|
Halo Pak
Amrie,
Aku setuju
banget.. kebetulan aku suka sekali menulis laporan pandangan mata dan suka
jalan2 juga... tapi belum berani nulis di sini, habis tulisannya mas Agus keren
banget sih (selain tempatnya juga keren2), jadi minder
hehehe...
aku juga
usul kalo daerah yg menarik deket2 jakarta, tp belum pernah diexplore, kayaknya
sip juga utk dibikin tulisan..
Regards,
Weby
FT98
Dear Moderator,
Membaca cerita Aberdeen asyik sekali, karena Agus
juga jago menulis laporan pandangan
matanya beliau.
Accordingly, saya punya usul yang agak "
kampungan ".
Selain laporan jalan2 ke kota2 mancanegara,
ada juga mungkin yg bisa menulis pengalaman
uniknya waktu bertugas atau liburan ke kota2 atau
daerah unik di tanah air sendiri.
( Terus terang,untuk saya mungkin baru 20 % kota2
besar di Indonesia yang saya kunjungi ).
Syaratnya adalah tempat yg
dikunjungi mempunyai keunikan dan memperkaya
pengetahuan
kita terhadap bumi nusantara ini. Jangan sekitar
Bali, Bali dan Bali lagi.
Contoh? Yah, kalau saya bisa kasi nama tempatnya
berarti gak unik lagi ( discovered ).
Begitulah, bukan sok patriotis nih. Mungkin
suasana PilPres dgn 5 calon seadanya ini
membuat kita kepingin dengar dan baca hal2 lain
mengenai negeri ini yg dapat membuat
kita
tetap bangga
jadi orang Indonesia.
Amrie
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 17, 2004 12:59
PM
Subject: Re: [IA-ITB] Jalan-jalan
Virtual: Aberdeen
Dik Agus,
Terima kasih banyak atas sumbang cerita
pengalamannya, sungguh sangat menyejukkan di suasana tidak menentu di
Indonesia menunggu hasil Pemilu.
Cerita selanjutnya ditunggu ya.
Aya
PL-74
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 17, 2004 11:17
AM
Subject: [IA-ITB] Jalan-jalan
Virtual: Aberdeen
Halo IA-ITB,
Kita nikmatin cerita dari Agus Partono. Agus
bekerja di Sclumberger, India.
Agus, mana fotonya ? Katanya baru coba
digicam baru. Tapi kalau kirim gambar jangan besar-besar, di bawah 75
kb.
Kami lengkapi gambar Aberdeen. Untuk infonya
tanya ke Agus.
Salam,
99Venus Team
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 02, 2004 3:19
PM
Subject: [99Venus-Indonesia]
Menjadi Backpacker di UK (2) > Aberdeen
Aberdeen, The Granit City. Seperti julukannya,
kota Aberdeen lebih menonjolkan warna abu-abu, sebagian besar
bangunan kotanya terbuat dari bahan batu granit yang kokoh,
everything is grey. Batuan granit dari segi geologis merupakan
batuan basement, terletak di lapisan dasar susunan batu2an kerak
bumi. Akibat pergerakan lempeng bumi, maka lapisan dasar tersebut
dapat menyembul ke permukaan bumi seperti yang dapat disaksikan di
Aberdeen ( juga di Vung Tau - Vietnam).
Selain sebagai kota
granit, Aberdeen terkenal sebagai Balikpapan-nya Scotland, merupakan
kota pelabuhan dan minyak utama di Scotland. Terletak di sebelah
utara daratan Inggris, di pantai timur, berpenduduk tak lebih dari
500.000 jiwa. Hati2 menyebut orang Scotland, mereka begitu bangga
akan kebangsaannya, sehingga ngga mau bahkan marah2 jika disebut
sebagai orang Inggris. Ada sejarah ttg hubungan Scotland-Inggris
(England) seperti yang digambarkan dalam film Brave Heart. Asal tahu
saja, Mel Gibson seolah menjadi pahlawan baru di jaman modern ini
bagi orang2 Scotland. Bekas2 pembuatan film Brave Heart sampai
saat ini masih disimpan dan dijaga dengan baik, bahkan menjadi salah
satu atraksi wisata di Edinburgh.
Perjalanan ke Aberdeen saya
tempuh dalam waktu 6.5 jam dari Newark menggunakan kereta api.
Sepanjang jalan hampir tidak ada pemandangan yang `merusak mata'.
Kereta melewati country side yang begitu hijau, bersih, indah dan
rapi tertata. Berbahagialah orang2nya yang mempunyai landscap
seperti itu. Hampir tak henti saya memotret dari jendela kereta.
Scotland memang sungguh indah ( Puncak sebenarnya lebih baik, tapi
tertutup oleh banyaknya spanduk2 perumahan dan kios2 di samping
jalan). Betapa mereka tahu cara menghargai dan menikmati alam dan
lingkungan tempat tinggalnya.
Tiba di stasiun kereta Aberdeen
hampir tengah malam, dijemput oleh Mas Oz, seorang kenalan yang
sudah seperti saudara sendiri. Dia seorang dosen Universitas Andalas
Padang yang sedang menyelesaikan penelitian post doctoral-nya di
Rowet Institute Aberdeen. Bersamanya di mobil seorang Doktor juga
yang masih bujang, namanya Irwan asal Jayapura, seusia dengan saya (
yg masih setia dgn D3-nya), anak buah Mr Habibie yang lupa pulang ke
tanah air (ketika ditanya kenapa ngga pulang, jawabnya " Pak Habibie
aja skr tinggal di Jerman" hehehe, jawaban yg lucu & cerdas).
