Rekan-rekan sekalian, Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab dengan judul “Kuat dan Kuasa”. Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian. Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini: http://herysa.blog.friendster.com/ Tuhan Yesus memberkati. Salam, herysa Gali Kata Alkitab Rubrik ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari telepon selular nomor 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. Pelayanan via E-mail Edisi 31: Kamis, 9 Oktober 2008 Kuat dan Kuasa Kata “kuasa” dan “kuat” (dengan berbagai variasi seperti berdaya, dahsyat, kokoh) dalam beberapa ayat Alkitab terbitan LAI merupakan padanan dari kata Ibrani ‘oz (ayin - holem-waw – zayin). Kata ‘oz yang dipadankan dengan kata “kuasa” sedikitnya terdapat dalam ayat-ayat berikut: Ayub 12:16; Mazmur 62:12; 68:35, dan 36. Sedangkan pemadanan dengan kata “kuat” antara lain terdapat dalam ayat-ayat berikut ini: 1 Tawarikh 16:27; Mazmur 8:3; 28:8; 29:11; 93:1; 96:6; 140:8; Amsal 18:10; dan Yesaya 51:9. Pada awalnya, setiap huruf Ibrani berupa suatu gambar, yang melambangkan ide tertentu. Karena tulisan itu berupa gambar, maka di kemudian hari tulisan itu disebut “tulisan-gambar” atau piktograf. Kata ‘oz dibentuk dari akar kata induk ‘z (ayin-zayin). Dalam piktograf Ibrani kuno huruf “ayin” adalah gambar mata yang di antaranya melambangkan ide “pengetahuan”. Sedangkan huruf “zayin” adalah gambar peralatan memotong. Gabungan dua gambar tersebut berarti “mengetahui suatu senjata”. Pengetahuan tentang senjata merupakan salah satu materi pokok dalam bidang kemiliteran. Pasukan perang harus mengetahui senjata yang dimilikinya, baik jumlah, kecanggihan, maupun cara memakainya. Pengetahuan tentang senjata yang dimilikinya, tidak cukup. Senjata lawan pun harus diketahuinya. Tujuannya, pasukan perang tersebut dapat memperhitungkan kekuatan lawan, yang di antaranya dilihat dari kekuatan senjatanya. Orang yang mengetahui senjata, dialah yang kuat . Karena kuat, dia pula yang akan berkuasa. Itulah prinsip yang dipegang di bidang kemiliteran sejak zaman lampau. Hal itu membuat masuk akal bagi orang Ibrani kuno yang menghubungkan ide “kuasa” dan “kuat” dengan dua piktograf yang melambangkan makna “mengetahui suatu senjata”. Tuhan adalah Sumber Kuasa dan Kekuatan Kekuasaan dan kekuatan manusia bersumber dari Tuhan. Tuhan adalah kekuatan (‘oz) umatNya (Mazmur 28:8). Dia pula asal kuasa (‘oz) (Mazmur 62:12). Jika “mengetahui suatu senjata” bersumber dari Tuhan, maka pengetahuan itu pasti akurat. Manusia yang rentan dan lemah itu, berubah menjadi kuat dan berkuasa. Karenanya, tidaklah mengherankan Pemazmur menyampaikan pujian, begini: “Ya ALLAH, Tuhanku, kekuatan keselamatanku, Engkau menudungi kepalaku pada hari pertarungan senjata” (Mazmur 140:8). Mari kita memuji sumber kekuatan dan kuasa itu, yakni Tuhan! (Penulis: Hery Setyo Adi. Artikel ini menggunakan rujukan dari berbagai sumber) __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com
