Jadi air itu lebih menyimpan panas daripada menjadi konduktive panas....
wah jadi tambah menarik nih....
kalau memang air itu penyimpan panas lalu darimanakah datangnya panas yang
ada di air di shale tersebut ...? apakah karena tekanan / pressure
overburden yang kemudian memanaskan air yang berada di shale
tersebut.....?
jadi apakah temperatur dari formasi juga dipengaruhi oleh banyak tidaknya
kandungan air di formasi tersebut...dan bukan hanya kemampuan dari
batuannya menghantarkan panas ( mis : batuan yang banyak mengandung
metal...)..
kayaknya kok sama dengan di sand reservoir ya....kalau kita flow water
dari reservoir temperatur akan tinggi dan kalau flow gas maka temperatur
akan rendah karena effect gas ekspansion dan
mol gas yang lebih kecil dari water sehingga kemampuan menyimpan panas
lebih besar water daripada gas (PV=nRT)
Jadi apakah bisa saya tarik kesimpulan....pada saat saya punya
overpressure shale dan gradien temperaturnya lebih tinggi dari formasi di
atasnya maka saya bisa simpulkan bahwa pengisi dari shale tersebut adalah
water dan shale tersebut bukannya source rock....karena kalau shale
tersebut source rock ( terutama gas source rock ) maka gradien
temperaturenya akan rendah...
jadi tambah bingung nih...:- (
Safrizal <[EMAIL PROTECTED]>
19/08/2003 09:47 AM
Please respond to iagi-net
To: "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] Overpressure & HC Generation
Pak Awang,
menurut saya yang lebih berpengaruh bukanlah serpihnya melainkan air yang
mengisi pori.
Penyebab utama adanya gangguan gradient thermal adalah hadirnya air yang
terperangkap di zona overpressure tersebut. Air yang mengisi pori
mempunyai
konduktivitas thermal yang rendah (0.63 W/m c) dan kapasitas thermal yang
tinggi dibanding sifat-sifat tersebut pada sediment sekitarnya (shale
bervariasi, tergantung tingkat kompaksi maks 2.9 W/ m c), sehingga zona
overpressure lebih bersifat sebagai insulator thermal dan bukannya
konduktor
thermal. Efek ini dikenal sebagai "blanketing effect" yang menyebabkan
peningkatan temperature dibawah zona tersebut, pada akhirnya mengganggu
gradient thermal secara menyeluruh.
Safrizal
Jasa Teknologi
Pertamina
-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, August 15, 2003 3:45 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Overpressure & HC Generation
Ferdi,
Tidak selalu berkorelasi, tetapi gejala itu banyak diamati terjadi (Gulf
Coast, North Sea, South China Sea, juga Mahakam). Relation-nya atau lebih
cocok rationale-nya karena serpih di situ punya konduktivitas termal yang
rendah sehingga bisa berperan sebagai heat insulator yang menyebabkan
abnormal temperature gradien terjadi di overpressured shales. Kalau
konduktivitas termal tinggi maka akan terjadi hilang panas secara cepat
(heat dissipation).
Hubungan sebaliknya ? ada temperatur tinggi lalu overpressure ? Rasanya ga
berlaku. Mesti ada pressured shales dulu, kemudian ada kompresi tektonik,
rapid burial sediments, HC generation dari rock matrix, atau thermal
expansion fluid (ini yang berhub dengan kenapa di overpressured shales
temperaturnya naik).
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas
KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
apa memang selalu ada korelasi kalau ada overpressure maka gardien
temperature akan lebih tinggi....?
dimanakah kira - kira relationnya....?
apakah ada overpressure lalu gradien temperature jadi tinggi atau ada
temperature tinggi lalu ada overpressure...?
Salam
Ferdi
lagi cari -cari hubungan ovp dan temperature...
Awang Satyana
15/08/2003 10:01 AM
Please respond to iagi-net
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: [iagi-net-l] Overpressure & HC Generation
Mungkin kita perlu balik dulu ke konsep asal overpressure ya. Abnormal
overpressure (>0.53 psi/ft) timbul karena ketidakmampuan pore fluids
migrate keluar dalam suatu periode geologi akibat beban stress yang
menyebabkan fluid pressure naik. Beban stress itu bisa berasal dari :
rapid loading yang akan menyebabkan ketidakseimbangan kompaksi, thermal
expansion of fluids, kompresi tektonik, generasi HC di rock matrix.
