Herman,
Tahun 1991dan 1994, saat masih di Pertamina Balikpapan, saya pernah ke sekitar 
Bungalun dan Mangkalihat. Kondisi singkapan tidak jauh berbeda dengan singkapan 
karbonat pada umumnya, gejala karstifikasi sangat kuat. Relief dan tebing curam 
banyak. Kondisi pada umumnya cukup baik untuk pemetaan detail. Field guide saya pada 
saat itu adalah sekelompok suku Dayak (Punan ?) yang mata pencahariannya mencari 
sarang burung walet di gua-gua gamping Mangkalihat. Akses saya (dari Balikpapan) 
adalah : Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangatta-Sangkulirang. Jalan 
Balikpapan-Samarinda-Bontang bagus, jalan Bontang-Sangatta sebagian aspal yang 
kualitasnya jalan kabupaten, sebagian adalah jalan tanah diperkeras batu terutama di 
sekitar TNK (Taman Nasional Kutei) yang sangat licin terutama di musim hujan seperti 
sekarang. Jalan Sangatta-Sangkulirang hampir seluruhnya jalan tanah diperkeras batu 
dan kondisinya makin jelek semakin ke utara. Di sekitar Sangatta, jalannya bagus 
karena ada KPC (Kaltim Prima Coal). Ujung jalan adalah Sangkulirang, kota sangat kecil 
di Teluk Sangkulirang, bagian baratdaya Mangkalihat. Saya belum pernah akses dari 
utara, mungkin bisa dari Tanjungredeb-Seguntur-Batuputih, tetapi tidak tahu apakah ada 
jalan penghubung antara Tanjungredeb-Batuputih. Batuputih terletak di tepi utara 
Semenanjung Mangkalihat. Untuk ke Mangkalihat kelihatannya lebih gampang akses dari 
laut, sewa boat dari Sepasu (utara Bontang), kemudian menyusuri pantai semenanjung 
tersebut. 
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas
 "Darman, Herman H BSP-TSX/4" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Awang,

Sudah pernah ke Makalihat? Bagaimana outcropnya? Bagaiman accessnya?

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 19 March 2003 11:46
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [iagi-net-l] Tertiary carbonates on the Mangkalihat
Peninsula,



Mangkalihat, suatu semenanjung besar di Kalimantan yang secara geografi dan geologi 
penting tetapi jarang muncul di pembahasan sehingga statusnya masih serba gelap. 
Singkapan karbonatnya sekarang lumayan diketahui oleh pekerjaan Moyra Wilson dan 
groupnya (SE Asia Research Group), tetapi sebenarnya masih banyak yang belum diketahui 
tentang the great peninsula ini. 
Antara lain, Mangkalihat disebut sebagai suatu mikro-kontinen (Metcalfe, 1996) yang 
bersama mikro-kontinen2 lain di Kalimantan (Schwaner, Luconia, Semitau, 
Kelabit-Longbowan, Paternoster) menyusun Pulau Kalimantan. Masalahnya, belum ada sumur 
yang menembus basement Mangkalihat. Satusnya sebagai pemisah Kutei dan Tarakan Basin 
pun bagaimana, apakah paleo-high sejak Paleogen atau baru naik di Neogen ?
Mangkalihat juga menarik secara struktur karena di sinilah "pivot point" trend 
struktur dari SSW-NNW ala Samarinda Anticlinorium di Kutei-Bungalun membelok tajam 
menjadi WNW-ESE di Mangkalihat (Sangkulirang re-entrant, daerah Batu Ampar-Kariorang). 
Regional wrench fault Mangkalihat (sesar besar mungkin menerus ke tepi selatan South 
China Sea dan IndoChina - produk extrusion tectonics Tapponnier) mungkin bertanggung 
jawab untuk sharp bend ini. 
Tentang hidrokarbonnya ? Sudah lama dieksplorasi oleh BOM (Balikpapan Olie 
Maatschappij), NKPM (Nederlandsch Koninklijke Petroleum Maatschappij) maupun Kaltim 
Shell. Tetapi nihil, mungkin karena mereka masih mengejar ekivalen Formasi Balikpapan, 
belum masuk ke karbonat OligoMiosen Tabalar. 
Tetapi yang jelas, karbonat Oligo-Miosen di Mangkalihat adalah tempat berburu sarang 
burung walet beberapa suku Dayak karena di sana banyak guanya. Mereka pergi 
berbulan-bulan mengikuti burung walet mencari sarang burungnya di gua-gua Semenanjung 
Mangkalihat. Dan yang jelas, dari puncak Mangkalihat bisa melihat Selat Makassar 
bahkan daratan Sulawesi...
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Platinum - Watch CBS' NCAA March Madness, live on your desktop!

Kirim email ke