|
Dear Moderator,
Membaca cerita Aberdeen asyik sekali, karena Agus
juga jago menulis laporan pandangan
matanya beliau.
Accordingly, saya punya usul yang agak " kampungan
".
Selain laporan jalan2 ke kota2 mancanegara,
ada juga mungkin yg bisa menulis pengalaman
uniknya waktu bertugas atau liburan ke kota2 atau
daerah unik di tanah air sendiri.
( Terus terang,untuk saya mungkin baru 20 % kota2
besar di Indonesia yang saya kunjungi ).
Syaratnya adalah tempat yg
dikunjungi mempunyai keunikan dan memperkaya pengetahuan
kita terhadap bumi nusantara ini. Jangan sekitar
Bali, Bali dan Bali lagi.
Contoh? Yah, kalau saya bisa kasi nama tempatnya
berarti gak unik lagi ( discovered ).
Begitulah, bukan sok patriotis nih. Mungkin suasana
PilPres dgn 5 calon seadanya ini
membuat kita kepingin dengar dan baca hal2 lain
mengenai negeri ini yg dapat membuat
kita
tetap bangga
jadi orang Indonesia.
Amrie
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 17, 2004 12:59
PM
Subject: Re: [IA-ITB] Jalan-jalan
Virtual: Aberdeen
Dik Agus,
Terima kasih banyak atas sumbang cerita
pengalamannya, sungguh sangat menyejukkan di suasana tidak menentu di
Indonesia menunggu hasil Pemilu.
Cerita selanjutnya ditunggu ya.
Aya
PL-74
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 17, 2004 11:17
AM
Subject: [IA-ITB] Jalan-jalan Virtual:
Aberdeen
Halo IA-ITB,
Kita nikmatin cerita dari Agus Partono. Agus
bekerja di Sclumberger, India.
Agus, mana fotonya ? Katanya baru coba digicam
baru. Tapi kalau kirim gambar jangan besar-besar, di bawah 75
kb.
Kami lengkapi gambar Aberdeen. Untuk infonya
tanya ke Agus.
Salam,
99Venus Team
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 02, 2004 3:19
PM
Subject: [99Venus-Indonesia] Menjadi
Backpacker di UK (2) > Aberdeen
Aberdeen, The Granit City. Seperti julukannya, kota
Aberdeen lebih menonjolkan warna abu-abu, sebagian besar bangunan
kotanya terbuat dari bahan batu granit yang kokoh, everything is grey.
Batuan granit dari segi geologis merupakan batuan basement, terletak
di lapisan dasar susunan batu2an kerak bumi. Akibat pergerakan lempeng
bumi, maka lapisan dasar tersebut dapat menyembul ke permukaan bumi
seperti yang dapat disaksikan di Aberdeen ( juga di Vung Tau �
Vietnam).
Selain sebagai kota granit, Aberdeen terkenal sebagai
Balikpapan-nya Scotland, merupakan kota pelabuhan dan minyak utama di
Scotland. Terletak di sebelah utara daratan Inggris, di pantai timur,
berpenduduk tak lebih dari 500.000 jiwa. Hati2 menyebut orang
Scotland, mereka begitu bangga akan kebangsaannya, sehingga ngga mau
bahkan marah2 jika disebut sebagai orang Inggris. Ada sejarah ttg
hubungan Scotland-Inggris (England) seperti yang digambarkan dalam
film Brave Heart. Asal tahu saja, Mel Gibson seolah menjadi pahlawan
baru di jaman modern ini bagi orang2 Scotland. Bekas2 pembuatan
film Brave Heart sampai saat ini masih disimpan dan dijaga dengan
baik, bahkan menjadi salah satu atraksi wisata di
Edinburgh.
Perjalanan ke Aberdeen saya tempuh dalam waktu 6.5 jam
dari Newark menggunakan kereta api. Sepanjang jalan hampir tidak ada
pemandangan yang `merusak mata'. Kereta melewati country side yang
begitu hijau, bersih, indah dan rapi tertata. Berbahagialah
orang2nya yang mempunyai landscap seperti itu. Hampir tak henti saya
memotret dari jendela kereta. Scotland memang sungguh indah ( Puncak
sebenarnya lebih baik, tapi tertutup oleh banyaknya spanduk2 perumahan
dan kios2 di samping jalan). Betapa mereka tahu cara menghargai dan
menikmati alam dan lingkungan tempat tinggalnya.
Tiba di
stasiun kereta Aberdeen hampir tengah malam, dijemput oleh Mas Oz,
seorang kenalan yang sudah seperti saudara sendiri. Dia seorang dosen
Universitas Andalas Padang yang sedang menyelesaikan penelitian post
doctoral-nya di Rowet Institute Aberdeen. Bersamanya di mobil seorang
Doktor juga yang masih bujang, namanya Irwan asal Jayapura, seusia
dengan saya ( yg masih setia dgn D3-nya), anak buah Mr Habibie yang
lupa pulang ke tanah air (ketika ditanya kenapa ngga pulang, jawabnya
" Pak Habibie aja skr tinggal di Jerman" hehehe, jawaban yg lucu &
cerdas). Kami langsung menuju ke rumahnya di kawasan Bucksburn dekat
airport. Tiba di rumah langsung disuguhi nasi rendang Padang berikut
sambalnya oleh Mbak Wevi, istri Mas Oz. Wow�. Sungguh nikmatnya�.makan
nasi padang di Aberdeen.
