Dear Pak Koes, Untuk keramik saya juga punya pengalaman, menggelembung lalu lepas-lepas, terutama untuk lantai atas (lantai satu dan seterusnya). Setelah konsultasi ke ahli bangunan, saya mendapatkan advice agar tidak menggunakan spesi semen untuk memasangnya, tapi menggunakan lem khusus untuk keramik. Ternyata dalam 2 tahun ini keramik tsb. aman-aman saja dan tetap rapih.
Salam, Sugiarto -----Original Message----- From: Koesoema [mailto:koesoema@;melsa.net.id] Sent: 18 Oktober 2002 6:58 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Jalan tol minta korban Kalau saya melihatnya gejala di jalan beton tol Padaleunyi itu seperti sering terjadi tegel keramik yang kepanasan terus melenting ke atas. Daya muai dari beton lebih besar dari pada fondasi tanah di bawahnya. Kemarau yang terik membuat tanah itu kering dan menciut, sedangkan blok beton di atas memuai, sehingga melenting ke atas dan meledak. Juga daya muai keramik lebih besar dari beton dibawahnya. Saya coba perbaiki keramik itu dengan memberi lubang udara diantara naad antar tegel untuk memberikan kesempatan gas yang memuai keluar, tetapi tetap saya keramik kembali melenting kalau kepanasan. Kalau biogas, mengapa munculnya sekarang? Dan biogas itu mempunyai kesempatan keluar ke pinggir dengan difusi, karena sulit untuk difahami ada bahan yang impermeable terhadap gas. Saya sendiri mempunyai kesulitan di rumah karena tiang pilar pintu gerbang saya ambles terus setiap musim kemarau, karena tanah timbunan dibawahnya menciut terus karena kekeringan, dan pintu pager saya melenceng enggap bisa ditutup rapat. Ini ide saya saja. Wassalam, R.P.Koesoemadinata Jl. Raya Ciburial 17 Dago Pakar Bandung telp: 022-2503995 ----- Original Message ----- From: "Untung Sudarsono" <[EMAIL PROTECTED]> To: "iagi-net" <[EMAIL PROTECTED]>; "HATTI" <"HATTI<sekretariat"@hatti.or.id> Sent: Thursday, October 17, 2002 5:42 AM Subject: [iagi-net-l] Jalan tol minta korban > Beberapa hari yang lalu beton di jalan tol Padalarang Cileunyi meledak > dan betonnya mencuat ke atas sehingga minta korban sebuah Baleno dan > beberapa mobil lain. Persoalannya mengapa itu bisa terjadi. Analisis > sementara yang perlu dibuktikan adalah terdapatnya timbunan gas (biogas) > maklum kan bekas danau yang dekat permukaan, karena panas maka gas > tersebut meledak.Jadi kaya blow out di perminyakan gitu. Mungkin hal ini > bisa dibuktikan dari penelitian geofisika. Ini cuman gagasan saya saja. > Silahkan kalau ada ide lain > Salam: Untung Sudarsono > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > ===================================================================== > Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention > September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ===================================================================== Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ===================================================================== Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

