Kalteng siapkan wilayah tambang rakyat bagi 35.000 penambang emas Potensi emas di propinsi Kalimantan Tengah memang cukup besar. Maka tidak heran kalau propinsi yang luas ini menarik perhatian banyak penambang emas, dari yang resmi sampai yang ilegal, dari warga setempat sampai investor asing.
Data yang dikumpulkan oleh dinas pertambangan dan energi (distamben) Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan, saat ini tidak kurang 35.000 penambang emas tradisional yang beroperasi di wilayah ini. Mereka memiliki sekitar 7.000 mesin sedot. Namun, maraknya para penambang tanpa izin di wilayah ini telah menyebabkan lerusakan lingkungan baik di sepanjang daerah aliran sungai maupun di daratan. Kerusakan meliputi tebing sungai yang menyebabkan pendangkalan dan pencemaran air sungai limbah air raksa. Bahkan berdasarkan penelitian dari Bapedalda (badan penelitian dampak lingkungan daerah) Kalteng belum lama ini, biota sungai seperti ikan telah tercemar mercuri, sehingga cukup membahayakan kesehatan penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Untuk mencegah kerusakan yang makin parah, pemerintah provinsi Kalteng kini tengah menyiapkan wilayah tambang rakyat (WPR) bagi penambang emas tanpa izin tersebut," kata Ir Nugroho Basuki, kepala dinas pertambangan Kalteng di Palngkaraya, seperti dikutip suratkabar Banjarmasin Post, Kamis (27 Maret). Nugroho mengakui, aktivitas pemanbang tradisional tersebut, baik di sepanjang sungai maupun di darat, telah menimbulkan dampak lingkungan yang mengkhawtirkan sehingga harus segera ditertibkan melalui pembentukan wilayah pertambangan rakyat itu. Namun pihak dinas pertambangan akan melakukan kajian teliti lebih dahulu sebelum menetapkan wilayah pertambangan rakyat tersebut. "Agar para penambang tidak berpindah-pindah tempat seperti selama ini," kata Nugroho. --- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

