Yang sangat penting adalah Pemerintah harus segera menciptakan suatu suasana
yang kondusif untuk explorasi migas di Indonesia dan kompetitif dibanding
dengan negara-negara lain. IAGI harus menuntut pemerintah untuk itu. Tetapi
itu susah juga kalau ada Walhi dan lain-lain. Kita harus meyakinkan
pemerintah bahwa the oil game is not over yet, tetapi bakal terjadi kalau
oil companies pada lari.

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, March 04, 2003 4:32 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Disertasi : Minyak, 10,5 Tahun Lagi Habis


>
> Tantangan (utk eksplorasi) 'kan sebenarnya adalah ditujukan bagi yg punya
> duit. Sementara G&G seperti kita, ya tantangannya adalah utk meyakinkan
> para pemilik duit itu utk mau melakukan eksplorasi. Bener enggak sih?
>
> Salam,
> Syaiful
>
>
>
>
>                     "Istadi, Bambang P"
>                     <[EMAIL PROTECTED]       To:
<[EMAIL PROTECTED]>, "Rovicky Dwi Putrohari"
>                     llips.com>
<[EMAIL PROTECTED]>
>                                                       cc:
>                     03/05/03 04:56 AM                 Subject:     RE:
[iagi-net-l] Disertasi : Minyak, 10,5 Tahun Lagi Habis
>                     Please respond to iagi-net
>
>
>
>
>
>
> Pak Koesoema sudah menyentil kata2 kunci "penemuan yang signifikan" dan
> "menantang kita para geologist dan industri perminyakan dan juga
pemerintah
> cq BP migas".  Pertanyaannya adalah: Siapa yang akan menemukan penemuan
> signifikan tadi ?  KPS ?  Pertamina ? Kita2 ?
>
> Trend yang kita lihat akhir2 ini adalah merger dan konsolidasi portfolio
> aset.  Beberapa aset dilepas dan beli aset lainnya.  Tapi kecenderungannya
> adalah beli cadangan, bukan cari penemuan yang signifikan.  Pertamina saja
> mungkin sudah ketularan, eg. posting Hasan, berita Routers tentang
> Pertamina mau beli aset Amerada Hess (Jambi Merang).
>
> Meskipun harga minyak naik terus mulai akhir tahun lalu, dari sekitar $25
> ke $35+, tapi sebagian perusahaan minyak malah melakukan kontraksi dengan
> budget E&P yang lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. E&P
> spending survey yang dilakukan Raymond James & Associates maupun Lehman
> Brothers terhadap 323 perusahaan migas, ternyata budgetnya tidak berubah
> atau malah turun dari tahun sebelumnya. Diantara perusahaan raksasa,
> ConocoPhillips turun 10%, Royal Dutch/Shell turun 9%; TotalFinaElf SA
turun
> 29%; BP Plc naik 4%, Exxon Mobil Corp naik 5%.  Celakanya, pemerintah/BP
> Migas hanya mengharapkan naiknya produksi minyak dengan cara "promosi"
pada
> KPS/ investor untuk meningkatkan investasi disektor ini. Kenyataan yang
> kita lihat, tingkat penandatangannya kontrak baru saat ini berada diposisi
> terendah selama 20 tahun terakhir (posting pak Ketum).
>
> Dari sisi supply kita banyak mengandalkan pada lapangan2 tua signifikan
> yang ditemukan lebih dari 40 tahun lalu (posting Noor) dan trend yang sama
> kita lihat didunia (posting saya mengenai giant fields).  Secara umum
> lapangan2 minyak di Indonesia kecil2 dengan decline rate yang relatif
> tinggi.  Diperlukan investasi terus menerus untuk menjaga tingkat
produksi.
> Tapi kalau perusahaan2 minyak termaksud Pertamina hanya tertarik untuk
beli
> cadangan, dan terjadi penurunan investasi, mungkin saja minyak kita habis,
> kalau kita tidak menemukan lapangan2 sekelas Minas atau Duri,....
> wass.
>
> Bambang Istadi
> ConocoPhillips Inc.
> +1-281-293-3763
>
>
> -----Original Message-----
> From: Koesoema [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, April 01, 2003 5:36 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]; Rovicky Dwi Putrohari
> Subject: Re: [iagi-net-l] Disertasi : Minyak, 10,5 Tahun Lagi Habis
>
>
> Sebetulnya disertasi doktor ini adalah menantang kita para geologist dan
> industri perminyakan dan juga pemerintah cq BP migas. Harap disimak
kalimat
> terakhir dibawah ini
> "cadangan terbukti minyak bumi Indonesia yang saat ini berjumlah 5.149,1
> juta  barel akan habis dalam kurun waktu 10,5 tahun atau pada pertengahan
> 2010.
> > Ini apabila tidak terjadi penemuan yang signifikan," tegas Dr Roberto
> Akyuwen."
> Nah penemuan-penemuan baru yang cukup banyak (tidak perlu penemuan yang
> signifikan) inilah yang jadi tantangan kita
> Wassalam
>
> R.P.Koesoemadinata
> Jl. Raya Ciburial 17
> Dago Pakar
> Bandung
> telp: 022-2503995
>
> ----- Original Message -----
> From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, March 03, 2003 1:40 AM
> Subject: [iagi-net-l] Disertasi : Minyak, 10,5 Tahun Lagi Habis
>
>
> > Kali ini ngga tanggung2 ... sebuah desertasi doktor .... :-p
> > lengkap dengan bahasa koran  ...
> > Kesulitan --> kekurangan --> net import --> HABIS !!!
> >
> > RDP
> > ========
> > Serba UGM http://www.kagama.org/ Arsip Terbaru
> > 01 Maret 2003
> > Disertasi : Minyak, 10,5 Tahun Lagi Habis
> >
> > INDONESIA akan mengalami kesulitan di sektor minyak bumi dalam beberapa
> > tahun ke depan. Penyebabnya, permintaan minyak bumi senantiasa
meningkat,
> > terutama konsumsi domestik, tapi tidak dapat diimbangi penawaran.
Bahkan,
> > tingkat produksi senantiasa mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
> >
> > "Fakta lain yang perlu dicermati adalah bahwa dengan rata-rata tingkat
> > produksi sebanyak 490,2 juta barrl per tahun pada periode 1980-2000,
> > cadangan terbukti minyak bumi Indonesia yang saat ini berjumlah 5.149,1
> juta
> > barel akan habis dalam kurun waktu 10,5 tahun atau pada pertengahan
2010.
> > Ini apabila tidak terjadi penemuan yang signifikan," tegas Dr Roberto
> > Akyuwen.
> > Roberto menyampaikan hal itu dalam promosi doktor bidang Ilmu Ekonomi di
> > Balai Senat UGM, Selasa (4/2), kemarin. Pria kelahiran Ambon ini
> > menyampaikan disertasi berjudul "Model Dinamik Produksi dan Eksplorasi
> > Minyak Bumi Indonesia". Roberto dinyatakan berhasil lulus meraih gelar
> > doktor Ilmu Ekonomi.
> >
> > Dikatakan, penawaran minyak bumi Indonesia antara 1995-2000 rata-rata
> > mencapai 577,5 juta barel per tahun. Sedangkan permintaan pada periode
> yang
> > sama rata-rata 498,7 juta barel per tahun. Setiap tahunnya terjadi
> penurunan
> > kelebihan penawaran 10 juta barel atau menurun 7,7 persen per tahun.
> >
> > Dengan demikian, lanjut putra mantan wakil gubernur Maluku ini, meskipun
> > masih terdapat kelebihan penawaran rata-rata 78,8 juta barel per tahun,
> jika
> > terus-menerus menurun, diperkirakan volume permintaan akan menyamai
> > penawaran dalam tempo 7,9 tahun. Kondisi yang sama dijumpai pula pada
> neraca
> > ekspor dan impor minyak bumi Indonesia.
> >
> > Sekalipun terdapat kelebihan ekspor rata-rata 190,8 juta barel per tahun
> > pada periode 1990-2000, ekspor netto tersebut rata-rata menurun 8,7 juta
> > barel atau 4,1 persen per tahun. Alasan inilah yang mengarah pada
> kesimpulan
> > bahwa 10,5 tahun lagi, minyak bumi Indonesia akan habis.(wan)
> > Sumber : Jawa Pos
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
> -http://fosi.iagi.or.id
>
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]),
> Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke