----- Original Message -----
Sent: Monday, May 10, 2004 4:20
PM
Subject: Re: [IA-ITB] Kris suka juice
buah
Dear Moderator,
Sebagai orang iklan yang sudah cari makan di
industri ini hampir 18 tahun, semoga apa yang saya sarankan dibawah ini
cukup valid:
Sebelum menentukan apakah mau pakai KD atau
Inul sebagai spoke person, yang harus dilakukan adalah identifikasi target
group dan kebutuhannya, diikuti dengan analisis strategi harga dan platform
komunikasi vis a vis produk kompetitor.
Kemudian kita lakukan Brand Audit untuk mencari
keunikan juice buah ini ( product differentiation ), dan apakah keunikan
tersebut dapat menjawab kebutuhan konsumen atau dapat diposisikan sebagai
pilihan yang dapat "membujuk" konsumen untuk mencoba dan kemudian
beralih.
Tahap berikutnya adalah menciptakan strategi
komunikasi dan konsep kreatif yang dapat meleverage keunikan juice buah ini
agar masuk dalam consideration mind-setnya para konsumen
Indonesia.
Besar kemungkinan dari konsep kreatif yang unik
dan segar kita tak perlu menggunakan TV atau selebriti yang mahal banget
sebagai endorser. ( Dian Sastro dibayar Panasonic Rp 1,5 M untuk kontrak per
tahun ). KD atau Inul kalau nggak sama ya lebih mahal,
kayaknya.
Banyak opsi yang dapat kita pilih untuk
memasarkan produk ini agar terjamin sukses di pasar. Jangan langsung memilih
cara2 pemasaran konvensional yang butuh budget yang besar seperti yang
selalu dipakai oleh Unilever.
Ini bisa jadi the first success story hasil
kolaborasi alumni ITB, kalau dilakukan dengan benar dan
prudent.
Salam,
Amrie Noor
Mahakarya
Communications,Inc.