Rekan-rekan sekalian, 
Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab dengan judul: "Umat". 
Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian. 
Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini: 
http://herysa.blog.friendster.com/ 
Tuhan Yesus memberkati. 
  
Salam, 
herysa 
  
Gali Kata Alkitab 
Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang 
diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang 
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam 
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata 
Alkitab" dari telepon selular nomor  085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. 
Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- 
mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama 
disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap 
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. 
Pelayanan via E-mail 
Edisi 35: Kamis, 6 Nopember 2008 
Umat 
Kata “umat” sangat dikenal hampir setiap orang percaya. Ungkapan orang Kristen, 
“Kita adalah umat Tuhan” adalah alkitabiah. Apa arti kata “umat” ditinjau dari 
tulisan dan maknanya dalam bahasa Ibrani kuno? 
  
Kata “umat” (terjemahan LAI) antara lain padanan dari kata Ibrani ‘am 
(ayin-patah-mem) dan ‘edah (ayin-sere-dalet-qames-he). Kata ‘edah ini sering 
juga diterjemahkan “jemaah” (dalam PL) dan jemaat (dalam PB). 
  
Kata ‘am berasal dari akar kata induk ‘m (ayin-mem). Kata ‘im (ayin-hiriq-mem) 
, yang biasanya diterjemahkan “beserta” atau “menyertai”, juga diturunkan dari 
akar kata induk ‘m (ayin-mem) ini. 
  
Sebagaimana telah ditulis dalam Gali Kata Alkitab edisi 25 dengan judul 
“Imanuel”, bahwa huruf “ayin” dan “mem” (dan semua huruf Ibrani yang lain) 
dalam bentuknya seperti sekarang ini merupakan perkembangan dari bentuk huruf 
gambar (piktograf) pada masa lampau. Huruf “ayin” adalah gambar mata dan 
berarti “melihat”, sedangkan huruf “mem” adalah gambar air dan berarti 
“kumpulan”. Jadi gabungan dua gambar tersebut berarti “melihat kumpulan”. 
Maksudnya, bahwa ada sejumlah orang yang ada bersama-sama dalam satu kelompok 
dan satu lokasi. 
  
Kata “umat” memiliki makna yang istimewa karena kumpulan itu tidak hanya 
terdiri dari orang-orang yang berada dalam satu lokasi dan satu kelompok. 
Dengan terang Yesaya 7:14 dan Matius 1:23, maka kata “umat” itu secara khusus 
berarti bahwa sejumlah orang yang berada dalam satu kelompok atau lokasi itu 
ada Allah di tengah-tengahnya. 
  
Umat Tuhan = Menyaksikan Perbuatan Tuhan 
Kata “umat” juga padanan dari kata Ibrani ‘edah (ayin-sere-dalet-qames-he), 
turunan dari akar kata induk ‘d (ayin-dalet). Dalam piktograf Ibrani kuno, 
huruf “ayin” adalah gambar mata dan berarti melihat, sedangkan huruf “dalet” 
adalah gambar pintu. Gabungan dua gambar tersebut berarti “melihat pintu”. Apa 
maksud “melihat pintu”? 
  
Orang-orang datang ke tenda pertemuan dan masuk melalui pintu. Karena banyak 
orang yang datang, maka seseorang yang melihat pintu akan melihat peristiwa 
orang masuk melalui pintu secara berulang-ulang. Jadi, “melihat pintu” 
(‘edah=umat) berarti menyaksikan suatu peristiwa yang terjadi secara 
berulang-ulang.  
  
Dengan demikian kata “umat”, “jemaah” atau pun “jemaat”  mengandung pengertian 
sebagai kesaksian seseorang yang menceritakan orang lain. Mereka bisa 
memberikan kesaksian karena mereka telah melihat suatu peristiwa secara 
berulang-ulang. Dengan demikian frasa  “umat Tuhan”, berarti sejumlah orang 
yang berada dalam satu lokasi dan satu kelompok dengan Tuhan ada di 
tengah-tengahnya dan mereka itu menyaksikan perbuatan-perbuatan Tuhan. 
  
Pada zaman Yosua , sembilan setengah suku di Kanaan (sebelah Barat sungai 
Yordan) nyaris menyerang dua setengah suku Israel yang menetap di sebelah Timur 
sungai Yordan, yaitu suku Ruben, Gad,  dan setengah suku Manasye, karena 
pendirian mezbah di Gelilot. Suku-suku di barat mau melakukan hal itu karena 
mereka anggap suku-suku di Timur Yordan mau memberontak kepada Tuhan. Utusan 
suku-suku di Barat mengatakan, bahwa mereka adalah “umat Tuhan” (ayat 16). 
Mereka tahu bahwa Tuhan akan murka dan seluruh Israel akan terhukum. Mereka 
telah menyaksikan berulang-ulang bahwa itulah yang Tuhan lakukan setelah 
peristiwa di Peor (ayat 17) dan kasus Akhan (ayat 20). 
  
Memang, suku-suku di Timur tidak bermaksud untuk berbalik dari Tuhan, tapi 
peristiwa itu menjadi petunjuk bahwa suku-suku di Barat berlaku sebagai “umat 
Tuhan”. 
  
Saya dan Anda adalah “umat Tuhan”. Karena itu, mari kita menjadi saksi yang 
memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan. 
  
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi. Berbagai sumber dipakai sebagai 
rujukan tulisan ini) 


      Is he/she cheated?

Kirim email ke