Ferdi, Tidak selalu berkorelasi, tetapi gejala itu banyak diamati terjadi (Gulf Coast, North Sea, South China Sea, juga Mahakam). Relation-nya atau lebih cocok rationale-nya karena serpih di situ punya konduktivitas termal yang rendah sehingga bisa berperan sebagai heat insulator yang menyebabkan abnormal temperature gradien terjadi di overpressured shales. Kalau konduktivitas termal tinggi maka akan terjadi hilang panas secara cepat (heat dissipation). Hubungan sebaliknya ? ada temperatur tinggi lalu overpressure ? Rasanya ga berlaku. Mesti ada pressured shales dulu, kemudian ada kompresi tektonik, rapid burial sediments, HC generation dari rock matrix, atau thermal expansion fluid (ini yang berhub dengan kenapa di overpressured shales temperaturnya naik). Salam, Awang H. Satyana Eksplorasi BP Migas
KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: apa memang selalu ada korelasi kalau ada overpressure maka gardien temperature akan lebih tinggi....? dimanakah kira - kira relationnya....? apakah ada overpressure lalu gradien temperature jadi tinggi atau ada temperature tinggi lalu ada overpressure...? Salam Ferdi lagi cari -cari hubungan ovp dan temperature... Awang Satyana 15/08/2003 10:01 AM Please respond to iagi-net To: [EMAIL PROTECTED] cc: Subject: [iagi-net-l] Overpressure & HC Generation Mungkin kita perlu balik dulu ke konsep asal overpressure ya. Abnormal overpressure (>0.53 psi/ft) timbul karena ketidakmampuan pore fluids migrate keluar dalam suatu periode geologi akibat beban stress yang menyebabkan fluid pressure naik. Beban stress itu bisa berasal dari : rapid loading yang akan menyebabkan ketidakseimbangan kompaksi, thermal expansion of fluids, kompresi tektonik, generasi HC di rock matrix. Suatu hal yang menarik dalam hubungan GG (grad geotermal), overpress, kematangan dan ekspulsi adalah bahwa formasi2 yang overpressured cenderung menaikkan GG. Kenaikan temperatur maka akan meingkatkan kematangan batuan induk. Sehingga, di basins dengan overpressure, kebanyakan HC generation terjadi di deep, overpressured fluid compartments. Ini banyak terjadi di daerah delta, termasuk tempat Pak Rovicky bermain2 :-)). Di Mahakam Delta (kita ambil kasus Handil dan Badak), top overpress di sekitar 3000 m, di Badak di sekitar 3300 m (silakan teman2 Total dan VICO koreksi). HC di kedua field ini digenerasikan dari prodelta shales ayng overpress di kedalaman dengan pressure grad 0.9 psi/ft dan temp > 100 deg C. Ketika terkjadi top seal fracture (akibat overpress juga) maka HC bergerak ke atas ke normally pressured reservoir. Di Handil bikin kasus unik karena terjadi apa yang disebut evaporative fractionation (Thompson, 1988) yang khas buat vertical migration di delta. Minyak semak in ringan ke reservoir2 dangkal dan meninggalkan residuum di bawah yang bisa cracking jadi gas juga dan pyrobitumen di overpressured compartment dengan temperatur tinggi. Lain delta lain CSB (central Sumatra Basin) yang GG-nya termasuk yang ekstrim tinggi di seluruh dunia. Kenapa ? Sebagian bilang karena di bawah CSB ada suture Mutus yang merupakan weak zone ke mantle sehingga heat flow di situ tinggi, ini pernah dilihat dan memang GG tinggi lebih kurang segaris dengan suture Mutus. Di sini generasi HC tidak perlu overpressure, kematangan di tempat dangkal (oil window) sudah cukup tercapai akibat GG yang ekstrim tinggi. Kalau oil/gas prone, lebih banyak dikontrol oleh kimiawi source, artinya tipe kerogen. Pematang brown shales CSB adalah tipe I lakustrin klasik yang sangat oil prone, sedangkan tipe Kutei/Mahakam adalah tipe III vitrinite yang 70 % gas 30 % minyak, itu pun bergantung kepada nilai hidrogen-nya, semakin tinggi H bisa semakin fluid., termasuk coal-nya, kalau H-nya tinggi (bisa dicari dengan elemental analysis) bisa liquid generated. Yah itu dulu...Selamat libur panjang dan "panjat pinang" juga upacara 17-an... Salam, Awang H. Satyana Eksplorasi BP Migas Rovicky Dwi Putrohari wrote: Pak Awang, Bagaimana efek Grad Geothermal, (over) pressure, kematangan dan ekspulsi (first migration)? Ketika "bermain" didaerah yg mempunyai Gradien Geothermal yg sangat tinggi (ekstrimya Central Sumatra Basin-CSB) tentunya akan mungkin terjadi expulsi yg "lebih mudah" ketika source tersebut matang dalam "kedalaman yg dangkal" (loh piye iki?). Dimana pada waktu itu overburden relatif belum begitu besar, source rock tersebut sudah matang karena temperaturnya tinggi. Sehingga ketika sampai di "oil window" pun ekspulsi (first migration) bisa terjadi dan relatif lebih efektif. Karena pressure disekitar source tersebut relatip lebih kecil pressurenya. Namun didaerah yg mempunyai Gradien Geothermal (GG) rendah (misalnya Kutei Basin), untuk mencapai kematangan batuan induk diperlukan kedalaman yang relatif lebih dalam :) ... dikedalaman yg sama dengan diatas tentunya belum mengakibatkan tingkat kematangan yg sama. Jadi secara fisis/mekanis "pressure" diperlukan untuk ekspulsi, namun bagaimana dengan effect over pressure disekitar/disekeliling source rock tsb spt kasus diatas ? Apakah ini salah satu yg menyebabkan kenapa di CSB lebih banyak fraksi-minyaknya, sedangkan di Kutei/Mahakam lebih banyak fraksi gasnya .... (tentunya faktor kimiawi dari sourcenya juga ada) ... saya juga hanya membandingkan kedua sisi ekstrim saja sih ... karena nantinya akan muncul anomali2 yg menyembunyikan potensi2 HC disitu :) hef e nais looong whik en RDP "kok ya kebetulan saya bermain-main di kedua ekstrim diatas :)" --------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