Lingkungan rumah Mas Oz sangat asri,
khas lingkungan pertanian dan peternakan di Inggris. Dari jendela
rumahnya, kita bisa melihat sapi dan domba yang sedang merumput.
Sangat harmonis dan tenang sekali. Bagi saya rumah itu adalah rumah
impian. Jauh dari segala macam polusi dan sangat indah lanskapnya,
tapi tidak jauh dari pusat kota. Selesai makan ditambah dengan
perjalanan yang jauh, membuat badan ingin istirahat. Maka tidurlah
saya dengan lelapnya di atas kasur angin.
Pagi yang cerah. Matahari
bersinar terang, di kejauhan nampak mendung menggantung di langit.
Tapi itu tidak membuat saya bangkit dari tempat tidur. Hanya ketika
Ovin ( 4th), putra bungsu Mas Oz, membuka pintu kamar membuat saya
harus bangun dari tempat tidur. Dia rupanya masih ingat dengan saya,
setahun yang lalu kami bertemu, saat kunjungan ke Aberdeen pertama
kalinya saya mampir ke rumah Mas Oz . Ovin dengan Putri ( 7
tahun, anak pertama) sangat akrab dengan saya, begitupun dengan
Om-Om yang lainnya di Aberdeen. Mereka tidak canggung untuk menyapa
dan bermain. Tentu saja dengan gaya bahasa Scottish yang demikian
cepat dan singkat2 itu. Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Pinter
betul anak balita pake bahasa Inggris, hehehe�.
Hari itu kebetulan
ada acara silaturahmi dan pengumpulan dana untuk kemanusiaan bagi
anak2 yatim korban konflik di Ambon yang diselenggarakan di University
of Aberdeen. Acaranya dikoordinir oleh ICR, Indonesian Children Relief
(www.icruk.org) yang diketuai oleh Ibu Nizma Agustjik. Seorang ibu
yang sangat bersemangat dan aktif dalam berbagai kegiatan humanitarian
di Inggris untuk Indonesia. Dalam hal ini keluarga Mas Oz sangat
berperan dalam banyak hal, mulai dari konsumsi dan keperluan2 acara
lainnya. Sungguh, saya begitu kagum dengan mereka yang bekerja begitu
ikhlas untuk sesama. Sangat melelahkan di sela sela kesibukan
penelitian dan mengurus anak2nya.
Banyak rupanya komunitas
Indonesia yang datang. Umumnya adalah mahasiswa post graduate yang
melanjutkan studi di seluruh penjuru Scotland. Ada seorang polisi kita
yang nyempil belajar S-2 di Stirling, namanya Pak Yani, salah seorang
reserse pengungkap misteri Bom Bali. Ada juga beberapa rekan yang
bekerja di perminyakan, seperti BP dan Schlumberger. Tidak hanya dari
Indonesia saja, lebih banyak lagi yang datang dari negeri jiran,
Malaysia. Serasa seperti saudara sendiri satu bapak dan satu
ibu. Tak ada batas negara lagi. Kami cepat akrab satu sama lain. Acara
pengumpulan dana kemanusiaan berlangsung sukses, banyak dana
terkumpul, dan banyak yang sanggup menyantuni anak yatim secara
berkelanjutan. Sungguh, saya sangat berbahagia menjadi bagian dari
mereka yang care terhadap sesama yang kurang beruntung
nasibnya.
Acara dilanjutkan keesokan harinya dengan mengunjungi
Balmoral Castle, 40 miles dari kota Aberdeen. Sayang saya tidak bisa
ikut dalam rombongan yang berbahagia itu. Saya harus mengejar kereta
sore harinya untuk kembali ke Newark. Namun sebelum berpisah, kami
mengadakan pesta kebun di rumah Mas Oz. Sangat nikmat makan masakan
Indonesia bersama di kebun yang asri, hijau dan tenang itu. Saatnya
berpisah, tinggalah saya sendirian berkeliling kota Aberdeen dengan
back pack di punggung yang setia menemani. Cuaca sangat cerah dan
shiny. Banyak gambar yang berhasil saya jepret. Sudut2 kota yang
menarik, bangunan2 kuno yang tetap tegar berdiri, kehidupan penduduk
kotanya yang sibuk, semuanya tak lepas dari rekaman kamera
saya.
Tak terasa waktu sudah hampir tiba dimana saya harus mengejar
kereta. Tak terasa pula kaki sudah pegal dan sedikit lecet karena
berjalan kaki jauh. Saatnya meninggalkan Aberdeen. Entah kapan lagi
saya kembali ke sana, menemui orang2 yang saya cintai selayaknya
saudara sendiri.
Tulisan berikutnya, Pendakian 3 puncak
tertinggi di Britania Raya ( mudah2an, masih rencana. Akhir pekan ini
saya akan mengadakan pendakian bersama
teman2).
Salam, Agus
***
Referensikan
alumni ITB lainnya untuk bergabung, minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1,
2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB
*****
- Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan,
Bisnis, Iptek, Desain,
Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus
International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk
bergabung, minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1,
2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB
*****
- Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan,
Bisnis, Iptek, Desain,
Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus
International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|