Nabiel : DPR harus tentukan solusi dampak lingkungan Freeport

Menteri Negera Lingkungan Hidup, Nabiel Makarim, di Jakarta (26/3), 
meminta    kabinet dan DPR untuk menyelesaikan masalah dampak lingkungan di 
PT Freeport Indonesia (PTFI). Tujuannya untuk menentukan pilihan yang 
diambil dari beberapa alternatif  penyelesaian dampak lingkungan yang masuk 
akal. 

Dampak lingkungan dari Freeport, katanya, tidak dapat dihindarkan. Jika 
ingin dampak itu ditiadakan, jalan keluarnya Freeport harus ditutup. �Jadi 
kalau mau jalan terus, karena kita perlu, maka harus ada solusi yang masuk 
akal,� katanya seperti yang dikutip dari Tempo Newsroom. 

Menurutnya, ada beberapa alternatif penyelesaian yang masuk akal untuk 
mengatasi dampak lingkungan di Freeport. Ia memberi contoh, sungai Aijkwa 
di Papua yang rusak akibat pembuangan limbah, tetap dibiarkan sebagai 
saluran pembuangan. Mestinya, Freeport membuat saluran baru untuk 
mengalirkan air jernih melewati daerah-daerah yang membutuhkan. 

Sedangkan alternatif lainnya, lanjutnya, dengan pipa sebagai saluran 
pembuangan. Tapi alternatif ini kurang tidak begitu baik karena akan 
mencemari lautan secara langsung dan gempa yang membuat rawan pipa. Selain 
itu, dikuatirkan apabila terjadi sabotase dampaknya akan lebih berbahaya.  
Untuk itu ia meminta kabinet dan DPR untuk menyelesaikannya sekarang.  
Kalau ditunda hingga pemerintah berikutnya, seperti yang terjadi selama 
ini, akan merugikan lingkungan. 

Sebagai informasi, badan pengendalian dampak lingkungan (Bapedal), yang 
sekarang telah lebur menjadi KLH, pernah meminta perusahaan ini untuk 
membuat studi ecological risk assessment (ERA). Isinya antara lain berupa 
alternatif pembuangan tailing Freeport.  

Pihak Freeport telah menyerahkan studi ERA yang dilakukan oleh konsultan 
asing, Parametrics. Lalu diverifikasi oleh group panel review yang diketuai 
oleh Prof Retno dari Universitas Indonesia  yang beranggotakan antara lain 
KLH, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,  Departemen Kehutanan dan 
ITB.

Group panel review ini memverifikasi kevalidan data studi tersebut. DeputiI 
V Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Sumber Institusi, Isa Karmisa, 
mengungkapkan KLH akan menampung semua hasil group panel review, kemudian 
dipergunakan untuk menyempurnakan RPL-RKL Freeport, bila berdasarkan 
laporan tim review adanya penyimpangan data.

Menurut sumber Miningindo, studi ERA Freeport telah selesai diverifikasi 
dan sudah diserahkan  kembali ke KLH pada pertengahan Oktober  tahun lalu.* 





---

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke