Air raksa di sungai Takaras meninggi  

Kini ditengarai  terdapat sekitar 480 unit mesin penyedot emas milik 
penambang emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi di sungai Takaras 
Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Bayangkan saja, 1 unit mesin penyedot 
emas memerlukan 1 kg air raksa (Hg) untuk kebutuhan tiga bulan. Untuk itu 
tak heran bila di sungai ini  tingkat pencemaran air raksanya cukup tinggi, 
yaitu sebesar 160 kg/bulan. 

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota 
Palangkaraya Moses Nicodemus, akibat aktivitas PETI itu, air sungai yang 
dulunya cokelat jernih menjadi hitam pekat. Dan dalam kurun waktu dua tahun 
diperkirakan Sungai Takaras akan tertutup oleh tanah hasil sisa sedotan.  
Bahkan, ikan yang berada di sungai itu terutama ikan baung kemungkinan 
besar sudah tercemar dan tidak layak untuk dikonsumsi. 

 Pencemaran air raksa di Sungai Takaras, akan menyebabkan seluruh sungai di 
Kalimantan Tengah nantinya akan tercemar. Karena PETI setelah memisahkan 
emas dan pasir membuang langsung ke sungai yang mengalir ke sungai utama. 
Lebih parah lagi, para penambang itu tidak menggunakan sarung tangan saat 
melakukan pemisahan tersebut dan itu jelas sangat berbahaya bagi si 
penambang. Dikhawatirkan pula, ujar mantan Sekretaris Dewan Kota 
Palangkaraya ini, dalam kurun waktu 10 tahun, tragedi Minamata di Jepang 
akan kembali terjadi di Kalteng, apabila masalah ini tidak segera ditangani 
secara bersama. 

Untuk mengatasi permasalahan ini sangat rumit, ujarnya, karena menyangkut 
sumber nafkah orang banyak (PETI) yang berada di sekitar Sungai 
Takaras.  "Apabila kita merazia mereka untuk tidak melakukan penambangan di 
sana, ditakutkan masyarakat akan lebih brutal, dan keadaan di sana akan 
menjadi tidak kondusif dan tingkat kriminalitas menjadi tinggi. Untuk itu, 
dalam mengantisipasi penyebaran air raksa lebih luas, maka diperlukan 
penanganan secara lintas sektoral. *




---

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke