Pak Taufik, ini komentar2 saya. Q : atau dimana pernah dijumpa fossil makhluk transisi tersebut ?makhluk yg hidup diair, menjadi makhlu udara(bersayap) kemudian makhluk darat(berkaki)?..tak jelas dimana fossilnya. A :Fosil lengkap archaeopteryx yang ditemukan di deposit limestone di Bavaria yang berumur 160 Ma bisa menggambarkan fosil peralihan dari kelas reptilia ke aves. Secara populer dikenal sebagai burung pertama, punya sayap dan berbulu (aves) tetapi punya sistem kerangka seperti reptil dan bergigi seperti flying reptile pterodactyl atau pteronodon.
Q : bagaimana pula harus menjelaskan otak sebagai organ yg sangat komplex hanya membutuhkan waktu yg sangat singkat (200.00 thn saja) dari makhluk yg berukuran otak besar menjadi berotak kecil seperti sekarang ini?. A : Justru sebaliknya, semakin berkembang volume otak semakin membesar dan itu tidak singkat. Dari Australopithecines (450 cc) ke Homo habilis (646 cc) ke H. erectus (883 cc) ke H. pekinensis (1043 cc) ke H. sapiens (1345 cc) butuh waktu 3 juta tahun. Q : Apa gen bisa diubah dan berubah pak?, kalau bisa asyiik juga karena secara aplikasi manusia sangat bisa merubah jati diri, akan tak bergunalah penggunaan DNA bagi penyelidikan di kepolisian , karena dengan mengkonsumsi vitamin, atau suplemen makanan atau mencentifuge diri, atau mengheaterkan diri, atau mengoverpressurekan diri, memedan magnitkan diri kemungkinan gen kita bisa berubah. A : Ini yang sedang menjadi tujuan utama proyek pemetaan genome (variasi susunan kode genetik di kromosom) manusia yang akan berakhir tahun 2005 (dimulai 1990) yang melibatkan banyak negara dan benar termasuk Indonesia (Pak Sangkot Marzuki UI). Tujuan utama adalah untuk mengatasi penyakit2 yang diturunkan. Kalau sudah terpetakan dengan baik, bukan hal yang mustahil kan kalau mau dilakukan rekayasa genetika baik itu tujuannya baik atau jahat. Ini kemudian akan terkait dengan bio-etika. Dan rekayasa gen selalu terkait dengan bio-etika nantinya. Gen juga berubah dalam mutasi mekanisme evolusi. Ini yang disebut phenetic evolution, perubahan tidak terlihat. Q : Sangat menarik membaca hasil penelitian UNESCO 2 tahun yg lalu, termasuk diantaranya Bp. DR.Sangkot ahli biomolokuler dari UI, team UNESCO telah berhasil memetakan genom (gen dari pihak ibu yg tak berubah) dari seluruh etnik manusia di muka bumi ini, semuanya sama dan mengarah ke ibu Afrika, termasuk kesimpulannya adalah, manusia pertama berasal dari Afrika 200.000an thn yg lalu A : Penelitian genom belum dilakukan atas fosil2 hominid, jadi kesimpulan genom etnik manusia asal Afrika tidak otomatis berlaku untuk sejarah hominid atau manusia purba, mungkin benar untuk manusia moderen. Di arkeologi hominid ada dua teori besar yang terus bertentangan, yaitu "out of Africa" dan "multi-regional". Tapi itu bukan dibangun atas penelian genom, tetapi hanya dibangun atas umur2 fosil hominid. Karena fosil hominid tertua ada di Afrika (Pliosen Bawah) maka orang menganggap semua berasal dari Afrika. Yang multi-regional menganggap nenek moyang ada di setiap wilayah, bukan hanya dari Afrika. Hasil penemuan penelitian genom Unesco itu akan saya sikapi sebagai konfirmasi bahwa manusia moderen tersebar setelah zaman banjir Nabi Nuh persis seperti yang diterangkan di Kitab Kejadian 8 : 19-28. Ketiga anak Nuh (Sem, Ham, Yafet) menjadi bapak-bapak bangsa2 dan Yafet menurunkan yang terbesar dari bangsa2 dunia(dalam perpisahan tiga saudara itu Yafet pergi ke Afrika). Q : Juga termasuk diantaranya pertanyaan kenapa selama ini selalu jadi patokan bahwa manusia muncul 4000BC, dari mana angka itu. Taurat saja dengan 3 versi yg berbeda (Israel, yunani... 