Suatu hal yang menarik dalam hubungan GG (grad geotermal), overpress,
kematangan dan ekspulsi adalah bahwa formasi2 yang overpressured cenderung
menaikkan GG. Kenaikan temperatur maka akan meingkatkan kematangan batuan
induk. Sehingga, di basins dengan overpressure, kebanyakan HC generation
terjadi di deep, overpressured fluid compartments. Ini banyak terjadi di
daerah delta, termasuk tempat Pak Rovicky bermain2 :-)). Di Mahakam Delta
(kita ambil kasus Handil dan Badak), top overpress di sekitar 3000 m, di
Badak di sekitar 3300 m (silakan teman2 Total dan VICO koreksi). HC di
kedua field ini digenerasikan dari prodelta shales ayng overpress di
kedalaman dengan pressure grad 0.9 psi/ft dan temp > 100 deg C. Ketika
terkjadi top seal fracture (akibat overpress juga) maka HC bergerak ke
atas ke normally pressured reservoir. Di Handil bikin kasus unik karena
terjadi apa yang disebut evaporative fractionation (Thompson, 1988) yang
khas buat vertical migration di delta. Minyak semak
in
ringan ke reservoir2 dangkal dan meninggalkan residuum di bawah yang bisa
cracking jadi gas juga dan pyrobitumen di overpressured compartment dengan
temperatur tinggi.
Lain delta lain CSB (central Sumatra Basin) yang GG-nya termasuk yang
ekstrim tinggi di seluruh dunia. Kenapa ? Sebagian bilang karena di bawah
CSB ada suture Mutus yang merupakan weak zone ke mantle sehingga heat flow
di situ tinggi, ini pernah dilihat dan memang GG tinggi lebih kurang
segaris dengan suture Mutus. Di sini generasi HC tidak perlu overpressure,
kematangan di tempat dangkal (oil window) sudah cukup tercapai akibat GG
yang ekstrim tinggi.
Kalau oil/gas prone, lebih banyak dikontrol oleh kimiawi source, artinya
tipe kerogen. Pematang brown shales CSB adalah tipe I lakustrin klasik
yang sangat oil prone, sedangkan tipe Kutei/Mahakam adalah tipe III
vitrinite yang 70 % gas 30 % minyak, itu pun bergantung kepada nilai
hidrogen-nya, semakin tinggi H bisa semakin fluid., termasuk coal-nya,
kalau H-nya tinggi (bisa dicari dengan elemental analysis) bisa liquid
generated.
Yah itu dulu...Selamat libur panjang dan "panjat pinang" juga upacara
17-an...
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas
Rovicky Dwi Putrohari
wrote:
Pak Awang,
Bagaimana efek Grad Geothermal, (over) pressure, kematangan dan ekspulsi
(first migration)?
Ketika "bermain" didaerah yg mempunyai Gradien Geothermal yg sangat tinggi
(ekstrimya Central Sumatra Basin-CSB) tentunya akan mungkin terjadi
expulsi
yg "lebih mudah" ketika source tersebut matang dalam "kedalaman yg
dangkal"
(loh piye iki?). Dimana pada waktu itu overburden relatif belum begitu
besar, source rock tersebut sudah matang karena temperaturnya tinggi.
Sehingga ketika sampai di "oil window" pun ekspulsi (first migration) bisa
terjadi dan relatif lebih efektif. Karena pressure disekitar source
tersebut
relatip lebih kecil pressurenya.
Namun didaerah yg mempunyai Gradien Geothermal (GG) rendah (misalnya Kutei
Basin), untuk mencapai kematangan batuan induk diperlukan kedalaman yang
relatif lebih dalam :) ... dikedalaman yg sama dengan diatas tentunya
belum
mengakibatkan tingkat kematangan yg sama.
Jadi secara fisis/mekanis "pressure" diperlukan untuk ekspulsi, namun
bagaimana dengan effect over pressure disekitar/disekeliling source rock
tsb
spt kasus diatas ?
Apakah ini salah satu yg menyebabkan kenapa di CSB lebih banyak
fraksi-minyaknya, sedangkan di Kutei/Mahakam lebih banyak fraksi gasnya
....
(tentunya faktor kimiawi dari sourcenya juga ada) ... saya juga hanya
membandingkan kedua sisi ekstrim saja sih ... karena nantinya akan muncul
anomali2 yg menyembunyikan potensi2 HC disitu :)
hef e nais looong whik en
RDP
"kok ya kebetulan saya bermain-main di kedua ekstrim diatas :)"
---------------------------------
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------