Kami langsung menuju ke rumahnya di kawasan Bucksburn dekat airport.
Tiba di rumah langsung disuguhi nasi rendang Padang berikut
sambalnya oleh Mbak Wevi, istri Mas Oz. Wow.... Sungguh
nikmatnya....makan nasi padang di Aberdeen.
Lingkungan rumah
Mas Oz sangat asri, khas lingkungan pertanian dan peternakan
di Inggris. Dari jendela rumahnya, kita bisa melihat sapi dan domba
yang sedang merumput. Sangat harmonis dan tenang sekali. Bagi saya
rumah itu adalah rumah impian. Jauh dari segala macam polusi dan
sangat indah lanskapnya, tapi tidak jauh dari pusat kota. Selesai
makan ditambah dengan perjalanan yang jauh, membuat badan ingin
istirahat. Maka tidurlah saya dengan lelapnya di atas kasur
angin.
Pagi yang cerah. Matahari bersinar terang, di kejauhan
nampak mendung menggantung di langit. Tapi itu tidak membuat saya
bangkit dari tempat tidur. Hanya ketika Ovin ( 4th), putra bungsu
Mas Oz, membuka pintu kamar membuat saya harus bangun dari tempat
tidur. Dia rupanya masih ingat dengan saya, setahun yang lalu kami
bertemu, saat kunjungan ke Aberdeen pertama kalinya saya mampir ke
rumah Mas Oz . Ovin dengan Putri ( 7 tahun, anak pertama)
sangat akrab dengan saya, begitupun dengan Om-Om yang lainnya di
Aberdeen. Mereka tidak canggung untuk menyapa dan bermain. Tentu
saja dengan gaya bahasa Scottish yang demikian cepat dan singkat2
itu. Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Pinter betul anak balita
pake bahasa Inggris, hehehe....
Hari itu kebetulan ada acara
silaturahmi dan pengumpulan dana untuk kemanusiaan bagi anak2 yatim
korban konflik di Ambon yang diselenggarakan di University of
Aberdeen. Acaranya dikoordinir oleh ICR, Indonesian Children Relief
(www.icruk.org) yang diketuai oleh Ibu Nizma Agustjik. Seorang ibu
yang sangat bersemangat dan aktif dalam berbagai kegiatan
humanitarian di Inggris untuk Indonesia. Dalam hal ini keluarga Mas
Oz sangat berperan dalam banyak hal, mulai dari konsumsi dan
keperluan2 acara lainnya. Sungguh, saya begitu kagum dengan mereka
yang bekerja begitu ikhlas untuk sesama. Sangat melelahkan di sela
sela kesibukan penelitian dan mengurus anak2nya.
Banyak rupanya
komunitas Indonesia yang datang. Umumnya adalah mahasiswa post
graduate yang melanjutkan studi di seluruh penjuru Scotland. Ada
seorang polisi kita yang nyempil belajar S-2 di Stirling, namanya
Pak Yani, salah seorang reserse pengungkap misteri Bom Bali. Ada
juga beberapa rekan yang bekerja di perminyakan, seperti BP dan
Schlumberger. Tidak hanya dari Indonesia saja, lebih banyak lagi
yang datang dari negeri jiran, Malaysia. Serasa seperti saudara
sendiri satu bapak dan satu ibu. Tak ada batas negara lagi.
Kami cepat akrab satu sama lain. Acara pengumpulan dana kemanusiaan
berlangsung sukses, banyak dana terkumpul, dan banyak yang sanggup
menyantuni anak yatim secara berkelanjutan. Sungguh, saya sangat
berbahagia menjadi bagian dari mereka yang care terhadap sesama yang
kurang beruntung nasibnya.
Acara dilanjutkan keesokan harinya
dengan mengunjungi Balmoral Castle, 40 miles dari kota Aberdeen.
Sayang saya tidak bisa ikut dalam rombongan yang berbahagia itu.
Saya harus mengejar kereta sore harinya untuk kembali ke Newark.
Namun sebelum berpisah, kami mengadakan pesta kebun di rumah Mas Oz.
Sangat nikmat makan masakan Indonesia bersama di kebun yang asri,
hijau dan tenang itu. Saatnya berpisah, tinggalah saya sendirian
berkeliling kota Aberdeen dengan back pack di punggung yang setia
menemani. Cuaca sangat cerah dan shiny. Banyak gambar yang berhasil
saya jepret. Sudut2 kota yang menarik, bangunan2 kuno yang tetap
tegar berdiri, kehidupan penduduk kotanya yang sibuk, semuanya tak
lepas dari rekaman kamera saya.
Tak terasa waktu sudah hampir
tiba dimana saya harus mengejar kereta. Tak terasa pula kaki sudah
pegal dan sedikit lecet karena berjalan kaki jauh. Saatnya
meninggalkan Aberdeen. Entah kapan lagi saya kembali ke sana,
menemui orang2 yang saya cintai selayaknya saudara
sendiri.
Tulisan berikutnya, Pendakian 3 puncak tertinggi di
Britania Raya ( mudah2an, masih rencana. Akhir pekan ini saya akan
mengadakan pendakian bersama
teman2).
Salam, Agus
***
Referensikan
alumni ITB lainnya untuk bergabung, minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1,
2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB
*****
- Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan,
Bisnis, Iptek, Desain,
Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus
International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk
bergabung, minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1,
2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB
*****
- Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan,
Bisnis, Iptek, Desain,
Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus
International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan
alumni ITB lainnya untuk bergabung, minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1,
2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB
***** -
Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis,
Iptek, Desain, Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus
International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|