1 lagi lupa) mendiskripsikan secara berbeda yg satu 12.000 tahun ada 10.000 tahun, hanya rekaan saja, injil tak tahu saya, Al quran tak pernah mengatakannya. A : Angka 4000 BC (tepatnya 4004 BC) adalah angka hitungan mundur atas Alkitab Perjanjian Lama dan Baru yang dilakukan oleh Archbishop (kepala bishop) Irlandia James Ussher pada tahun 1650. Itu dia lakukan sebagai usaha untuk mengetahui umur Bumi. Ilmuwan2 pada saat itu melakukan dengan cara lain. Dan, keluarlah angka itu. Bumi diciptakan pada malam hari jam 22 tanggal 22 Oktober 4004 BC. Nah... jadi umur Bumi kita sekarang adalah 6007 tahun (!!). Ada yang percaya ? Para kreasionis percaya umur Bumi segitu. Kalau geologist ? Kalau saya yah ... 4600 juta tahun. Menurut saya itu hitungan ngawur sebab hari2 di Alkitab memang bisa 24 jam tapi bisa juga 1000 tahun bisa 1 juta tahun. Artinya banyak makna simbolis di Alkitab yang gak mesti ditafsirkan harafiah. Salam, Awang H. Satyana Eksplorasi BP Migas TAUFIK Oka <[EMAIL PROTECTED]> wrote: sangat susah buat saya dari dulu untuk menngerti bahwa manusia berevolusi secara jasad, pertanyaan sederhana saja memang susah dijawab..manusia modern sekarang akan berubah bentuk seperti apa??..mustinya buat kaum evolusionist hal mudah toh untuk merekayasanya..karena toh selama ini mereka yg paling brilian menyambung serpihan potongan parcel fosil apapun menjadi bentuk manusia. susah menerima teori missing link karena kalau toh ada loncatan evolusi dari purba ke manusia modern..pasti banyakkan fossil penunjuk manusia transisi tersebut dimuka bumi ini...atau dimana pernah dijumpa fossil makhluk transisi tersebut ?makhluk yg hidup diair, menjadi makhlu udara(bersayap) kemudian makhluk darat(berkaki)?..tak jelas dimana fossilnya. Kalau toh manusia secara fisik telah berubah jutaan tahun lamanya menjadi bentuk sekarang ini..bagaimana pula harus menjelaskan otak sebagai organ yg sangat komplex hanya membutuhkan waktu yg sangat singkat (200.00 thn saja) dari makhluk yg berukuran otak besar menjadi berotak kecil seperti sekarang ini?. Kata para ahli, gen juga..berevolusi, tentunya jadi pertanyaan lagi, hal yg mudah dilakukan akselerasi evolusi, dengan merekayasa genetik sehingga dari hasi utak-atik genetik gampang sekali merubah spesies sekarang menjadi yg lain, atau menciptakan spesies baru....atau malah akan meruntuhkan teori evolusi itu sendiri, karena mungkin saja terekayasa makhluk berderajat rendah secara biologis, sekali lagi evolusikan selalu menuju pencapaian yg sempurna secara perlahan. Apa gen bisa diubah dan berubah pak?, kalau bisa asyiik juga karena secara aplikasi manusia sangat bisa merubah jati diri, akan tak bergunalah penggunaan DNA bagi penyelidikan di kepolisian , karena dengan mengkonsumsi vitamin, atau suplemen makanan atau mencentifuge diri, atau mengheaterkan diri, atau mengoverpressurekan diri, memedan magnitkan diri kemungkinan gen kita bisa berubah. Sangat menarik membaca hasil penelitian UNESCO 2 tahun yg lalu, termasuk diantaranya Bp. DR.Sangkot ahli biomolokuler dari UI, team UNESCO telah berhasil memetakan genom (gen dari pihak ibu yg tak berubah) dari seluruh etnik manusia di muka bumi ini, semuanya sama dan mengarah ke ibu Afrika, termasuk kesimpulannya adalah, manusia pertama berasal dari Afrika 200.000an thn yg lalu dan gelombang migrasi manusia pertamake Asia tengah, yg berikutnya ke barat jadi etnik europe sekarang dan ke timur jadi mongolid, anomalinya orang papua, aborigin tak ada hubungannya dengan genom tsb. Bagaimana hubungannya dengan sejarah manusia di agama?, pernahkah memiliki informasi bahwa Hawa adalah Ibu yg berkulit hitam dan Adam adalah Ayah yg berkulit putih. Juga termasuk diantaranya pertanyaan kenapa selama ini selalu jadi patokan bahwa manusia muncul 4000BC, dari mana angka itu. Taurat saja dengan 3 versi yg berbeda (Israel, yunani... 1 lagi lupa) mendiskripsikan secara berbeda yg satu 12.000 tahun ada 10.000 tahun, hanya rekaan saja, injil tak tahu saya, Al quran tak pernah mengatakannya. OK TAUFIK, DKS/OPG/WSG PHONE: 3327 EMAIL: [EMAIL PROTECTED] off.room: OFF 116 --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

