Terus terang, saya masih ingin berprasangka buruk. Sebagai seorang geologis di Indonesia, saya kok rasanya masih tidak mendapatkan sesuatu apa pun dari organisasi yang bernama IAGI. Bahkan, imbalan yang saya terima dari iuran tahunan IAGI yang tidak seberapa itu pun rasanya masih sangat berlebihan dari apa yang diberikan IAGI kepada anggota-anggotanya, terutama saya.
Kegiatan IAGI masih berkutat pada kegiatan klasik seperti PIT Tahunan yang kualitasnya boleh dibilang memprihatinkan. Baik dari jumlah paper yang masuk atau pun kualitas ilmiah yang disajikan. Bahkan ada beberapa paper yang "isinya" kurang lebih sama tetapi dipresentasikan terus dari tahun ke tahun oleh orang-orang yang sama. Saya sangat pesimis, bagaimana PIT Tahunan dengan kualitas seadanya ini bisa meningkatkan kualitas-kualitas keilmuan anggotanya. Okelah, di masa jabatan sekarang ini, Pak Ketum sudah mencoba membuat terobosan dengan membuat lobi-lobi tentang otonomi, pemasyarakatan geologi, dlsb. Tetapi rasanya kok masih belum terasakan oleh masyarakat geologi anggotanya. Begitu juga dengan IAGI-net, cuman muncul dengan website yang seadanya... isinya juga cuma cuplikan dari sana-sini. Dan tidak pernah ada tulisan berkualitas ilmiah yang dibuat oleh para geolog Indonesia. Bahkan berita-berita yang bersangkutan dengan geologi di tanah air, tidak pernah termuat dengan seksama di website IAGI-net. Mengapa IAGI-net tidak bisa membayar 1-2 reporter untuk meliput dan membuat tulisan di website IAGI-net? Setelah saya ngobrol dengan beberapa anggota milis IAGI-net, satu kesan yang saya tangkap. Apabila ada email darimilis IAGI-net, disort berdasarkan subjectnya, lalu select semua email dan tekan tombol del. Dari pengamatan sekilas tersebut, keberadaan IAGI rasanya harus dipertanyakan. Betapa tidak memalukan IAGI yang merupakan organisasi orang-orang profesional di bidangnya, tetapi sama sekali tidak punya bargaining power dan tidak punya kesan pada masyarakat. Buat saya pribadi, IAGI bukan somebody, bukan pula anybody, tetapi hanyalah nobody. Kalau memang sudah tidak ada gunanya sama sekali, mengapa kita harus repot2 menghidup-hidupkan IAGI? Lebih baik bila organisasi ini dilikwidir saja, dan kita yang minyak bergabung saja di IPA, yang tambang aktif di IMA yang saya rasa bisa memberikan yang lebih daripada IAGI. IAGI... kacian deh lu... Salam - --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ===================================================================== pesan sponsor: visit http://iagi.or.id sukseskan PIT IAGI di Surabaya, September 2002

