, “nun” adalah gambar suatu benih yang mewakili
ide “kelanjutan”, sebagaimana benih yang melanjutkan keturunan baik manusia,
hewan, maupun tumbuhan. Sedangkan piktograf “khet” adalah gambar suatu dinding
tenda yang memisahkan sesuatu yang ada di dalam dan di luar. Kombinasi dua
piktograf ini berarti "berlanjut di luar".
Mata pencaharian orang Ibrani di antaranya sebagai gembala-peternak. Mereka
tahu persis tugas seorang gembala dalam hubungannya dengan binatang
gembalaannya. Dia akan memandu kawanan binatang gembalaan ke tempat air yang
tenang dan rumput yang hijau (bandingkan Mazmur 23). Ketika kawanan binantang
gembalaan tiba setelah menempuh perjalanan panjang, mereka bebas untuk
beristirahat. Jadi, makna “berlanjut di luar” (minekhah) berarti suatu panduan
perjalanan ke suatu tempat peristirahatan.
Dalam Perjanjian Lama Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah dan
Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya sebagai korban persembahan
(minekhah) kepada Tuhan (Kejadian 4:3-4, LAI). Di kemudian hari, dalam agama
Yahudi, tugas mempersembahkan korban persembahan itu dilakukan seorang imam
besar. Dalam Perjanjian Baru Tuhan Yesus adalah Imam Besar di Surga, bukan di
bumi. Ia tidak mempersembahkan persembahan yang ditetapkan hukum Taurat (Ibrani
8:1-4).
Apa yang menjadi korban persembahan (minekhah) yang dipersembahkan Tuhan
Yesus sebagai Imam Besar? Sebagai imam besar Ia harus mempunyai sesuatu yang
harus dipersembahkan (Ibrani 8:3). Korban yang dipersembahkan itu adalah
tubuh-Nya sendiri dan dilakukan-Nya sekali untuk selamanya (Ibrani 10:5,10).
Darah lembu jantan atau domba jantan yang menjadi korban setahun sekali dalam
Hukum Taurat tidak dapat menghapuskan dosa. Hal itu hanyalah gambaran dan
bayangan dari apa yang di surga (Ibrani 8:5). Dalam Hukum Taurat hanya terdapat
bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, bukan hakikat keselamatan itu
sendiri (Ibrani 10:1,4).
Tuhan Yesus telah menjadi “korban persembahan”, berarti Dia adalah suatu
panduan perjalanan ke suatu tempat peristirahatan, yaitu kehidupan bersama
Tuhan di Surga. Tanpa Tuhan Yesus, tak seorang pun akan mungkin sampai di
tempat peristirahatan itu.
Bagi saya dan Anda yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, pemahaman ini
merupakan peneguhan iman kita kepada-Nya, yaitu bahwa tubuh Tuhan Yesus adalah
korban persembahan yang sejati. Tanpa korban persembahan tubuhNya, tidak ada
pengampunan dosa.
Bagi Anda yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, pemahaman ini menantang Anda
untuk mengambil keputusan: Maukah Anda percaya kepada Tuhan Yesus atau
menolak-Nya? Setiap keputusan Anda akan berdampak terhadap diri Anda. Jika Anda
tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, maka dosa Anda tidak akan diampuni.
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel
“Korban Persembahan” yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dalam rubrik Gali Kata
Alkitab edisi 13, Rabu 4 Juni 2008 dari nomor 085294397157. Berbagai sumber
dipakai sebagai rujukan tulisan ini).
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers