Rekan-rekan sekalian,
Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab dengan judul “Tuhan
Memanggil”. Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian.
Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini:
http://herysa.blog.friendster.com/
Tuhan Yesus memberkati.
Salam,
herysa
Tuhan “Memanggil”
Kata “memanggil” di antaranya merupakan padanan dari kata Ibrani qara’
(qof-qames-resh-qames-alef). Kata tersebut diturunkan dari akar induk kata
“q-r” (qof-resh), yang di dalam tulisan Ibrani kuno masing-masing huruf membawa
ide tertentu. Huruf “qof” adalah sebuah gambar matahari di ufuk barat (atau
timur?) dan berarti juga pengumpulan cahaya. Sedangkan huruf “resh” adalah
gambar kepala seorang laki-laki. Gabungan dua gambar tersebut berarti
“mengumpulkan orang-orang”.
Dalam kebudayaan Ibrani seseorang mengumpulkan orang-orang dan barang dengan
cara: (1) perencanaan (2) kebetulan, dan (3) pembelian. Biasanya, orang-orang
dipanggil untuk suatu pertemuan yang telah direncanakan sebelumnya, namun tidak
jarang juga terjadi secara kebetulan. Sedangkan pengumpulan barang kekayaan
dilakukan seseorang dengan cara membeli, termasuk budak sebagai barang kekayaan
keluarga.
Dalam terang Firman Tuhan, Tuhan “memanggil” (qara ’ = ”mengumpulkan
orang-orang”) orang-orang tertentu berlaku dua cara, yaitu dengan cara
direncanakan dan cara pembelian.
Pertama, Tuhan “mengumpulkan orang-orang” bukannya karena kebetulan. Dia
merencanakan orang-orang yang dipanggilNya dan menetapkan tujuanNya. Sebelum
Paulus menjadi hamba Tuhan, ia adalah penganiaya jemaat. Namun, sebenarnya ia
telah dipilih Tuhan sejak dalam kandungan dan dipanggil oleh karena kasih
karuniaNya ( Galatia 1:15). Paulus dipanggil untuk tujuan Tuhan, yaitu
memberitakan namaNya kepada bangsa-bangsa lain, raja-raja dan orang-orang
Israel (Kisah Para Rasul 9:15).
Kedua, Tuhan “mengumpulkan orang-orang” dengan cara pembelian. Orang yang
dikumpulkan dengan cara pembelian adalah budak atau hamba. Hal tersebut biasa
berlaku dalam kebuyaan timur tengah kuno. Budak dibeli dari seseorang atau
sekelompok orang. Mereka diperjualbelikan di antara pedagang, sebagaimana
barang (Kejadian 37:28). Bahkan, kepemilikan budak dalam suatu keluarga menjadi
ukuran kekayaan (Kejadian 24:35). Budak yang dibeli akan menjadi milik tuannya.
Jemaat Korintus, baik sebelumnya hamba atau orang bebas, telah dipanggil Tuhan
dalam pelayananNya. Mereka telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.
Mereka milik Tuhan. Karena itu, mereka adalah hamba Tuhan, bukan hamba manusia
(bandingkan 1 Korintus 7:22-23).
Implikasi
Pertama, Tuhan telah mengumpulkan kita, orang-orang yang telah percaya kepada
Tuhan Yesus Kristus, dengan perencanaan. Kita adalah orang-orang yang
dikumpulkanNya sesuai dengan rencanaNya untuk tujuan yang ditetapkanNya. Apakah
rencana dan tujuan hidup kita sudah sesuai dengan rencana dan tujuan Tuhan?
Kedua, Tuhan telah mengumpulkan kita dengan cara dibeli dan harganya telah
lunas dibayar. Kita ini milik Tuhan. Oleh karena itu kita tidak memiliki hak
lagi atas tubuh, pikiran, kreatifitas, kemampuan sosial, daya kerja, dan
lain-lain. Segala hal yang kita miliki, bahkan segala keberadaan kita, menjadi
milik Tuhan dan menjadi kekayaan Tuhan. Apakah segala sesuatu yang melekat pada
diri kita masih kita kuasai menjadi hal milik kita, atau telah menjadi hak
milik dan kekayaan Tuhan? Lihat, betapa berharganya kita ini, sebab kita
menjadi kekayaan Tuhan!
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan rujukan dari
berbagai sumber)
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/