Asal gas CO2 banyak sekali : atmosferik CO2, maturation of kerogen, contact metamorphism, diagenetic mineral reactions, carbonate metamorphism, thermal carbonate degradation, volcanic degassing, thermochemical sulfate reduction, regional metamorphism, dan mantle degassing. Semua proses itu bisa dibedakan satu-satu dari kombinasi antara nilai isotop karbon 13 gas CO2 dan evaluasi geologic setting. Beberapa nilai memang overlap, tetapi dengan menerapkan evaluasi geologic setting maka bisa diketahui mana proses yang paling dominan. Yang paling banyak di Indonesia, dari data isotop dan setting-nya adalah CO2 yang berasal dari thermal degradation carbonate dan volcanic degassing. Dalam kedua hal itu, karbonat terkena panas lalu dengan proses hidrolisis CO2 dikeluarkan. Di thermal degradation, karbonat masuk ke zona overmature, di volcanic degassing karbonat kena intrusi yang berhubungan dengan volkanisme. Mengapa ada gas yang CO2 tinggi ada yang tidak ? Ya, ini seperti kita mengevaluasi petroleum system saja tetapi kita ganti jadi CO2 system (he2), mesti ada kitchen CO2, mesti ada carrier bed atau konduit lain, mesti ada migrasi ke situ, dll. Contoh : di East Cepu High (Kedung Tuban, Banyu Urip, Mudi dkk) CO2 tinggi > 60 %, tak jauh dari situ di offshore sekitar Ujung Pangkah, Poleng dan sekitarnya CO2 < 5 %. Cek geologic settingnya, ternyata jauh beda dalam CO2 system. Salam, Awang H. Satyana Eksplorasi BP Migas
KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mohon pencerahan sebenarnya dari mana asalnya gas CO2 di reservoir...? Apa penyebabnya sehingga ada gas yang mengandung CO2 dan mengapa ada gas yang tidak mengandung CO2...? Ferdi tambah ngantuk lagi nungguin weekend.... Awang Satyana 23/07/2003 12:36 PM Please respond to iagi-net To: [EMAIL PROTECTED] cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Info on CO2 vs partial pressure Sebenarnya, banyak faktor yang mempengaruhi % CO2 di reservoir : multiple sources, high solubility in formation fluids, dan high reactivity. Pressure dan temperatur juga, walau sudah termasuk ke dalam multiple sources dan solubility. CO2 asal organik (dari breakdown kerogen) akan terdapat pada kedalaman dengan temperatur maksimum 100 celsius, sedangkan CO2 asal anorganik (misal dari carbonate thermal breakdown dan volcanic degassing semakin banyak semakin ke dalam). Isotop karbon CO2 satu-satunya yang bisa membedakan ini. Tentang solubility, solubility CO2 di air pada T dan P kamar punya rasio volume 1:1, pada tekanan sekitar 7000 psi (kira-kira ekivalen dengan kedalaman 15.000 ft) rasio volume menjadi 30 : 1. Tetapi, pada tekanan yang sama volume CO2 dalam minyak dengan API 40 degree bisa menjadi 170 : 1. Jadi konsentrasi CO2 di reservoir ada pengaruh tekanan juga fluida di sekitarnya (solubility). Seperti disebutkan di atas, kalau CO2 makin banyak ke bawah, maka harus mula i dicurigai bahwa source anorganik sudah semakin dominan, apalagi data isotop mendukungnya. Faktor lain adalah juga peranan sealing beds yang bisa menekan bocornya CO2 ke reservoir dangkal, juga peranan fault yang bisa berperan sebagai konduit yang efeknya akan berlawanan dengan sealing beds. Kasus di Sumatra Utara, Jawa Barat, dan Muriah-Bawean adalah contoh2 yang bagus. Ploting antara % CO2 dengan partial pressure saya belum pernah buat, juga dari data KPS2 yang ada rasanya belum pernah saya lihat, tetapi dari uraian di atas rasanya boleh saya simpulkan bahwa konsentrasi CO2 berbanding lurus dengan tekanan dan temperatur. Tapi, tetap ada pengaruh solubility, sealing beds, dan conduit fault yang bisa membuat anomali. Salam, Awang H. Satyana Eksplorasi BP Migas "Siregar, Parvita" wrote: Rekans, Ada yang bisa bantu saya re: hubungan CO2 dengan partial pressure dan CO2 dengan temperatur? Secara umum memang CO2 berhubungan dengan kedalaman tetapi di beberapa tempat %CO2 tidak berhubungan langsung dengan kedalaman tetapi lebih kepada partial pressure CO2nya dan temperatur (yang berhubungan dengan kedalaman biasanya). Mungkin (tembak langsung ya) temen2 yang kerja di South Sumatra bisa bantu? Ada yg mencoba membuat graph CO2 vs partial pressure? Nuhun, Parvita H. Siregar Geologist-ConocoPhillips --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

