Rekan-rekan sekalian,
Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab dengan judul: Roh
“Pengertian”.
Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian.
Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini:
http://herysa.blog.friendster.com/
Tuhan Yesus memberkati.
Salam,
herysa
Gali Kata Alkitab
Rubrik ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang
diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata
Alkitab" dari telepon selular nomor 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi.
Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini --
mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama
disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Pelayanan via E-mail
Edisi 34: Kamis, 30 Oktober 2008
Roh “Pengertian”
Kata “pengertian” merupakan padanan dari kata binah (bet-hiriq
yod-nun-qames-he) dalam bahasa Ibrani. Kata binah berasal dari akar kata
(child-root) byn (bet-yod-nun), yang diturunkan dari akar kata induk
(parent-root) bn (bet-nun).
Huruf “bet” dalam piktograf Ibrani kuno berupa gambar denah tenda. Sedangkan
huruf “nun” berupa gambar benih atau kecambah dan melambangkan kelestarian atau
kesinambungan sebagaimana benih melestarikan generasi yang akan datang.
Gabungan dua piktograf itu berarti “pelestarian rumah”.
Apa hubungan antara kata “pengertian” dengan “pelestarian rumah” tersebut?
Tanpa mengetahui kebiasaan orang Ibrani kuno dalam membangun tenda, kita pasti
akan mengalami kesulitan untuk memahami hubungan ini. Tenda dibuat dari tenunan
rambut kambing. Dari waktu ke waktu matahari mengelantang tenunan rambut
kambing itu dan membuatnya rapuh. Oleh karena itu, setiap tahun para wanita
membuat sehelai tenunan baru untuk mengganti yang lama.
Lalu dikemanakan tenunan yang lama itu? Tenunan yang lama tidak dibuang. Ada
dua kemungkinan, yaitu dipakai untuk alas di lantai atau kemungkinan lain untuk
dinding tenda. Bekas “atap” tenda itu ditambahkan ke dinding atau pun lantai
yang lama, sehingga dinding dan lantai bisa terdiri dari beberapa helai tenunan
rambut kambing.
Setiap tenda selalu ada dinding pemisah untuk membedakan ruang laki-laki dan
ruang wanita. Makna kata “pengertian” berhubungan dengan dinding tenda ini.
Dinding tenda yang mampu memisahkan dan membedakan ruang laki-laki dan wanita
dipakai untuk membangun ide abstrak kata “pengertian” itu. Bagi orang Ibrani,
kata “pengertian” berarti suatu kemampuan untuk membedakan antara dua hal atau
lebih.
Personifikasi Tuhan Yesus
Amsal menasihatkan agar anak-anak mendengarkan dan memperhatikan didikan
seorang ayah supaya mereka memperoleh pengertian (Amsal 4:1). Bahkan Salomo,
penulis Amsal ini, lebih lanjut menegaskan supaya tidak lupa memperolehnya
(ayat 5). Penegasan untuk memperoleh pengertian diulangi lagi di ayat 7.
Rupanya, penulis menyejajarkan hikmat dan pengertian (ayat 5). Penggunaan kata
hikmat dan pengertian secara bergantian juga menunjukkan penyejajaran ini (ayat
1 dan 6). Atau setidaknya, hubungan keduanya sangat dekat, yaitu orang yang
memperoleh hikmat akan memperoleh pengertian (ayat 7).
Anak yang memperoleh pengertian akan dijunjung tinggi dan dihormati (ayat 8),
bahkan akan dijaga dan dipelihara (ayat 6), juga dikenakan mahkota (ayat 7).
Siapa yang menjunjung tinggi, menghormati, menjaga, memelihara, dan mengenakan
mahkota terhadap anak-anak yang memperoleh pengertian? Tidak lain adalah hikmat
dan pengertian itu sendiri. Salomo menggunakan gaya bahasa personifikasi
(memperlakukan benda mati sebagai manusia) dalam menjelaskan hikmat dan
pengertian.
Dengan terang nubuatan Yesaya, bahwa dalam diri Yesus ada roh hikmat dan
pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN
(11:2). Rasul Paulus menyatakan dengan jelas, seperti ini, “Tetapi oleh Dia
kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi
kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita” (1 Korintus 1:30).
Dengan demikian hikmat dan pengertian dalam kitab Amsal merupakan personifikasi
Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus adalah sumber hikmat dan pengertian itu. Berikut ini tiga di antara
banyak contoh dalam Injil menggambarkan hal itu. Saat Tuhan Yesus dicobai
Setan, Dia dengan mudah menolak kehendak setan itu, berdasarkan Firman Allah
(Lukas 4:1-13). Yesus bisa keluar dari jerat orang Farisi dan Ahli Taurat
ketika diperhadapkan dengan seorang perempuan yang menurut mereka kedapatan
berbuat zinah (Yohanes 8:1-11). Saat menghadapi pertanyaan imam-imam kepala,
ahli-ahli Taurat, dan tua-tua, tentang sumber kuasaNya yang sebenarnya sudah
jelas, Yesus tidak menjawab mereka. Dia menghentikan pertanyaan itu dengan
balik bertanya tentang baptisanYohanes Pembaptis (Markus 11:27-33).
Jadi bagaimana untuk memperoleh “pengertian”? Tidak ada jalan lain: milikilah
hikmat itu, yaitu Tuhan Yesus Kristus! Sebab, oleh Allah Tuhan Yesus telah
menjadi hikmat bagi kita.
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi. Berbagai sumber dipakai sebagai
rujukan tulisan ini)
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/