Saya ingin memberikan sedikit "revisi" untuk pernyataan Pak Awang yang
menyebutkan bahwa:

"HC di kedua field ini (Handil dan Badak: ADB) digenerasikan dari prodelta
shales ayng overpress di kedalaman dengan pressure grad 0.9 psi/ft dan temp
> 100 deg C"

Mungkin lebih tepat kalau dikatakan:

"Sebagian dari GAS di kedua field tersebut digenerasikan dari prodelta
shales yang overpress di kedalaman dengan pressure grad 0.9 psi/ft dan temp
> 100 deg C"

Terutama untuk lapangan Badak, minyak-minyak yang didapatkan di
multi-layered reservoir-nya ternyata menunjukkan tingkat kematangan
Ro=0.53%-0.74% (tentunya juga ditunjang oleh data MPI, CPI, dsbnya)
sementara data geokimia dari overpressured (prodelta) shale di kedalaman
yang lebih besar menunjukkan bahwa kematangannya pada saat ini sudah > atau
sama dengan Ro=1.0%. Jadi, terutama untuk minyaknya, korelasi oil-source
seperti skenario awal Pak Awang tersebut diatas agak kurang "matched"
dilapangan Badak.

Beberapa reservoir gas, terutama dibagian zona yang dalam (zona F, G, dan H
: equivalent age: N11-N12 / 13-12 mya) memang ada menunjukkan indikasi
kematangan tinggi (terutama dari data isotop) yang dalam hal ini kemungkinan
dihasilkan (generated) dari overpressure shale tersebut.

Untuk konfirmasi published datanya, kita dapat merujuk pada:

Bachtiar, A., 1993, The inter-relationships of some maturity parameters of
source rock in Kutai Basin, (Abstrak), Kumpulan Sari Makalah PIT IAGI 22,
Bandung, 5-6. (Saya punya copy makalah lengkapnya apabila ada yang
membutuhkan)

Paterson, D.W., Bachtiar, A., Bates, J.A., Moon, J.A., Surdam, R.C., 1997,
Petroleum system of the Kutei Basin, Kalimantan, Indonesia, in J.V.C. Howes
and R.A. Noble, eds., Petroleum Systems of SE Asia & Australia, Indonesia
Petroleum Association, 709-726.

Mudah-mudahan bermanfaat.

ADB

----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 15, 2003 9:01 AM
Subject: [iagi-net-l] Overpressure & HC Generation


> Mungkin kita perlu balik dulu ke konsep asal overpressure ya. Abnormal
overpressure (>0.53 psi/ft) timbul karena ketidakmampuan pore fluids migrate
keluar dalam suatu periode geologi  akibat  beban stress  yang menyebabkan
fluid pressure naik. Beban stress itu bisa berasal dari : rapid loading yang
akan menyebabkan ketidakseimbangan kompaksi, thermal expansion of fluids,
kompresi tektonik, generasi HC di rock matrix.
>
> Suatu hal yang menarik dalam hubungan GG (grad geotermal), overpress,
kematangan dan ekspulsi adalah bahwa formasi2 yang overpressured cenderung
menaikkan GG. Kenaikan temperatur maka akan meingkatkan kematangan batuan
induk. Sehingga, di basins dengan overpressure, kebanyakan HC generation
terjadi di deep, overpressured fluid compartments. Ini banyak terjadi di
daerah delta, termasuk tempat Pak Rovicky bermain2 :-)). Di Mahakam Delta
(kita ambil kasus Handil dan Badak), top overpress di sekitar 3000 m, di
Badak di sekitar 3300 m (silakan teman2 Total dan VICO koreksi). HC di kedua
field ini digenerasikan dari prodelta shales ayng overpress di kedalaman
dengan pressure grad 0.9 psi/ft dan temp > 100 deg C. Ketika terkjadi top
seal fracture (akibat overpress juga) maka HC bergerak ke atas ke normally
pressured reservoir. Di Handil bikin kasus unik karena terjadi apa yang
disebut evaporative fractionation (Thompson, 1988) yang khas buat vertical
migration di delta. Minyak semakin
>  ringan ke reservoir2 dangkal dan meninggalkan residuum di bawah yang bisa
cracking jadi gas juga dan pyrobitumen di overpressured compartment dengan
temperatur tinggi.
>
> Lain delta lain CSB (central Sumatra Basin) yang GG-nya termasuk yang
ekstrim tinggi di seluruh dunia. Kenapa ? Sebagian bilang karena di bawah
CSB ada suture Mutus yang merupakan weak zone ke mantle sehingga heat flow
di situ tinggi, ini pernah dilihat dan memang GG tinggi lebih kurang segaris
dengan suture Mutus. Di sini generasi HC tidak perlu overpressure,
kematangan di tempat dangkal (oil window) sudah cukup tercapai akibat GG
yang ekstrim tinggi.
>
> Kalau oil/gas prone, lebih banyak dikontrol oleh kimiawi source, artinya
tipe kerogen. Pematang brown shales CSB adalah tipe I lakustrin klasik yang
sangat oil prone, sedangkan tipe Kutei/Mahakam adalah tipe III vitrinite
yang 70 % gas 30 % minyak, itu pun bergantung kepada nilai hidrogen-nya,
semakin tinggi H bisa semakin fluid., termasuk coal-nya, kalau H-nya tinggi
(bisa dicari dengan elemental analysis) bisa liquid generated.
>
> Yah itu dulu...Selamat libur panjang dan "panjat pinang" juga upacara
17-an...
>
> Salam,
> Awang H. Satyana
> Eksplorasi BP Migas
>
>
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Awang,
> Bagaimana efek Grad Geothermal, (over) pressure, kematangan dan ekspulsi
> (first migration)?
>
> Ketika "bermain" didaerah yg mempunyai Gradien Geothermal yg sangat tinggi
> (ekstrimya Central Sumatra Basin-CSB) tentunya akan mungkin terjadi
expulsi
> yg "lebih mudah" ketika source tersebut matang dalam "kedalaman yg
dangkal"
> (loh piye iki?). Dimana pada waktu itu overburden relatif belum begitu
> besar, source rock tersebut sudah matang karena temperaturnya tinggi.
> Sehingga ketika sampai di "oil window" pun ekspulsi (first migration) bisa
> terjadi dan relatif lebih efektif. Karena pressure disekitar source
tersebut
> relatip lebih kecil pressurenya.
>
> Namun didaerah yg mempunyai Gradien Geothermal (GG) rendah (misalnya Kutei
> Basin), untuk mencapai kematangan batuan induk diperlukan kedalaman yang
> relatif lebih dalam :) ... dikedalaman yg sama dengan diatas tentunya
belum
> mengakibatkan tingkat kematangan yg sama.
>
> Jadi secara fisis/mekanis "pressure" diperlukan untuk ekspulsi, namun
> bagaimana dengan effect over pressure disekitar/disekeliling source rock
tsb
> spt kasus diatas ?
> Apakah ini salah satu yg menyebabkan kenapa di CSB lebih banyak
> fraksi-minyaknya, sedangkan di Kutei/Mahakam lebih banyak fraksi gasnya
....
> (tentunya faktor kimiawi dari sourcenya juga ada) ... saya juga hanya
> membandingkan kedua sisi ekstrim saja sih ... karena nantinya akan muncul
> anomali2 yg menyembunyikan potensi2 HC disitu :)
>
>
> hef e nais looong whik en
>
> RDP
> "kok ya kebetulan saya bermain-main di kedua ekstrim diatas :)"
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke